Pages

Wednesday, October 17, 2012

Ananda is A Perfect Bliss

Sebagai seseorang yang namanya agak pasaran, sebenarnya kadang saya agak kesal juga. Sepertinya, kemana pun saya pergi selalu saja ada yang bernama 'Ananda' atau 'Nanda'. Pernah saya bertanya sama Ayah, "Yah, kenapa sih Nanda dikasi nama Ananda?", lalu Ayah menjawab "Iya, kan bagus nama Ananda." Ah, saya pikir akan mendapat jawaban yang lebih philosophical

Seiring berjalannya waktu serta semakin banyaknya saya berkenalan dengan orang (terutama yang bernama Nanda atau Ananda), saya jadi jarang dipanggil dengan nama saya yang sebenarnya. Kebanyakan teman memanggil saya dengan nickname atau nama keren seperti "Ndok" atau "Ndooks". Di rumah, saya juga jarang dipanggil Nanda, Ayah dan Mama lebih sering memanggil saya dengan sebutan "Adek". Kalau Abang dan Kakak saya memanggil saya dengan berbagai macam nama yang tentu saja terdengar tidak masuk akal di telinga. Setiap tahun berganti sepertinya namun sekarang Abang sedang memanggil saya "Kerlo" dan Kakak memanggil saya "Keli". Entahlah, mereka memang aneh. 
Saya hanya dipanggil sesuai nama asli pada urusan akademis ataupun acara formal lain seperti mengurus visa atau sedang di bank. Malah kadang saya suka gak notice kalau saya dipanggil. -_-

Anyway, walaupun nama panggilan saya makin hari makin banyak dan gak jelas, tentu saja saya masih bangga sama nama sendiri. Karena tidak mendapat jawaban yang sesuai harapan dari orangtua, iseng-iseng saya cari arti nama saya sendiri di internet. Semoga saja apa yang saya dapatkan adalah dari sumber yang bisa dipercaya.

Nama saya Ananda Triana Anwar. Ananda adalah pemberian Ayah. Triana, diberikan oleh Mama karena katanya biar ada 'Tri' nya, mengingat saya adalah anak ketiga. Sedangkan Anwar adalah nama kakek, yang juga dipakai oleh saudara dan sepupu saya yang lain. 

Menurut segala sumber yang saya baca, Ananda berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kebahagiaan. Kalau menurut ajaran agama Hindu, Ananda itu versi perempuannya Anand, dengan arti yang sama. Dalam bahasa Afrika (mungkin maksud mereka dalam bahasa Swahili ya?!) berarti worthy of love. Mungkin kira-kira artinya 'pantas untuk dicintai'. Intinya sih, Ananda itu artinya kebahagiaan yang sempurna (perfect bliss). Ciyeee....

Nah, kalau Triana berasal dari bahasa Yunani yang berati pure, murni. Dalam bahasa Latin juga berarti 'ketiga'. Menurut beberapa sumber juga, nama Triana bukan termasuk nama populer (at least on their survey in US). Yah, gak apa-apa lah, first name saya mainstream, middle name agak-agak indie. Zzzz....

Sedangkan Anwar berasal dari bahasa Arab dan juga bahasa Swahili yang artinya 'yang paling cerdas, yang paling cemerlang'. 

Kalau digabungkan, mungkin kira-kira nama saya artinya: "Seorang yang penuh kegembiraan dan kecerdasan". Whahahaa...gila pencitraaan namanyaa...:)) 

Well, setelah dilihat-lihat ternyata nama pasaran saya ini artinya bagus juga. Semoga saja saya akan tumbuh menjadi peribadi yang sesuai dengan arti nama saya, bahagia dan cerdas. Terimakasih ya Ayah dan Mama telah memberi nama yang bagus walaupun kalau ditanya jawabannya tidak memuaskan. Yeah, apa gunanya internet kan ya?!:P

Kalau nama kalian artinya apa? :) 


P.S: curiga nama saya berasal dari bahasa Sansekerta lah, Arab, India, Afrika. Mungkin itu yang menyebabkan saya berkulit hitam dan berambut keriting. *woy Ndok..sadar Ndok...kalau itu gen yang berbicara!!!* :/

Saturday, October 13, 2012

Catatan (Gak) Kecil Indonesian Culture Night 2012

Sebelum mood saya hilang untuk menulis dan sebelum lupa juga (mengingat sekarang daya ingat agak menurun), saya mau bikin review kecil-kecilan tentang acara malam budaya Indonesia tadi malam. Sebenarnya saya agak gamang dalam menempatkan diri dalam mereview acara tadi malam, saya ini sebagai penonton atau sebagai pengamat yang notabenenya hafal betul seluk-beluk dewan budaya dan tetek bengek acara sejenis. Karena mau tidak mau, pasti akan terjadi 'bias'. Halah gayaaa kali kau, Ndok, minta ditampar. -_-"

Sebagai latar belakang, acara tadi malam bernama Indonesian Culture Night 2012 yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Universiti Sains Malaysia, Pulau Pinang. Acara seperti ini memang sudah beberapa kali diadakan oleh mahasiswa Indonesia si Penang, dengan nama Sparkling Indonesia. Kali ini, saya berkesempatan jadi penonton, tanpa disibukkan oleh rundown acara dan walkie-talkie. 

Maka, saya awali review acara tadi malam dalam konteks sebagai penonton. :)

Secara keseluruhan, acara tadi malam sangat menghibur, dan bisa dibilang acaranya sukses. Walaupun saya gak bisa masuk dari awal acara, saya bisa melihat acara tadi malam seperti semakin akhir semakin bagus. Saya mulai menonton acara dari kata sambutan Pak Konsul Jendral yang diiringi oleh tarian tortor. It's quite interesting tapi sebenarnya lebih asyik kalau penarinya memakai ulos sebenarnya, bukan kain selendang.:) Dan juga, sebenarnya yang nari tor-tor pun tak perlu sampai naik ke atas panggung. Jadi seperti kejar-kejaran mau ke panggung gitu sama Pak Konjen.:P

Well, yang saya salut adalah MC nya. Di awal acara mereka tampak masih agak canggung, tapi lama-kelamaan jadi seru, mungkin sudah dapat 'feel' nya. Terutama MC yang perempuan, dia bisa dengan tangkas menetralkan situasi kalau tiba-tiba jadi awkward. Yeah, I give my appreciation to them.

Para pengisi acara juga berusaha all out dalam menampilkan persembahannya. Tari Topeng, Tari Wirayuda, dan tentu saja, Tari Saman. Lalu, band performance, dan ada bintang tamu dari Bandung namanya Arumbakustik Gumiwang. Dan itu keren sekali menurut saya, apalagi yang main angklung. Itu namanya siapa ya?! (zzzz...tetep ya Ndok hunting..:O *eh tapi gak jadi lah, setelah gugling taunya anak SMA semua. -_-")

Trus ada juga  anak-anak exchange student memainkan musik dengan alat-alat dapur berserta galon dan ember bekas. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu daerah serta lagu wajib nasional. Epic.:) 

Fashion show baju-baju adat Indonesianya juga lucu karena yang meragakan busana bukan cuma anak-anak Indonesia, tapi juga international student dari negara-negara lain. Lumayan, buat cuci mata. (tuh kan Ndok...) 

Tapi sebagi penonton saya agak sedikit kecewa sama ending acaranya karena tau-tau udah selesai, sepertinya tanpa aba-aba. Memang di awal acara sudah disampaikan oleh MCnya kalau ceritanya kita akan terbang dari satu pulau ke pulau lain. Well, karena seingat saya semalam sehabis rame-rame nari Saijojo dan Poco-poco tiba-tiba acara sudah habis, dan saya tidak mendengar MC ngomong "Terimakasih sudah datang, sampai jumpa lagi di lain acara." Eh, atau saya yang terlalu asik nari-nari gak jelas? 

However, sekali saya tegaskan kalau acara tadi malam memang sangat menghibur. Yah mungkin karena saya rindu keramaian aja ya. Hehhee. Tapi good job buat pantia, yang sepertinya memegang prinsip 'the show must go on". *lirik-lirik nakal* 

Nah, abis ini saya mau mereview acara tadi malam sebagai "mantan panitia" acara sejenis. :)) Tidak ada maksud apa-apa sih, cuma ingin berbgai pengalaman dan siapa tau kalau ada acara begini lagi teknisnya lebih oke.:)

Buat saya, acara semalam agak 'gelap'. Maksudnya, gelap karena seperti lightingnya tidak disusun dengan maksimal. Selama acara, di kursi penonton lebih banyak gelapnya. Terutama waktu acara lucky draw, how in the world the audience could see their tickets kalau lampu di bagian penonton gak diidupin? Begitu juga dengan MC nya, seharusnya MC ngomong dikasi spotlight, dimana pun mereka berada. Mau lagi di panggung, di bawah panggung, atau di tengah-tengah penonton. They are the master of ceremony kan? :) Selain itu, kasian juga mereka gak bisa baca skripnya. Mungkin untuk ke depannya, harus ada yang benar-benar ahli dalam mengoperasikan lampu-lampu dalam dewan. Oh, I miss Faiz, Balu dan Rahmat suddenly.:)) They were the lamp guys back then. Hahaha

Lalu, yang agak mengganggu adalah, never ever keluar dari tengah-tengah panggung apalagi ngintip-ngintip di bawah projector. And I saw that many times last night. Emang sih, acara semalam itu banyak sekali alat musik di atas panggung tapi yah, besok-besok stage managing ya diperbaiki ya adik-adik yang manis.:)) 

Whatever it is, saya salut lah sama panitia acara semalam. Apapun katanya, bikin acara besar seperti semalam dan bukan di tanah air adalah hal yang patut dibanggakan dan diapresiasi dengan baik. Selamat atas kerja kerasnya dan semoga ke depannya ada acara-acara lain dan semakin bagus juga manajemennya. Yang bagus dijadikan kenangan, yang gak bagus dijadikan pelajaran. Eyaaaaaak....:))) 

Oke Ndok, mandi sana mandiii.... 

(Not Really) A Quick Update

Hellloooo.....
Sebenarnya saya sedang tidak berminat mau ngeblog-ngeblog karena harus mikirin thesis yang ternyata banyak masalahnya. Ya Tuhaaan...tolongin sayaaa...:( 
Well, karena saya udah bosan stress, jadiiiii saya mau update blog aja. Mungkin karena udah lama gak nyampah ya makanya stress...(alibimu gak diterima, Ndok!)

Jadi ceritanya saya masih amazed sama "ciyus? miapah?". Dari manaaaalah didapatnya ngomong-ngomong macam itu? Tapi saking stressnya, saya pun memberikan sedikit sentuhan pada kata 'ciyus' menjadi bentuk adverb --> 'ciyusly'. Jadi, contoh kalimatnya, "Duh, capeknya. I'm ciyusly tired." Iya, begitu. Saking stressnya. 

Tapi, walau saya pusing tak karuan, saya masih sempat mendengar lagu-lagu asyik. Maka, ini beberapa lagu yang lagi sering saya dengarkan: 

Swan Dive - Circle
Hiyaaah...lagu lawas sih dan udah beberapa kali didengar dari album kompilasi We Will Be Together: Spring Edition, namun pada suatu malam jadi terdengar sangat mengasyikkan. 

....I thought about it for some time,
I made a circle in my mind,
now I keep coming back, coming back,
coming back to you....



Slowdance - Boyfriend
Nah, kalau lagu ini beberapa minggu lalu dikotakkan alias dikirim melalui dropbox oleh kakak saya. Asik ngets.:) 

...Pretend you're not my boyfriend 
And dance with my head on your shoulder 
Pretend you're not my boyfriend 
So you can ask me out all over...


Urban Zakapa - coffee latte 
Yes, another currently favorite korean band, Urban Zakapa. Sebenarnya ini band udah lama, cuma kemarin saya browsing-brwosing dan mendapatkannya, agak-agak jazzy, macam Maliq and d'essential, tapi nyanyinya bahasa Korea. Coba dengerin Just A Feeling atau Sweety You. Asik juga. Trus mereka juga ada cover Just The Two fo Us nya Bill Withers. *officially being a fan* :D 


Sentimental Scenery - Tune of Stars (feat. Hee Young)
Yeeeeah! akhirnya saya menemukan FreeTempo versi Korea. Oppa ini (iya, dia sendirian, macam Free Tempo juga, tapi susah namanya susah diingat) juga kolaborasi sama artis-artis indie Korea lainnya seperti Taru (vocalisnya The Melody) dalam Brand New Life. Lagu lain yang asik juga Harp Song dan Heavenly Sky. :) Btw, waktu saya mention beliau di twitter trus dibalas. Hahhaa kemfung. Ada 2 kemungkinan sih itu tweetnya dibalas: 1) dia gak ada yang mention kecuali saya 2) dia emang ramah. 


Paris Match - You Make My Day
Nah, kalau yang ini band dari Jepang yang saya temukan setelah dengerin Sentimental Scenenry karena vocalisnya kolaborasinya sama si oppa dalam lagu Moonlight. Ternayata Paris Mtach asik juga, terutama lagu yang ini.:) 

Masih banyak sih tapi malas nulisnya. Mandi dulu yey, udah sore lho ini. :D 

P.S: Semoga kemalasan saya hilang dan otak saya encer ngerjain thesis yang tersendat macam lagi sembelit. 

Friday, October 12, 2012

Boleh Tunggu Sebentar?

bayangnya kembali mengusik
ke dalam pikiran yang sama kacaunya
boleh tunggu sebentar?
kurasa belum waktunya bermain lagi.