Pages

Wednesday, January 30, 2013

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang

Tampaknya saya dan kakak masih belum bisa move on dari liburan musim dingin kami dua minggu lalu. Kadang kalau bangun pagi yang terpikir, "mau kemana aja ya hari ini? kita naik kereta yang mana nih kak? duit kita tinggal berapa lagi?". 

Berbeda dengan kakak, saya bukan fans berat negara Jepang tapi empat hari lima malam di Tokyo bikin saya jatuh cinta. Kebersihan dan keteraturan negara itu memang sudah diamini semua orang dan saya bersyukur bisa melihat semua itu secara langsung. 

Perjalanan saya dan kakak dua minggu lalu bukan liburan mewah tapi efeknya dalam hati rasanya tidak akan pernah hilang sampai kami ke sana lagi. Hahhahaha. Iya, kami mau menabung lagi untuk bisa ke Jepang lagi karena kemarin masih banyak yang belum sempat dilihat dan didatangi. 

Nah, untuk itu, dalam posting kali ini saya mau sharing sedikit soal jalan-jalan ke Jepang. Semoga berguna buat kalian yang ada rencana liburan ke negara tersebut. Kalau pergi dengan travel mungkin lebih mudah ya karena semua diurus sang travel agent. Tapi buat yang mau pergi sendiri, seperti saya dan kakak perlu mengurus beberapa hal yang lumayan ribet. 


DOKUMEN PERJALANAN
Paspor adalah benda sakti buat jalan-jalan ke luar negeri. Sekarang gak susah kok ngurus paspor gak kayak dulu. Tinggal datang ke kantor imigrasi, isi formulir, foto-foto, interview dikit sama petugasnya. Tunggu sehari atau dua hari. Voila! Kamu udah bisa menjelajah setiap sudut dunia. #lebay

Satu lagi tentu saja visa. Untuk visa ke Jepang, tidak susah kok mengurusnya. Asal dokumen yang diminta semuanya lengkap. Biasanya, jenis dokumen yang diperlukan untuk mengurus visa adalah:
- formulir aplikasi visa. Ini bisa didapat di kaunter di perwakilan Kedutaan Jepang yang ada di kota kamu. 

- paspor asli. Karena nanti visanya akan ditempel di dalam paspor, jadi harus paspor asli yang disertakan. 

- itinerary alias rencana perjalanan. Jadi sebelum pergi kamu harus tau di Jepang mau kemana aja. Apakah mau jalan-jalan sekitaran Tokyo, atau mau sampai Kyoto atau Osaka. Yah, itu semua tergantung waktu dan dana pastinya.

- surat keterangan kerja/sekolah. Ini juga penting sebagai bukti status kamu. Kalau belum kerja atau sudah tidak sekolah lagi, bisa juga memberi surat pernyataan. Surat ini berisi pernyatan yang menjelaskan bersama siapa kamu akan pergi dan siapa yang akan membiayai perjalanan. Kalau masih dibiayai orangtua, ada baiknya sertakan juga akta kelahiran

- bank statement. Ini maksudnya fotokopi saldo tabungan selama tiga bulan terakhir. Ini berhubungan dengan itinerary kamu. Itinerary yang dibuat tentunya harus sesuai budget yang ada dalam saldo tabungan. Kalau tidak, bisa-bisa aplikasi visa malah ditolak. Saya juga gak pasti berapa jumlah tabungan minimum yang ada harus ada dalam tabungan. 

- fotokopi reservasi tiket pesawat (ada baiknya sekaligus tiket pulangnya juga, karena kalau tidak nanti dicurigai akan menyalahgunakan izin tinggal).

- pas photo terbaru dengan background putih, ukurannya 4.5x4.5cm. 

Ada baiknya mengurus visa dua atau tiga minggu sebelum keberangkatan karena kalau ditolak bisa apply lagi. Hehe. Tapi sepertinya jarang juga ya ada yang ditolak. Saya cukup kaget dengan pengalaman mengurus visa ke Jepang kemarin karena sisanya selesai dalam satu hari. Cool! 

AKOMODASI
Nah, akomodasi ini sangat berpengaruh untuk biaya liburan. Kalau memang punya teman di Jepang, mendingan nebeng nginap di tempat dia ajalah. Hahhahaa Selain hemat biaya, bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi. #modus  

Tapi kalau mau menginap di hotel sekarang juga gak susah kok. Rata-rata hotel sekarang menyediakan layanan booking online gratis, jadi kamu bisa bayar waktu check-in. Tapi jangan lupa tetap berhati-hati dalam memilih hotel. Buat research yang baik sebelum memesan hotel yang akan kamu tinggali. Website seperti tripadvisor atau agoda cukup membantu dalam hal ini. Lihat review dari para traveller yang pernah menginap di hotel tersebut.

TRANSPORTASI
Gak usah bingung selama di Jepang nanti mau naik apa. Transportasi umum di Jepang oke punya. Pilihannya banyak, ada bus, taxi, monorail, subway, sampai kereta api cepat. Pelajari saja dengan baik jalurnya. Tidak disarankan naik taxi, kecuali terpaksa. Walau taxinya pake argo, tarif awalnya saja sudah mahal.

Dalam merencanakan perjalan, kamu juga harus memikirkan bagaimana cara ke sananya, naik apa, dan tentu saja harganya. Semuanya bisa dicek di sini. Websitenya keren sekali, tinggal klik kamu dari mana mau kemana, pilihan alat tarnsportasi, waktu serta harganya tercantum dengan jelas. 

PACKING 
Barang bawaan tentunya sangat penting. Gak mungkin gak bawa apa-apa pas liburan. Bawalah pakaian yang sesuai dengan musim yang sedang terjadi Jepang. Kalau lagi winter ya gak perlu bawa tanktop sama hotpans. Dan kalau lagi summer, jacket yang tebal disimpan aja di rumah. 

Menurut berbagi review yang saya baca, paling asyik mengunjungi Jepang itu adalah saat musim semi (spring) yaitu sekitar bulan Maret hingga Mei, apalagi kalau bukan karena bunga sakura lagi bersemi. Tapi winter juga seru kok, dingin-dingin sexy gimanaaa gitu.:)) 

Sebagai infromasi, di Jepang kita akan sangat sering jalan kaki. Ada baiknya memakai alas kaki yang nyaman sesuai musim.

Oiya, kalau pada beli tiket promo, belilah bagasi di awal, pilih yang paling ringan saja. Daripada nanti ternyata pulangnya banyak barang, berakhir dengan membayar lebih alias sedekah sama maskapai penerbangan. 

RESEARCH, RESEARCH, RESEARCH!
Sebagai turis independen, kita memang harus rajin-rajin cari info tentang apa saja. Mulai dari tempat tujuan wisata, apa aja yang bisa dilakukan, harga, sampai budaya di Jepang. Mengecek musim dan ramalan cuaca juga penting. Jangan sampai rencana perjalan kacau karena tiba-tiba ada hujan atau badai salju. 

Di internet banyak sekali info tentang liburan di Jepang. Tinggal klik ajaaaah....Website ini  lumayan juga  buat permulaan cari-cari tempat yang asik di Jepang. 

NIAT DAN SEMANGAT
Semua hal di atas gak akan lancar jaya kalau gak ada niat yang kuat dan semangat membara mau jalan-jalan. Pilihlah teman seperjalanan yang memang cocok sama kalian, baik teman atau keluarga. 

Intinya sih, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Mengingat sekarang ini maskapai penerbangan banyak kasi promosi, rajin-rajinlah tongkrongin websitenya. Tetapkan dalam hati bahwa jalan-jalan ke Jepang atau kemana saja itu tidak mustahil. Asal rajin browsing dan tentu saja MENABUNG. Karena pada kenyataannya liburan kan pake duit, bukan pake daun.:D

Semoga tipsnya berguna. Selamat berlibur!:) 

Tuesday, January 29, 2013

Hari Ke - 10 : Forever Playlist #1

Setiap orang pasti punya lagu favorit, termasuk saya. Tapi saya memang lebih suka mendengar lagu-lagu dari musisi atau penyanyi langsung satu albumnya. Alasannya dengan mendengar seluruh lagu dalam album jadi lebih mengerti konsep yang mau dibawa sama si artis dan itu hal yang bikin saya senang. Selain itu, tak jarang lagu-lagu yang ada di dalam album alias gak jadi hits justru lebih keren dan tentu saja terdengar lebih eksklusif karena gak overexposed.

Karena saya orangnya setia (baca: susah move on), ada lagu dan album yang gak pernah bosan saya dengarkan, padahal udah gak musim lagi. Ini adalah beberapa album baik dari dalam maupun luar negeri yang sampai sekarang saya belum bisa move on darinya. Silap galau atau bosan, salah satu album ini akan saya dengarkan lagi dan lagi.


The White Album – The Beatles (1968)
Sebenarnya album Beatles favorit saya adalah Abbey Road. Tapi White Album buat saya album yang sangat bermakna. Mungkin karena di balik pembuatan album ini empat orang anggotanya dilanda konflik besar-besaran antar mereka. Album ini seperti double album karena ada 31 lagu di dalamnya. Dan setiap saya mendengar tracks yang ada, terbayang detik-detik bubarnya band favorit saya ini. Hiks...why? :( 

Favorite tracks : Blackbird, I Will



Friends – Mocca (2004)
Ini album zaman SMP yaaa dan saya harus bilang kalau album Frineds adalah album Mocca yang paling keren sekaligus jadi favorit saya. Lebih swingy, jazzy, dan tetap manis.

Favorite tracks : My Conversation,  I Would Never, You and Me Against The World


The Spirit Room – Michelle Branch (2001)
Iya benar sekali. Ini adalah album pertamanya Michele Branch, kakak-kakak Amerika yang keren dan cantik. Album pertamanya ini, The Spirit Room telah sukses bikin saya susah move on. Lagu-lagunya itu sangat bermakna, liriknya menujukkan kegalauan dan pertanyaan khas anak muda. Halaaah....

Favorite tracks : All You Wanted, If Only She Knew

Under My Skin – Avril Lavigne (2004) 

Nah kalau yang ini kakak-kakak Kanada yang cantik juga keren. Under My Skin adalah albumnya yang kedua. Menurut saya di album ini Avril lagi super galau, merasa sudah bukan anak kecil lagi tapi juga belum terlalu dewasa dalam menjalani kehidupan. Aziiik...

Favorite tracks : Fall to Pieces, Freak Out

Various Artist – OST Nick and Norah Infinite Playlist (2008)

Film Nick and Norah's Infinite Playlist ini telah suskes bikin saya obsesi sama Michael Cera. Entah sudah berapa kali saya tonton film ini sekaligus mendengar lagi laguu-lagu dalam soundtracknya.

Favorite tracks : After Hours - We Are Scientist, Ottomen - Vampire Weekend, Last Words - The Real Tuesday Weld


Death Cab For Cutie – Plans (2005) 

Ini adalah album pertama Death Cab For Cutie yang paling pertama saya dengar, yaitu waktu SMA. Dikasih pinjam CDnya sama teman dan langsung suka. Kemudian eksplorasi akan Death Cab terus berlanjut hingga sekarang.

Favorite tracks : Jealousy Rides With Me, I Will Follow You Into The Dark, Marching Bands in Manhattan

Various Artist - OST MVP Lover (2002)

Kyaaaaa......dari dulu ternyata bakat jadi fan girl sudah terasah. Album ini adalah soundtracknya drama Taiwan, MVP Lover. Ayo anak-anak SMP 2000an awal masih ingat gak drama yang tayang di RCTI tiap jam setengah 5 sore dulu? Yang ceritanya tentang pemain basket? Hahahhaa. 
Jadi soundrtacknya gak kalah asyik sama dramanya. Lagu-lagunya dari berbagai negara Asia Timur, ada dari Taiwan, Jepang dan Korea. Ini adalah album bukan berbahasa Inggris yang pertama saya punya. 

Favorite tracks: Boy Meets Girl - TRF, Sea of Love - Fly To The Sky, So Tell Me - Heartsdales


So, what's yours? Apa album atau lagu yang sampai sekarang asih terus didengar? :) 

Hari Ke - 9 : Adegan Klise dalam Drama

Sejak rajin nonton drama Korea tahun 2010 lalu, kehidupan saya kerap dipenuhi dengan kegiatan seperti baca review drama, membahas drama terbaru dengan beberapa teman dan saudara, dan tentu saja, nonton atau nonton kembali drama-drama yang ada.

Cerita drama atau film tak jarang sudah bisa kita tebak. Dari cover DVD nya aja kadang kita udah bisa tahu, ceritanya tentang apa, siapa suka siapa, dan lain sebagainya. Tapi buat saya yang penting dari aktivitas menonton bukan awal dan akhirnya, tapi jalan cerita drama atau film tersebut. Satu hal yang bikin saya suka nonton drama adalah bagaimana setiap karakter berkembang dari episode pertama sampai episode terakhir.
Karena seperti kehidupan, dari kita lahir sampai mati pasti selalu ada segal macam proses. Eyaaak...

Walapun hobi nonton drama, saya tetap sadar bahwa yang ada di drama itu cuma representasi dari realitas. Jenis cowok super sweet itu mungkin mustahil ditemukan di dunia nyata. Cinta pada pandangan pertama pun tidak sesering itu terjadi dalam kehidupan yang sangat kompleks ini.

Kalau diperhatikan, sebenarnya ada adegan-adegan dalam drama yang seperti sudah menjadi pola penyampaian cerita. Dalam hal ini tentu saya bicara soal drama Korea. Saya kurang pasti sih kenapa beberapa adegan ini sering sekali muncul dalam drama produksi mereka. Mungkin ada kepentingan bisnis, bisa juga sebagai satu cara untuk menyebarkan satu paham. Entahlah.

Yang jelas, ini dia beberapa adegan yang sering sekali muncul dalam drama Korea:

1. Lari-lari di airport
Airport di Seoul sana pasti banyak dapat uang masuk karena tiap drama pasti ada adegan lari-lari di airport. Biasanya sih ceewek atau cowoknya mau pergi kemana gitu deh. Tapi bagus lah Incheon Airport itu emang keren, coba kalau lari-lari di Polonia...mana bisa...belum apa-apa udah dihadang segerombolan supir taksi. #pengalamanperibadi 

2. Coba-coba baju di department store
Sama halnya dengan airport, department store juga pasti jadi salah satu sponsor suatu drama. Sekalian promosi barang-barang yang dijual di situ mungkin ya. Saya bayangin kalau mereka nyobain baju di salah satu deprtment store di Indonesia di kala weekend, jangankan cowoknya duduk di kursi nungguin ceweknya, si cewek kurang bisa dipastikan berhasil masuk kamar pas atau tidak. 

3. Piggyback
Haduh nyari di mana coba cowok-cowok yang mau gendong ceweknya? Gendok belakang pula. Capek broooh pastinya.
Saya sempat mikir kalau semua abang-abang Korea hobinya gendong belakang. Baaaang....gendong saya baaang...gendong sayaaa.... 

4. Tabrakan 
Eyaaaak ini mau drama apa aja emang selalu ada adegan tabrakan. Abis ketabrak, marah-marah, trus tiba-tiba ketemu lagi di suatu hari yang cerah. Trus gengsi-gengsian, trus jatuh cinta deh. Hmmm andai semua acara tabrakan berakhir bahagia dan tabrakannya sama cowok ganteng. Soalnya saya seringnya nabrak abang-abang entah siapa karena suka gak fokus pas jalan kaki. Trus yaudah bilang sorry lalu gak pernah ketemu lagi. -_-

5. Ceweknya sakit dirawat sama cowoknya
Hadoh ini subjudulnya sungguh tidak intelek. Yah maksudnya gitu lho, biasanya tuh di drama selalu ada adegan dimana si cewek demam atau sakit apalah gitu lalu cowoknya dengan sigap dan baik hati merwatnya. Dikompres, dimasakin makanan, disuapin. Awwwww so sweet. Nyari dimana coba abang-abang macam gitu? Yang ada juga cuma bikin status "Get well soon, sayang:. Preeet...tindakan nyata dong bang! Tindakan nyataaa!!! *ini kenapa aku yang emosi?!* Hahhahaha

6. Teringat
Naaah ini patut dipermasalahkan nih. Biasanya ya, kita ingat wajah, tindakan atau perkataan orang yang jadi lawan bicara kita. Namun dalam drama sering sekali yang ditunjukkan malah keadaan kita sendiri. Lah kan kita gak bisa lihat wajah sendiri?! Yah, emang sih agak lebay bahas beginian tapi menurut saya ini tetap saja gak sesuai. Hahahaha

Saya cuma keingat lima adegan ini aja sih. Ada yang mau nambahin? :))

Terlepas dari semua itu, saya tetap suka nonton drama. Sekadar untuk melarikan diri dari kerasnya realita. Walaupun kehidupan sudah cukup penuh drama, apa salahnya bermain-main dengan drama yang lain. Toh yang ini kita sudah tau akhirnya: happy ending. :) 

Tuesday, January 22, 2013

Hari Ke-8 : Winter Is Not That Cruel

Dalam banyak lirik lagu (dari negeri beriklim subtropis), saya bisa tahu kalau winter itu katanya kejam. Udaranya dingin, anginnya menusuk tulang, jalanannya basah, kalau keluar ribet karena bajunya harus berlapis, dan tentu saja, bikin malas.

Saya yang emang lahir, besar dan tinggal di negara tropis ya enggak pasti juga ya musim dingin itu gimana. Paling bisa ngebayangin winter itu se-menyebal-kan musim penghujan. Becek, banyak nyamuk, kemana-mana males soalnya takut kehujanan. 

Minggu lalu saya dan kakak berkesempatan menikmati musim dingin di salah satu negara empat musim, Jepang. Kami berwisata di kota Tokyo selama lima hari empat malam. Tujuan utamanya jalan-jalan sekaligus mewujudkan cita-cita kakak saya yang kepingin ulang tahun seperempat abadnya dirayakan di Tokyo. Ribet ya kakak-kakak ini...*padahal ngikut juga*:D 

Musim dingin di Jepang dimulai dari awal Desember dan berakhir bulan Feburari. Konon Januari adalah puncaknya musim dingin. Dari awal keberangkatan saya agak deg-deg-an dinginnya kayak apa ya. Walau berpengalaman tinggal di daerah datran tinggi yang sepanjang hari dingin tapi beda ya dulu masih anak-anak mana kerasa. 

Ternyata, dinginnya lumayan juga. Selama di sana suhu sekitar 4-11 derajat Celcius lah. Long john (pakaian dalam hangat) adalah benda wajib pakai, dilapis stocking yang hangat, kaos turtleneck, baju yang bahannya hangat, jacket, dan coat. Di tambah sarung tangan dan syal. Hmmm...udah kayak hanger berjalan. 

Tapi apalah artinya dingin menusuk tulang, angin kencang, tangan mati rasa plus kaki gempor kebanyakan jalan kalau mata dimanjakan dengan pemandangan macam ini....

Senja dari salah satu sudut Odaiba
Pemandangan Tokyo Tower dari Roponggi
Jalanan di Ueno Park masih tertutup salju
Siang hari di sekitar Ueno Zoo
Sore di Asakusa, Tokyo Sky Tree menjulang 
Ferris Wheel di Odaiba
Sayang sekali waktu datang lagi gak beroperasi, mungkin karena badai salju beberapa waktu lalu. Padahal udah siapin dana dan hati buat naik bianglala raksasa.
Menuju senja di  salah satu sudut jalan Meguro 
Tokyo Tower malam hari
Subhanallah, ciptaan Tuhan memang luar biasa.:) 

Sunday, January 13, 2013

Hari Ke-7 : Antara Passion, Cita-cita dan Realitas

Omong-omong soal judul tulisan ini saya memang belakangan makin sering memikirkan ketiga hal yang menurut saya saling berhubungan. Semakin bertambahnya umur (Ya Tuhan umur saya bulan depan 23! *gunting KTP*), pikiran dan pertanyaan mengenai kehidupan making rajin aja singgah di kepala. Saya kira dulu anak SMP dan SMA lah yang paling galau dan labil dari segala jenis umur. Tapi kok rasanya usia 20-an ini complicatednya pol-pol-an. Ini saya aja yang suka ngeribetin kehidupan atau ada yang ngerasa gitu juga gak sih?

Passion adalah satu kata yang makin sering saya dengar. Dulu waktu saya masih sekolah jarang tuh ada yang ngomong passion. Mungkin karena saya sekolahnya di kampung-kampung pedalaman Sumatera Utara kali ya yang dulu televisi pun harus pake parabola kalau mau dapat semua channel tv nasional. Aduh kok malah curcol.

Mungkin passion itu dulu sering disebut minat kali ya, sesuatu yang kita suka. Yah kan sekarang apa-apa pake bahasa Inggris biar keren, jadinya sering disebut passion. Passion bahasa Indonesianya itu gairah/semangat/nafsu, mungkin kira-kira maksudnya sesuatu yang bikin kita semangat menggebu-gebu mengerjakannya. Anak-anak jaman dulu mungkin banyak yang bingung kalau ditanya minat atau passionnya apa. Beda sama anak jaman sekarang. Mungkin karena sekarang makin banyak infromasi jadi banyak sekali yang bisa dijadikan pertimbangan dan referensi.

Passion sering disebut-sebut sebagai satu hal yang sangat membanggakan. Pokoknya, temukan passion mu, maka kamu akan bahagia seumur hidup. Yah, kira-kira kalau di Tumblr atau akun quotes yang inspirasional : Find your passion, money will follow. Jiyeee...:D

Dulu waktu saya sekolah (iya, yang di kampung-kampung itu), informasi sangat terbatas. Untung saja saya punya televisi di rumah dan di ibukota kabupaten banyak dijual majalah dan buku-buku dari Jakarta. Dan kalau Ayah saya pulang dari ibu kota provinsi, beliau selalu membawakan saya dan saudara-saudara buku-buku atau majalah yang bagus. Beli di Gramedia gitu. Dulu udah mantap kali lho kalau di sekolah bawa buku cerita rakyat atau kumpulan dongeng Bobo. Beeeeghhh ada tag harga Gramedia nya. Oke, makin kelihatan kekampungannya.:P


Sayangnya, tidak semua orang menyadari passion atau minat mereka lebih awal. Banyak kasus setelah mereka dewasa (atau bahkan tua), baru menyadari bahwa sebenarnya apa yang mereka lakukan sekarang bukanlah yang benar-benar mereka inginkan. Bahwa yang mereka lakukan tidak (lagi) membuat mereka beresemangat, malah cenderung tertekan. Namun sudah terperangkap dalam siklus kehidupan yang susah sekali untuk ditinggalkan. Saya pernah membaca satu quotes yang sebanrnya sungguh sangat menohok perasaan.

"One of the hardest decision you'll ever face in life is choosing whether to walk away or try harder."

Dulu saya tidak begitu mengerti maksud passion, minat atau apapun namanya. Yang saya tau, abis sekolah SD-SMP-SMA-kuliah trus kerja deh. Karena katanya begitu (harusnya) 'siklus' nya. Tapi seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa siklus kehidupan tidak sesederhana itu. 

Nah, bagaimana dengan cita-cita? Apakah cita-cita itu cuma sebatas keinginan kita sewaktu kecil yang sebenarnya semu? Bukankah cita-cita itu juga perlu dicapai? Dan dalam prosesnya pasti sangat banyak naik turunnya, dan tentu saja, pilihan kedua dalam quotes di atas sangat diperlukan.

Kadang-kadang passion dan cita-cita tidak sejalan. Ada yang cita-citanya mau jadi dokter tapi yang membuatnya bersemangat adalah memasak. Mungkin saya termasuk ke dalam kelompok orang yang begitu ya, maunya lain, tapi yang bikin saya senang mengerjakannya malah yang lain. Parahnya, saya telat menyadarinya.

Mungkin buat saya sekarang cita-cita tetap jadi tujuan utama, dan passion sebagai sesuatu yang bikin tetap semangat mengejar cita-cita. Sedangkan realitas adalah sesuatu yang harus dijalani karena sadar ataupun tidak sadar, setiap kita punya andil dalam realitas yang kita punya. 

Maka dalam konteks saya, saya pilih yang kedua, try harder. Atas nama komitmen terhadap cita-cita dan tentu saja, realitas.

Btw, ada yang merasakan hal yang sama gak sih? yang cita-cita dan passionya agak berbeda? *nyari kawan* 

P.S: ini seperti naskah curcol dan sedikit self defense ya. *siul-siul* 

Hari Ke-6 : Cerita Pulang

Sudah seminggu bolos dari @30HariBercerita. Alasan klise sih, sebelum pulang kemarin sempat hectic mengurus segala macam hal mulai dari ngebut ngerjain progress thesis biar  bisa dibaca sama supervisor, bayar uang asrama, nagih utang (iya, biar ada duit di tanah air. hahahaa) dan tentu saja, packing. 

Kepulangan saya kali ini didasari atas liburan semester. Karena mata kuliah sudah selesai semua, tinggal thesis aja, jadinya saya gak perlu mengikuti final exam. Jadi saya dengan lancang pulang duluan dan sukses membuat beberapa teman iri berat.:P

Sudah beberapa hari di rumah rasanya menyenangkan sekali. Mama masak enak-enak terus sesuai kesukaan saya. Thanks Mama, mungkin berat badan saya juga udah naik ini. Ini memang seperti sudah jadi hukum alam, minggu pertama di rumah itu rasanya seperti tuan puteri, mau makan apa dimasakin dan kalau lelah saya cuma tidur-tiduran, nonton televisi atau DVD di rumah. Dan tentu saja, saya malas mengaktifkan handphone, bahkan internetan. Tapi lihat saja nanti minggu kedua, saya akan kembali ke kodrat: nyuci piring, bersih-bersih, nganterin Mama, dan lain-lain.:P

Baiklah, karena sudah bolos berhari-hari, saya akan kejar tayang nulis beberapa cerita yang sebagian sebenarnya udah ada di draft cuma malas ngeditnya, sesuai syarat pendaftaran terdahulu.:D

Selamat berlibur buat yang sudah selesai ujian dan selamat menunaikan ibadah final exam buat yang masih ada ujiannya.:)

*ngetik sambil makan* 

Sunday, January 6, 2013

Hari Ke-5 : Is Our Life Easier With Internet?

Saya terinsiprasi buat nulis ini karena tadi sore di tengah kepuyengan menyusun item kuisioner penelitian, saya ngisi teka teki silang alias TTS. Iyaaa saya bawa tuh TTS dari Indonesia yang covernya gambar kakak-kakak entah siapa. Teman buat di pesawat atau di kala suntuk.

Walaupun sampul depannya kurang intelek, soal-soal di TTS kakak itu cukup berkualitas kok. Banyak juga kata-kata bahasa Indonesia yang saya gak tau sinonimnya apa. Omong-omong, saya  paling gak suka sama soal yang general macam : merk semen, merk pisau cukur. Ntahapa kurasa. -_-

Oke saya gak mau ngomongin soal TTS mana yang berbobot mana yang enggak, tapi mau ngomongin perbedaan cara kita mengisi TTS zaman dulu dengan zaman sekarang. Dulu kalau kita gak tau jawabannya soal TTS, pasti udah heboh bolak-balik buku pintar lah, RPAL lah, RPUL, kamus Inggris, kamus Indonesia, nanya kakak, abang, mama, ayah, sampai nanya tetangga. Semua ditanyain. Kalau gak ada yang tau, kita akan merasa lelah tak berdaya, lalu dengan tidak rela meninggalkan kotak-kotak itu dalam keadaan kosong.

Sekarang? Tinggal Googling ajaaaah….mau apa? Sinonim? Antonim? Bahasa tinggal buka google translate. Kantor berita, ibu kota negara, menteri ini meneteri itu, tinggal ketik kata kunci aja di google maka keluarlah segala jenis dokumen yang berhubungan dengan yang kita cari.

Nah, pertanyaannya. Apakah kehidupan menjadi lebih mudah dengan adanya mesin pencari, atau kalau di kampung saya namanya search engine seperti Google? Atau lebih generalnya, apakah kehidupan kita lebih mudah dengan adanya internet?

Buat saya jawabannya : iya dan tidak. Yah, namanya makhluk Pisces ya, gak ada yang benar dan yang salah. Kami para makhluk Pisces selalu berada di jalan abu-abu karena kami bisa melihat satu hal dari banyak perspektif. Orang berzodiak Pisces juga selalu bingung karena terlalu banyak mikir, direspresentasikan oleh lambang zodiaknya: dua ikan berenang muter-muter gak jelas di aquarium.

Ini kenapa jadi bahas astrologi? K

Baiklah, kembali ke masalah hidup jadi lebih mudah atau tidak. Di satu sisi kehidupan memang lebih mudah karena ada internet. Mau ngapain aja gampang, asal ada sinyal internet. Mau cari apa yang gak bisa? Nyari info restoran, sekolah, universitas, bahkan nyari pasangan juga bisa melalui internet.
Tapi di sisi lain, sungguh buat saya kehidupan jadi sangat complicated sejak saya mengenal benda bernama internet. 

Kenapa?

Pertama, karena makin banyak informasi. Emang sih, informasi bikin kita lebih pinter, bikin kita banyak tau, dan bikin pikiran kita lebih terbuka. Tapi, too much information kadang malah bikin kita jadi bingung, YANG BENAR YANG MANAAA??

Saya sering menemukan artikel kesehatan misalnya. Di artikel yang satu, bilang kalau banyak minum air putih itu bagus buat kesehatan kulit, dan lain-lain. Tapi ada juga artikel-artikel lain yang bilang kalau minum air putih banyak juga harus hati-hati karena bisa mengganggu fungsi ginjal, akibat kerja ginjal yang terus-menerus. Okay, fine.

Atau kita temui berita-berita terkini seperti misalnya bencana alam. Satu berita bilang korban meninggal 200 orang misalnya. Berita sebelah bilang 50 orang. Padahal kalau lihat waktu berita dipublish, hampir sama saja. Lah, ini yang mana yang bener?? 150 nyawa itu banyak kan ya?

Intinya sih, dalam internet itu banyaaaaak sekali informasi. Ketik satu kata di Google, hasilnya bisa sepuluh ribuan lebih.

Ada satu penelitian menarik yang dibuat oleh Ethnographic Research in Illinois Academic Libraries (ERIAL) di lima universitas di Illinois, Amerika Serikat. Dari 60 mahasiswa yang jadi responden penelitian ini ditemukan kalau mereka rata-rata tidak optimal dalam kegiatan Googling. Iya, ngasal aja gitu nyari info tapi gak ngerti yang mana yang relevan sama mereka. Kalau mau lihat hasil lengkap studinya bisa dilihat di sini.

Ironis memang. Ketika sumber informasi semakin banyak dan mudah diakses, kita manusia malah terjebak dalam lautan informasi. Pilihannya ada dua: mau belajar berenang dengan baik atau jauh-jauh dari laut.

Alasan yang kedua, jadi suka berprasangka sama orang. Yah, gitu deh, agak-agak susah percaya sama orang jaman sekarang,sering curigaan. Apalagi orang yang dikenal melalui dunia maya. Seperti namanya dunia si maya ini dunia virtual, gak nyata.

Dulu sebelum ada internet kita pun sebenarnya juga untuk percaya sama orang. Dan lebih susah juga tau kehidupan teman-teman kita sebenarnya . Mungkin saja teman kita ini di sekolah dia super baik, eh taunya di rumah kalau makan pake kaki dia adalah anak yang kejam dan tidak sopan, hobinya banting-banting barang dan melawan orangtua. Atau mungkin dia adalah psikopat atau kleptomania. *kebanyakan nonton drama*

Sekarang, dengan adanya situs jejaring sosial macam Twitter. Iya saya kasih contohnya Twitter soalnya udah empat tahun belakangan jarang buka Facebook, semenjak mantan saya punya pacar baru main Twitter. Sekarang kita bisa tau teman kita buat apa tiap detiknya, kalau dia rajin ngetweetnya. 

Dan sekarang bukan cuma susah percaya sama orang tapi kita sering sadar atau gak sadar nge-judge seseorang cuma dari bio Twitternya atau tweet-tweetnya. Gak bisa disalahkan sepenuhnya juga sih,  sebenarnya media sosial itu memang salah satu medium untuk berekspresi jadi mungkin sedikit banyak kita men-citra-kan diri kita dalam platform tersebut. Tapi, apakah tidak kejam namanya cuma lihat orang hanya dari bio Twitternya?

Seorang antropolog Jepang bernama Mimi Ito berpendapat kalau apa yang kita lakukan di dunia maya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang kita lakukan di dunia nyata, seperti misalnya mencari teman, kenalan, ngobrol-ngobrol, memilih teman dan lain-lain. Saya setuju sama pendapat beliau. Baik di dunia maya ataupun di dunia nyata, kita harus pintar-pintar membangun hubungan dengan orang. Tapi tentunya harus dibarengi dengan kesadaran kalau dunia nyata adalah kehidupan yang betul-betul harus kita fokuskan tujuannya.

Trus Ndok intinya apa?

Nah, saya juga bingung intinya mau bilang apa ya? Dari TTS udah sampai ke Twitter pula. -_-

Oiya, jadi intinya sih, kehidupan memang jadi agak rumit dibandingkan dahulu ketika kita gak mengenal dunia internet, satu-satunya nomor penting yang harus kita simpan dan sifatnya rahasia cuma pin ATM. Sekarang kita musti pinter-pinter bikin password karena takut dihack sama orang iseng. 
Tapi, ada baiknya kita menggunakan internet dengan bijaksana. Jangan langsung percaya sama apa aja yang ada di internet. Gak usah sok mantap nge-judge orang dari avatar atau bio Twitternya.

Dan seperti kata Tante Mimi Ito tadi, karena dunia maya juga semacam ‘playground‘ di dunia nyata, jadi mari kita main dengan baik dan jujur tapi harus tetap pakai strategi. Jangan curang atau cuma jadi anak bawang.;)

Selamat berakhir pekan. Peace, Love and Gaul. #terplanetremaja 

Friday, January 4, 2013

Hari Ke-4 : Mimpi Ala K-poper

Hari ini saya bingung mau nulis apa untuk @30HariBercerita karena pulang dari kampus sekitar jam 12 tadi siang saya tidur sampai sore. Iya, membalas tidur-tidur yang belakangan kacau balau. Jadi, maaf kalau postingan hari ini cuma celotehan tak berarti. Ini masih termasuk kategori 'cerita' kan ya? ;) *ngetik sambil merem* 

Dalam tidur saya yang lumayan panjang tadi itu, saya bermimpi hal yang menurut saya konyol sekali. Kalau katanya kita akan lupa mimpi kita setelah 5 menit bangun, tapi itu tidak berlaku dalam kasus saya ini. Mungkin disebabkan mimpi saya ini konyol luar biasa. 

Jadi, tadi saya bermimpi saya sedang berada di suatu acara entah apa gak jelas. Yang jelas, di situ bintang tamunya tiba-tiba saja artis Korea kesukaan saya: Jang Geun Suk. Nih kalau yang gak tau Jang Geun Suk sila dicek di sini

Lalu, dimulailah acara itu (yang sumpah saya juga bingung ini acara konsepnya apa). Muncullah si Jang Geun Suk dari balik panggung bersamaan dengan balon-balon jatuh dari langit (yah, namanya juga mimpi). Ternyata, di tali balon-balon itu ada kertas semacam undian yang bertuliskan jenis hadiah. Macam lucky draw gitu. 

Kemudian entah dari mana asalnya, muncul seorang kakak-kakak yang wajahnya belum pernah saya lihat sebelumnya dalam kehidupan nyata. Dia teriak ke saya, "Dek dek ambil yang itu tuh, biar bisa foto bareng Jang Geun Suk."

Arwah saya pun dengan sigap langsung mengambil balon yang dimaksud si kakak. Tapi ternyata ramaaaai sekali yang mencoba mengambil balon yang dimaksud. Saya pun semacam kewalahan dan langsung mengambil balon dengan asal-asalan. Asalkan dapat balon. 

Tiba-tiba keadaan gelap, Jang Geun Suk nya hilang dari panggung. Lalu saya lari-lari menuju panggung sambil hampir menangis. Tiba-tiba muncul lagi orang yang entah siapa bilang ke saya, "Dek, kalau foto sama Jang Geun Suk kejar aja, dia ada di balik panggung." Usut punya usut, Jang Geun Suk nya ngambek karena pada gak teratur alias heboh gak karuan. :|

Yah, namanya juga mimpi, saya pun naik ke atas panggung, lari-lari (yang saya rasa itu larinya macam jauh sekali) dan kemdian Jang Geun Suk pujaan saya itu ada di depan mata. 
Trus saya bilang sama dia "Jang, saya mau foto bareng. Kamu kok tiba-tiba hilang?". Saya ingat saya menangis tersedu-sedu di situ. 

Lalu Jang Geun Suk dengan baik hati mengajak saya foto bareng dan saya pun tidak menangis lagi. 

Semuanya gelap. Kemudian terbangun dengan mata masih basah. Saya mikir sesaat kemudian tertawa. "What the hell was that? what a silly dream."

Nah, jadi itu cerita mimpinya. Yang saya heran, masa sih sampai segitunya??? :)) Saya ini udah beberapa minggu memang kecarian Jang Geun Suk karena beliau udah sebulan lebih gak nge-tweet dari akun Twitternya @AsiaPrince_JKS . Emang sih dia lagi sibuk Cri Show 2, tapi gak segitunya juga sih sampek kebawa mimpi. 

Mungkin kira- kira moral of story nya:
- jangan tidur kelamaan
- once you enter the world of k-pop, there's no way back. Seriously.

Selamat berakhir pekan, teman-teman. Insya Allah besok-besok ceritanya akan lebih bermakna dari ini. 

Salam hangat dari saya dan Ayank Sukkie.

foto dari tumblr.com

Thursday, January 3, 2013

Hari Ke-3 : We Are So Busy Growing Up


"Love your parents. We are so busy growing up that we often forget that they too growing old"

Pasti pernah baca quotes itu kan? itu quotes anonim yang bisa menusuk-nusuk hati betul. Apalagi saya lagi jauh dari orangtua begini dan tiap bulan masih dikirimin duit. Duh rasanya pingin bunuh diri.:|

Gak ada maksud buat bikin sedih sih, cuma sekali-kali perlu juga direnungkan. Saking sibuknya kita sama kewajiban sehari-hari entah itu kuliah atau kerja, kadang kita lupa, ayah dan ibu di rumah gak putus doanya buat kita. Bahkan di tengah kesibukan mereka, mereka masih sempat untuk sekadar nge-bbm nanya "apa kabar sayang?" "lagi ngapain kamu, Nak?"

Lah, kita kadang lupa balasnya, dengan alasan sibuk lah, lupa tadi lagi ada kerjaan lah. Hmmmm....sungguh egois memang anak-anak ini. Lupa apa ya dulu gak bisa apa-apa cuma bisa nangis minta ASI sama ibunya, cuma bisa nangis minta digendong sama Ayahnya. *sebenarnya ini saya nulis dari sudut pandang anak-anak atau orangtua sih?*

Oke baiklah intinya, sesibuk apa pun kita mengejar mimpi, jangan lupa, orang tua kita pun juga sedang memperjuangkan mimpinya, yaitu kita. #notetoself #tssaaaahhh


P.S: lagi rindu emak sih sebenarnya. mau pulaaaang....:( 

Wednesday, January 2, 2013

Hari Ke-2 : Merancang Kehidupan




Ada beberapa episode How I Met Your Mother yang saya suka, salah satunya yang potongan scenenya saya screen captured di atas. 

Adegan itu ada dalam episode terakhir di Season 4, The Leap.
Ceritanya Ted yang saat itu lagi nganggur akhirnya dapat satu proyek desain. Tapi ternyata desain restoran bebentuk topi koboi buatannya tidak diterima oleh klien. Padahal untuk mengerjakan proyek tersebut, Ted begadang tiga hari tiga malam, melewatkan surprise party ulang tahunnya, bahkan sampai 'diperkosa' kambing betina. 

Dialog antara Lily dan Ted sebelum adengan di atas:


Ted: This is a disaster, how am I going to come back from this? 
Lily : Okay, I'm just going to ask this. Do you really wanna come back to this? 
Ted: what's that supposed to mean? 
Lily : Architecture is killing you, Ted, and it's killing us to watch it killing you. You're like that goat with the washcloth. You want it so bad, and every time the world tries to take it away from you, you keep grabbing it. But, you know what? It's just a washcloth. Why do you even want it?
Ted: Because I have to be an architect. That's...that's the plan. 
 
Lily: Screw the plan. I planned on being a famous artist. Marshall planned on being environmental lawyer. Robin planned on being TV reporter. Barney planned on being a violinist.


Nah, apa yang bisa diambil dari kisahTed?

Buat saya, karena Ted di situ umurnya udah 30an, mungkin iya, sudah seharusnya dia tidak terlalu stick to the plan lagi karena plan nya udah kacau balau. 

Tapi, karena saya masih 22  tahun, jadi saya masih mau mendesain hidup saya sendiri. Ada baiknya mencoba lebih keras dulu, masih muda ini. 
Plus, it's on drama, baby. In the real life, you have some difficulties just to quit college and live like a boss. 

*cheers and doing thesis* 

Tuesday, January 1, 2013

Hari Ke-1 : Catatan Awal Tahun

Untuk menambah euforia tahun baru, maka saya juga mau ikut menyumbang sampah digital. :P

Baiklah sekadar kilas balik 2012....
Tahun lalu adalah tahunnya saya genap berusia 22 tahun (dan bulan depan 23, duh!). 2012 adalah tahunnya saya seminar proposal thesis. Tahunnya saya sering pulang ke rumah karena Alhamdulillah-banyak-rejeki-kecil-kecil-tapi-sering. Tahunnya saya (akhirnya) nonton Urbanscapes. Tahunnya banyak dapat kenalan baru baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Dan, saya baru menyadari bahwa sepertinya saya tidur laut malam hampir sepanjang tahun. 

Tidak ingin berencana yang muluk-muluk. Hanya ingin menyelesaikan apa yang telah dimulai dan lebih menjaga kesehatan. Itu saja.

Selamat Tahun Baru 2013, teman-teman. Doakan saya lulus kuliah tahun ini yaa.:* 

Penang, 1 Januari 2013, 9.45pm