Pages

Saturday, May 26, 2012

Bukan Arus Utama

Huh, saya emang jagonya mengalihkan fokus terhadap hal-hal yang sedang dikerjakan. I suppose to write my proposal but accidentally click 'blogger' on my bookmark. Eh, sengaja ding. Okay, daripada saya stress, jadi saya mau escapism sebentar ya. :D

Gak terasa udah setahun juga saya jatuh cinta sama korea-korea-an, diseret sama korean wave, tenggelam. Bedanya, saya gak terlalu terbawa arus gelombang arus utama (maintsream), melainkan the other side of korean music scene. Ciyeeee...eceknya anak indie Seoul gitu lho. :))

Ini berawal dari eksplorasi lagu-lagu yang jadi original soundtracknya drama Coffee Prince. Setelah setahun, saya jadi makin banyak referensi musik asik dari skena indienya Korea. Awalnya agak geli sih karena pake bahasa Korea (apa sih), tapi lama-lama sedap aja tuh didengar, malah sekarang sudah lancar membaca dan menulis Hangul (aksara Korea), walau gak tau artinya. Hahhahaa. That ability is actually help me to just browse the song lyrics, okaaay...:P

Nah, ini adalah beberapa lagu dari negeri ginseng yang belakangan ada dalam playlist saya. Enjoy!:) 

Dear Cloud - 널 위해서라고 (It's For You) 
Dear Cloud ini salah satu band pengisi soundtrack Coffee Prince. Aliran musiknya katanya sih indie rock. Yah, bolehlah, karena saya bukan jagonya mengategorikan jenis musik, saya ikutin ajalah kata last.fm :P  Ini lagu mereka dari album mereka yang berjudul Bright Lights, yang dirilis tahin 2011 yang lalu. 


Taru - Love Today
Taru adalah vocalisnya band The Melody, yang termasuk band kesukaan saya juga, pernah ada di postingan saya tahun lalu. Bolehlah ini proyek solonya, imut-imut lucu gimanaaaa gitu. 


Tehiun (태히언) - On A Desert
Lagu ini gak sengaja saya temukan di Youtube. Setelah googling, ternyata Tehiun ini adalah soloist yang musiknya beraliran raggae. Saya belum dengar lagunya yang lain sih, tapi yang ini asyik, dan ternyata adalah soundtrack film berjudul 'Duet'. Hmm..nanti pas liburan boleh juga kayaknya ditonton. :D 



Nell - The Day Before 
Yeaaay...ini dari album paling barunya Nell judulnya Slip Away. Nell emang salah satu band indie paling famous di Korea. Agak-agak Radiohead gitu lah kedengarannya. Saya masih perlu banyak eksplorasi ini sama lagu-lagu Nell, belum banyak yang ingat. Tapi yang ini asik walaupun video klipnya ini maksudnya apa ya? apakah percintaan sesama jenis? Entahlah. Yang penting, abang-abang di situ kenapa comel-comel semua? :P 


Itu saja dulu ya, nanti kalau ada yang mantap saya post lagi. Kalau mau tau lebih banyak tentang band-band Korea yang lain bisa di cek di sini . Nah, jernihkanlah pikiran kalian bahwa lagu-lagu Korea tidak melulu berisikan kumpulan abang dan kakak menari-menari bersama. ^_^

Wednesday, May 23, 2012

Rambling #8

belakangan hidup ini....
complicated.

oke, baiklah. terimakasih.

Monday, May 7, 2012

Bulan

Langit malam ini agak terang
pasti ulah bulan yang terlalu bersemangat bersinar
karena sedang berada dalam bentuk sempurna

Aku tak bisa sesombong bulan malam ini
terlalu lemah untuk menopang diri
terlalu redup untuk berdiri
terlalu sunyi untuk bernyanyi

Langit malam ini agak terang
bulan pasti sedang berseri
menyambut hari perdananya di bumi

Aku tak bisa seterang bulan ini
karena di sini gelap sekali

Rambling #7

Saya selalu ingat kata-kata dosen saya dulu waktu kuliah degree, "don't ever write when your head is not in a clear state." Well, mungkin itu berlaku saat menulis berita atau artikel yang akan diterbitkan. Kalau untuk entry yang akan dipublish, mungkin kata-kata tersebut cukup diingat saja, bukan untuk dihayati atau diamalkan. 

Yes, now I'm not in a clear state of mind. Pikiran saya kacau balau. Tugas belum selesai, proposal penelitian tidak ada progress sudah berbulan-bulan. Belum lagi, semester ini sudah mau tamat saja. Idealnya, saya hanya punya waktu satu semester lagi saja untuk menyelesaikan pendidikan ini. Tapi tampaknya, saya tidak sanggup melakukannya.

Mungkin masalah terbesar saya semester ini adalah hilangnya motivasi. Semester lalu saya agak kewalahan tapi saya masih bisa bersemangat begadang membaca segala macam buku dan jurnal dan berusaha menulis paper yang harus dikumpulkan. Tapi semester ini, Ya Tuhaaan kalau ada kata yang tepat untuk menggambarkan kemalasan yang luar biasa, saya akan menggunakan kata itu.

Saya tidak fokus, pikiran kemana-mana. Kalau dapat ide tak langsung ditulis, dibiarkan saja di pikiran sampai lupa. Lalu bingung karena pada akhirnya tidak tau harus bagaimana. Aaaah!!! rasanya kepala saya perlu dipukul pake palu silvernya Bang Maxwell!

Kadang saya berpikir untuk berhenti saja, keluar saja. Tapi rasanya egois sekali dan tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk sampai ada keputusan tersebut. Lagi pun, sebenarnya saya hanya punya waktu saya sudah tak banyak, logikanya, saya pasti bisa bertahan. 

Hhhhh....kadang saya suka melarikan diri ke pikiran atau bayangan saya udah diwisuda aja, dapat kerjaan yang bagus dan bisa jalan-jalan sesuka hati tanpa membebani orangtua. Lalu saya terbangun dan melihat kenyataan bahwa tugas saja belum selesai. Oalah....Ndok....Ndok...sadar diri woy!

Baiklah, sudah terlalu banyak escapism pun tak baik. Nanti lupa sama realitas. Terimakasih. 

Thursday, May 3, 2012

Sesaat

Waktu itu hari Jumat.
Suasana apa aku tak ingat,
yang kuingat saat dia mendekat.

"Hai, kamu yang waktu di toko buku di sudut jalan itu bukan?"

Aku tercekat.

"Iya. Kamu siapa? kenapa bisa ingat?"

"Aku tak sengaja melihatmu waktu itu. Bajumu aneh sekali waktu itu."

Aku terperanjat.

"Gayaku memang seperti itu. Pikiranku juga selalu aneh."

Dia tertawa singkat. Aku sedikit terpikat.

"Aku juga sering berpikir yang aneh-aneh."

"Yah, setiap orang kan memang punya keanehan masing-masing," balasku cepat.

"Gimana kalau sekali-kali kita mikir aneh bersama?"

"Boleh," jawabku singkat.

Conversation

I want a simple conversation
when we talk about everything in life

I want an open-minded conversation
when we argue about the things we don't agree with

I want a warmth conversation
when we just laugh to the craps we have talked

I want a lovely conversation
when we kiss after all the things we have said

Let's Dance!

Hold my hand
Take me there to the sky
I wanna dance above the cloud
Let's dance, pretty boy
don't you hear the stars singing for us?

Wednesday, May 2, 2012

Pengangguran Berpendidikan

Wah, setelah 22 tahun hidup di dunia, saya baru nyadar kalau Hari Buruh sama Hari Pendidikan Nasional itu berdekatan. Untuk sekedar memulai entry bulan Mei ini, saya iseng membongkar kumpulan sampah pikiran saya di laptop. Dan...saya menemukan tulisan di bawah ini. Setelah saya baca lagi, kok agak berhubungan ya sama dua hari besar dunia dan nasional tadi. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, karena saat menulisnya pun saya sedang berada dalam kegalauan luar biasa. Selamat membaca.:P 

*


Pengangguran Berpendidikan

Saya suka mikir, pengangguran itu salah siapa sih? Salah saya yang memang gak punya kemampuan sampai perusahaan-perusahaan itu membuang CV saya, atau salah negara ini yang memang kurang lapangan kerja?

Sepertinya tidak juga. Di koran banyaaaaak sekali lowongan pekerjaan. Tapi lagi-lagi yang dicari kalau gak sarjana ekonomi ya sarjana teknik. Jarang sekali saya melihat ada lowongan ‘lulusan Ilmu Komunikasi’. Tidak, kali ini saya tidak mau menyalahkan saya yang kuliahnya ngambil jurusan komunikasi. Percayalah, jurusan Komunikasi itu oke punya. :P

Saya hanya tidak habis pikir. Kenapa dengan segitu banyaknya lowongan pekerjaan, pengangguran di Indonesia masih juga ramai? Mungkin kalau pengangguran dikumpulkan, bisa buat satu negara kecil. *berlebihan*

Saya yakin di antara berjuta orang itu bukannya tidak berpendidikan. Mungkin nasibnya sama seperti saya, sarjana tapi pengangguran. Malah yang lebih memalukan, sarjana dari luar negeri tapi begitu balik ke tanah air malah terkatung-katung. Ironis.

Kali ini saya ingin menyalahkan pihak selain saya. Saya mau menyalahkan sistem pendidikan saja. Kalau sudah bicara sistem pendidikan tentu pembahasan tidak akan pernah habis. Sistem dipengaruhi banyak hal, juga mempengaruhi segala aspek.

Buat saya, kekacauan sistem pendidikan ini sumbernya adalah ketidaksamarataan. Pembangunan pendidikan di negara ini sungguh tidak seimbang, tidak sama rata. Saya juga bingung ini kenapa bisa begini. Ada sekolah yang fasilitasnya lengkap, bahkan mewah. Tapi di pulau ujung sana, bangunannya saja sungguh tidak manusiawi. Di satu tempat anak-anak sekolah saling pamer merk sepatu yang dipakainya. Di tempat lain, jangankan tau merk sepatu, pake sepatu aja enggak.

Saya bersyukur dulu waktu saya sekolah saya bisa pakai sepatu, walaupun fasilitas di sekolah saya tidak begitu banyak ataupun mewah. Waktu saya SD dan SMP, saya sekolah di kota kecil di Sumatera Utara. Yang ada di sekolah lapangan basket seadanya, lapangan bola, yang sebenarnya lebih cocok disebut tanah lapang karena dipakai untuk semuanya, mulai dari upacara satu sekolah, sampai tempat main angsa peliharaan kepala sekolah saya dulu. Ada perpustakaan kecil dan UKS seadanya.
Waktu SMA saya pindah ke ibukota provinsi. Alhamdulillah, waktu saya sekolah lagi musim yang namanya teknologi informasi. Jadi, kami tidak gaptek. Kelas pelajaran TI dua jam setiap minggu dan dilakukan di ruang komputer, di mana masing-masing siswa dapat satu komputer atau kalau lagi rusak terpaksa berbagi dengan teman. Tapi coba lihat mereka yang sama sekali tidak mendapatkan akses itu. Sedangkan, dunia pekerjaan menjadikan literasi teknologi sangatlah penting.

Saya adalah orang dengan tingkat empati yang kadang berlebihan. Kalau lihat berita tentang gedung sekolah mau roboh, atau sekolah dibubarkan karena hujan saya menangis dalam hati. Ya Tuhaaan...bagaimana mereka akan menjalani kehidupan serba cepat sekarang dengan akses pendidikan seperti itu? Saya yang cukup mendapat fasilitas pendidikan merasa tercabik-cabik. Kenapa mereka tidak bisa mendapatkan secuil saja dari apa yang saya dapat?

Saya gak tau kapan ketidaksamarataan ini akan berakhir. Atau mungkin sama rata atau seimbang itu cuma mitos, maya, gak ada. Tapi pendidikan adalah penting. Entah kenapa saya merasa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk merentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat negeri ini.
Meskipun tidak selamanya orang berpendidikan akan menjadi orang pandai dan kaya. Buktinya, saya masih menganggur. Beli pulsa masih minta sama Mama. Tapi setidaknya, dengan pendidikan saya merasa individu akan lebih bisa berpikir  ke depan, otaknya tidak mandek, tidak stuck pada satu hal. Dengan pendidikan, seseorang bisa melihat satu hal dengan perspektif berbeda. Orang berpendidikan juga pasti, akan lebih tinggi derajatnya. Sekalipun dia pengangguran, tapi dia adalah pengangguran berpendidikan.

**

Tidak ada maksud apa-apa, cuma ingin sharing sepotong pemikiran. Selamat Hari Pendidikan Nasional buat Indonesia! Saya mendambakan sistem pendidikan yang keren, yang bisa menjadikan rakyat negeri ini lebih berpendidikan dan tentu saja berbudaya. :) 

P.S: trus tiba-tiba aku pengen pulang. -______-"