Pages

Monday, February 15, 2010

Valentine's Day

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Mungkin karena saya lagi gak punya pacar, saya jadi agak skeptis melihat film ini. Malah waktu teman saya mengabarkan kalau tiket untuk jam 9.45 malam sudah habis, saya berdoa semoga tidak jadi nonton saja. Tapi apa boleh buat, mayoritas memang selalu menang, kami nonton midnight.

Bayangkan, film drama, romantis pula. Ditonton beramai-ramai (baca: tidak bersama pacar), tengah malam. Saya berusaha keras untuk tidak ketiduran di tengah-tengah film. Ahamdulillah, saya berhasil.

Ah, Valentine's Day. Saya tidak termasuk dalam kumpulan yang merayakan hari kasih sayang itu. Karenanya, saya agak risih melihat adegan film ini karena menujukkan betapa dashayatnya Valentine's Day itu. Ada bunga, cokelat, permen, balon, kartu bertuliskan kata-kata cinta. Semuanya serba pink atau merah hati.

Okay, roll film terus diputar oleh Encik Joni (Joni versi Malaysia).
Layaknya Love Actually atau New York, I Love You. Adegan melamar pasangan, mengatakan cinta, ciuman. Yah, biasalah adegan orang lagi dimabuk cinta. Untungnya ada konfik seperti selingkuh, dan ketidakyakinan yang telah menyelamatkan saya dari ketiduran.

Tapi yang paling annoying adalah kemunculan Taylor Swift yang sibuk membawa boneka beruang sebesar hantu kemana-mana. Alasannya, itu pemberian pacarnya, Taylor Lautner. Errrggggh!

Walaupun begitu, filosofi cintanya boleh lah diterima. Dalam menjalin hubungan, kita seharusnya menerima kekurangan pasangan kita, meskipun pekerjaan dia aib. Memaafkan pasangan meskipun dia pernah selingkuh, kadang-kadang kita lupa kalau ternyata cinta sejati kita adalah teman baik kita sendiri, dan lain-lain sebagainya.

Yah, film ini memang cocok lah untuk musim Valentine gini, apalagi untuk yang lagi jatuh cinta. Tapi buat saya, film ini cuma bikin saya makin bingung sama yang namanya cinta. Tapi bukan berarti saya mengutuk habis film ini, ada beberapa cerita yang tidak terduga, dan saya suka itu.

Tapi saya tidak setuju sama pesan dan kalimat terakhir yang diucapkan narator film ini, "Let's get naked". Apa cinta ujung-ujungnya cuma buat telanjang? Huh!

Kalau mengikut rating film teman saya, Ivan Makhsara, film ini tiga bintang Van, movie to eat popcorn!:)