Posts

Gejolak Diri

Entah sampai kapan  gejolak ini bersemi dalam diri Mungkin akan cuti dari imaji yang terus berlari Mungkin disimpan dalam kertas-kertas memori Atau mungkin akan diberi  kepada si Penakluk Hati Yang pasti,  Aku tidak ingin dia mati atau sirna tanpa sempat direkam dalam nadi. 

Wisata Waktu Bersamamu

Kau dan aku di antara dimensi semu Bertemu lewat konspirasi alam dan seluruh makhluk Menunggu langit menggigit matahari yang berseri atau bulan menelan bintang yang saling terjang Ah, sungguh aku ingin berwisata waktu, bersamamu.

Tanya Cinta

Kalau cinta ada di udara udara, mengapa aku tak bisa menghirupnya? Kalau cinta itu buta, bagaimana ia bisa datang kepadaku? Kalau cinta mengalahkan semua, kuharap dia mampu menaklukkanku Kalau cinta memang akan menemukan jalannya, semoga dia tidak tersesat dalam perjalanan, menujuku,

Selamatkan Aku

Pikiranku penuh dengan kekosongan Hatiku diam dalam huncangan Mulutkau bungkam dalam keramaian Sayang, selamatkan aku dari kematian

Memilih

Tidur nyenyak terusik oleh suara magis dalam benak Membangunkan jiwa yang sejak dulu resah akan kehidupan dan semestanya Ada jalan menuju mimpi Harapan di ujung mata Maya dan nyata tampak serupa Maka mana yang akan dipilih untuk diri yang hampir mati?

Selalu Sendu

Hujan tak melagu dengan merdu Penampilan langit pun tidak menawan Seakan merayuku yang sedang rindu Kau bukan hujan Kau juga bukan awan Kau terlalu indah untukku yang selalu sendu

Tinggal Kelas

Di sekolah cinta aku adalah yang ketinggalan malas belajar, enggan bertanya Guruku tak banyak membantu Otakku membeku Mungkin aku perlu teman mengulang kelas sekali lagi.