Pages

Sunday, June 16, 2013

Happy Father's Day, Ayah!

Hari ini adalah hari minggu ketiga di bulan Juni, yang dijadikan Father’s Day di beberapa negara di dunia, termasuk Malaysia. Saya selalu ngakak sekaligus iba setiap Ayah saya mengeluh di Hari Ibu, “Di Indonesia enggak ada Hari Ayah, adanya Hari Ibu terus. Enggak adil.” Hahahaha.

Karena saya lagi di Malaysia, tapi Ayah saya lagi di Indonesia ya enggak apa-apalah ya. Saya bikin tulisan tentang Ayah dalam rangka Father’s Day. Not that I’m celebrating it, just to remember what my Ayah means to me.

Dari dulu saya sering dibilang Daddy’s little girl. Selain karena wajah saya yang mirip minta ampun sama Ayah, saya selalu ngekor kemana pun Ayah saya pergi. Bukan apa-apa, kalau pergi sama Mama saya diragukan sebagai anak kandung, karena Mama saya berkulit putih sedangkan saya kebalikannya. Menyampah betul kalau ingat masa lalu yang kelam! -_-“

Kini karena saya sudah bukan anak kecil lagi (jiyaaah sok dewasa), saya juga masih merasa sebagai anak kecil si Ayah. Kalau saya pulang pasti saya pergi kemana-kemana diantar Ayah. Nah kalau ini alasannya karena beliau tidak memberi saya kepercayaan untuk saya menyetir sendirian. Emang sih, kemampuan menyetir saya jauh sekali kalau dibanding abang dan kakak saya. Kalau ada pertandingan siapa paling sering bikin mobil lecet, tentu saya pemenangnya. *tidak ada rasa bangga sama sekali ketika menulis ini*

Ini kenapa jadi bicarain saya ya?!
Oke baiklah, mari kita kembali kepada topik yang seharusnya dibicarakan.

Ayah saya akan berusia 60 tahun September tahun ini. Wah kasihan Ayah, di usianya yang hampir 60 tahun, anaknya belum ada yang menikah, bahkan dua anak perempuannya jomblo. Sedangkan teman-temannya banyak yang sudah bercucu. Ini juga mendatangkan masalah kepada saya. Setiap saya jalan sama Ayah, saya sering dikira cucunya. Super Zzzzzzz………..!

Ya mari doakan semoga ketiga anak beliau enteng jodoh. Amiin.

Sebenarnya susah sekali menyusun kata-kata untuk bercerita tentang Ayah. Mungkin singkatnya, saya selalu mengidolakan Ayah dalam banyak hal. Ayah buat saya seperti ensiklopedi berjalan. Saya banyak bertanya pada Ayah saya, tentang politik, isu-isu terkini sampai soal musik.

Saya juga sering bertanya tentang kehidupan. Hihi gaya betul. Saya suka mendengar cerita-cerita Ayah, apalagi kalau mengenai kebodohannya di masa muda bersama teman-temannya. Kadang saya sering berpikir, “Aku sudah tahu dari mana segala keanehan ini berasal. It’s a matter of genes”.

Kadang kalau di rumah saya malas nonton televisi karena tenang saja, saya selalu bisa update informasi dari Ayah. Tapi saya jadi sering kena marah sama beliau, “kamu ini anak komunikasi kok gak update berita!” Yah, gimana ya Yah, semakin mendalami ilmu komunikasi, jadi imun sama berita-berita di media. #alibi

Saya juga salut dengan daya ingat Ayah saya di usianya yang sudah hampir senja. Beliau banyak ingat teman-teman saya, abang dan kakak. Mungkin waktu dulu kami bercerita pada beliau, beliau benar-benar mendengarkannya. Kadang Ayah sering bertanya, “Dek, temen adek si Anu, mana sekarang?” , “Temen kakak? Abang?”. Yaampun Yah, kami aja udah lupa dia ada di mana, malah Ayah pulak yang ingat.

Ada satu kejadian yang saya ingat sampai sekarang. Waktu itu saya masih kelas 1 SMA. Ayah masih bekerja di luar kota sedangkan saya dan saudara-saudara saya tinggal sendirian di kota Medan. Suatu hari, di sekolah ada acara Isra’ Mi’raj. Tapi saya enggak datang. Ayah bertanya melalui telepon.

“Kenapa gak ke sekolah?”

“Iya yah temen-temen rame yang gak pergi.”

Saya kira tak masalah dengan saya tak pergi acara  tersebut. Rupanya waktu Ayah sampai di rumah malam harinya, beliau tidak seramah biasanya kepada saya. Saya jadi kesal. Kenapa sih? Perasaan gak ada salah apa-apa. Karena saya anaknya suka penasaran (sekaligus gak sabaran), saya tanya sama Ayah.

“Kenapa sih Yah? Kok sombong kali sama Nanda?”

“Kamu kenapa gak datang Isra’ Mi’raj?”

“Emangnya kenapa? Kan gak wajib datang juga Yah.”

“Ayah gak marah kamu gak datang, tapi Ayah gak suka alasan kamu gak datang. Kalau memang gak mau pergi yasudah tapi jangan karena teman-teman malah jadi gak pergi.”

“Iya…”

“Ayah gak suka anak ayah cuma ikut-ikutan. Kalau melakukan sesuatu itu karena diri sendiri, bukan karena orang.”

Kira-kira begitu percakapan singkat kami waktu itu. Saya terdiam lalu menghilang dari pandangan beliau. Wuuuzzz… 

Sebenarnya sudah biasa sih direpetin Ayah, cuma entah kenapa saya selalu ingat kata-kata beliau waktu itu. Kalau melakukan sesuatu itu jangan karena orang lain. Sampai sekarang saya selalu berusaha untuk memberi alasan setiap apa yang saya lakukan. Memastikan kalau hal ini memang benar-benar kemauan saya, bukan kehendak orang lain.

Hmmmm….sebenarnya masih banyak petuah dari Ayah yang saya dapat pas lagi sesi ngobrol sambil makan pop mie tengah malam (tentu saja ketika Mama sudah tidur, kalau tidak pop mie bisa disabotage).

Saya gak bisa kasi apa-apa buat Ayah di Father’s Day ini. Saya cuma berdoa semoga Ayah sehat selalu, panjang umur, tidak bandel dan tetap bertahan dengan kecerewetan anak-anaknya, terutama anaknya yang nomor tiga. Semoga Ayah terus bisa melakukan kegiatannya seperti sekarang, terus membaca, terus berkebun, terus bermain musik, terus bernyanyi dan tentu saja terus beribadah.

Happy Father’s Day, Ayah! You are not the best father in this world but as your daughter, I can say that you’re the inspiration. See you at home in Ramadhan! Insya Allah. J
Bersama Ayah, waktu saya masih imut-imut dan gak ngeselin.:D 

K-Indie 101

Halaah gaya betul judulnya. Sok mantap. Padahal baru dua tahun belakangan berenang dalam lautan musik underrated Korea. *tampar-tampar diri* 

Nah karena penggunaan istilah indie sekarang sudah banyak intepretasinya, jadi anggap sajalah maksud saya indie di sini adalah band-band Korea yang tidak terlalu terdengar namanya di industri musik negara itu. Oke?! Iyain ajalah....:P 

Kalau bicara soal musik Korea, mungkin rata-rata orang akan langsung teringat pada Super Junior, Girls' Generation, f(x), Big Bang, Shinee dan segala boyband serta girlband dari negara itu.

Saya yang baru sekitar dua tahun ini terombang-ambing dalam gelombang Korea, sebenarnya tidak terlalu mengikuti perkembangan ataupun mengidolakan boyband dan girlband tersebut. Alasannya karena saya kesusahan untuk mengingat nama dan wajah para personelnya. Selain itu, menonton cewek-cewek menari bukan termasuk kegiatan favorit saya. Kalau cowok-cowok boleh juga sih kadang-kadang. *_*

Sampai sekarang boyband yang saya suka cuma Big Bang dan saya dengan bangga mengatakan kalau saya hafal semua nama dan wajah personelnya. Yeay for me, please!:)) (padahal personelnya cuma 5 orang, yaiyalah hafal semua~). Beberapa lagu 2NE1 dan f(x) juga saya suka. :D 

Saya justru lebih tertarik menonton drama atau film Korea. Selain fokusnya bisa ke salah satu aktris atau aktornya saja, sepertinya menonton film atau drama lebih memberi saya kepuasan batin. Hahahhaa. Tapi  bukan berarti saya gak suka dengerin musik Korea. Saya juga suka kok, tapi yang bawah tanah alias underground, alias underrated, a.k.a skena musik indienya. Jiyeee….anak indie yaaa…. Zzzzz….

Sebenarnya jenis musik dalam skena indie di Korea seperti di Indonesia juga. Malah kadang saya sering merasa "Ah, lebih keren Indonesia ah". Hehehe Namun hal menyenangkan dalam kegiatan mengikuti musik Korea adalah....hmmmm aduh abangnya cakep-cakep sekaliiii...apalagi kalau lihat video-video gigsnya...KYAAAAAA!!! (saya memang lemah kalau melihat abang tampan bermain alat musik. Hahahahaa)

Dalam blog ini udah beberapa kali saya buat entry tentang lagu-lagu k-indie yang (lagi) saya suka. Tapi saya merasa perlu membuat daftarnya dengan baik. Gak ada sih, biar nampak gaul aja. Zzzzzzz.... 

Nah, dari dua tahun penjelajahan saya dalam skena musik korea underrated, ada beberapa band yang jadi favorit saya. Kebanyakan sih saya tahu lagu-lagunya dari soundtrack drama atau film. Tapi ada juga yang gak sengaja ketemu di got, jalan raya dan kolong jembatan pas browsing di Youtube.


Inilah band-band k-indie yang sejauh ini masih jadi favorit saya.

My Aunt Mary
Bisa dibilang ini adalah band korea kesukaan saya nomor wahid. Ini saya gak sengaja ketemu di jalanan trus kenalan pas lagi browsing dengan keyword ‘recommended Korean indie band’. Nah, jadi saya coba deh dengerin lagunya berjudul Sweet dari album Drift (2006), kemudian langsung jatuh cinta.

Band ini sebenarnya udah lama sih, album self-titled mereka pertama kali dirilis pada tahun 1999 Personelnya udah bisa dipanggil ahjussi (bahasa Indonesia: paman/om). Musiknya mengingatkan saya pada jaman Dewa 19. Hehee.

Gak tau kapan mereka ngeluarin album lagi, soalnya vocalisnya, Thomas Cook (nama aslinya Jung Soon Yong), lagi sibuk banyak kolaborasi sama penyanyi dan band lain di Korea sana, baik mainstream maupun indie.


Buat permulaan, coba dengerin di bawah ini. Ini lagu mereka judulnya Hey dari album Circle

Recommended tracks: Last Greeting, S.E.O.U.L, Sweet, Monologue
Website: last.fm

Dear Cloud
Sebenarnya saya belum terlalu banyak mengeksplor lagu-lagu Dear Cloud, tapi saya suka semua lagu yang pernah saya dengar. Yang saya suka dari band ini adalah suara vocalisnya, namanya Nine9. Lagu-lagu dalam projek solonya juga asyik. Mereka udah merilis tiga album yaitu Dear Cloud (2007), Grey (2008) dan Bright Lights (2011). Dan tahun ini merilis EP berjudul Let It Shine

Ini lagu kesukaan saya, judulnya It's For You...:) 

Recommended tracks: It's For You, 사라지지말아요, Ice Fortress
Websitelast.fm

Cloud cuckoo Land
Saya masih menunggu album baru dari band ini karena mereka hanya merilis satu album sejak tahun 2006. Musiknya berjenis soft rock dan beberapa lagunya ada versi acousticnya. Pertama dengar lagu mereka berjudul Da Shi (Again) yang jadi soundtrack drama Coffee Prince. 

Coba dengar lagu yang inim judulnya Haru, dari album self-titled mereka. 


Recommended tracks: Da Shi, Coffee Is...
Website: last.fm


Mate
Kalau band yang satu ini sebenarnya udah lama dikasitau teman-teman dunia maya sebagai salah satu band Korea yang asyik tapi saya malas dengerinnya. Satu hari yang cerah, hati saya tergerak nyobain, eh malah ketagihan. 

Buat kenalan, coba dengar lagu yang ini, 고백(Confession) dari album Be Mate.


Recommended tracks: Fly To The Sky, It's All About Love, Better
Website: myspace


Urban Zakapa
Kalau suka musik yang agak jazzy, band ini patut didengarkan. Saya ketemu lagu-lagu mereka di last.fm, iseng dengerin, jadinya nagih juga.

Ini lagu yang paling saya suka berjudul Coffee Latte, yang dirilis tahun 2009.


Recommended tracks : Sweety You, Just A Feeling, My Love 
Website: last.fm 


Sentimental Scenery
Saya benar-benar bahagia menemukan Senstimental Scenery dalam eksplorasi musik Korea. Sebagai penyuka jenis musik electronic, Sentimental Scenery ini patut didengarkan. Formasi dan konsepnya sama dengan FreeTEMPO dari Jepang, yaitu seorang DJ yang di beberapa lagunya berkolaborasi dengan penyanyi lain.


Sentimental Scenery ini adalah seorang DJ dan penyanyi asal Korea bernama Kim Gang Yong. Lagunya yang paling saya suka berjudul Tune of Stars, yang berkolaborasi dengan penyanyi Hee Young, dari album Sounscape (2011).  Cobalah dengarkan wahai kawan...:D 


Recommended tracks: Heavenly Sky, Tune of Stars, Spring Breeze  
Website: last.fm

10cm
Ini adalah duo Kwon Jung Yeol dan Yoon Cheol Jong yang baru tahun 2010 merilis album perdananya, Vol.1 dan tahun lalu merilis Vol..2. Jenis musiknya pop folk. Sekilas dengar jadi ingat Jason Mraz. Mereka juga banyak merilis single dan beberapa berkolaborasi dengan artis Korea lain.

Untuk kenalan, dengar lagu yang ini, judulnya Hey Billy dari album Vol.1, yang juga salah satu favorit saya.


Recommended tracks: Americano, Tonight I'm Afraid of The Dark, Fine Thank You And You?, 4AM
Website: last.fm


Peppertones 
Nah band satu ini currently favorite band. Band ini personelnya dua orang juga, Sayo dan Noshel. Musiknya campuran pop, rock dan electronic. Band ini sudah merilis album sejak tahun 2004 ternyata. Duh sayang baru dengerin sekarang padahal keren. Hehe.


Lagu favorit saya judulnya Superfantastic yang menurut saya liriknya oke sekali buat penyemangat kehidupan. Eyaaaaak...


Possibility is a mystery
The biggest dreams, they might come to reality 
We will find a way and a place to stay
so keep on dreaming 
on the super fantasy



Band ini juga pernah berkolaborasi sama Arina (Mocca) dalam lagu berjudul ABC. Ini saya kasih dengar juga...


Recommended tracks: Bikini, Galaxy Tourist, New Hippie Generation 
Website: last.fm 


***

Wah, banyak juga ya ternyata. Itu masih secuil dari band-band indie Korea yang asyik karena eksplorasi saya masih akan berlanjut. Yah, lagu di dunia ini kan banyaknya minta ampun. Tapi, semoga menambah referensi musik teman-teman semua.

Pesan saya, nikmati musiknya, jangan terlalu fokus sama liriknya, karena nanti jadi bingung dan ilfil, mengingat bahasa Korea itu macam campuran bahasa Batak, Jawa, Aceh dan sedikit Arab. Hahaha

Kalau mau tau lebih banyak tentang musik-musik korea underrated, sila cek di sini atau bisa follow twitternya, @koreanindie Adminnya lumayan rajin bikin review dan kadang ada interview sama artis-artisnya juga. Daebaaak!! :D

Happy weekend, chingudheul. Annyeooooonggg…:D

P.S: sekarang saya punya impian baru: jalan-jalan ke Korea trus nongkrong di Hongdae buat nonton gigs...yaaah siapa tau dapat jodoh.:))