Posts

Showing posts with the label thoughts

Sejenis Update....Tapi Bukan

Helllo! Apa kabar ini blog tercinta? (bilangnya aja tercinta tapi diterlantarkan. Hih!) Ya, namanya juga manusia dengan segala kesibukan (dan kemalasan) yang dihadapi, kadang lupa dengan hal-hal sebegini.  Ohiya, saya memutuskan untuk tidak bermain media sosial bernama Path lagi. Alasan utama adalah karena memori handphone yang selalu penuh (sama dengan memori otak juga udah kepenuhan. Hahaha.) Tapi ternyata setelah uninstall saya merasa lebih nyaman. Kadang kebanyakan lihat Path juga kurang baik untuk kesehatan jiwa dan raga. You know what I mean... Jadi saya main IG story sama Twitter aja lah (sama aja kaleeeee....:)) )  Jadi ini mau ngapain ya sebenarnya?  Oiya, benar. Saya mau nulis sesuatu.  Jadi ceritanya beberapa waktu lalu salah satu teman dekat saya akhirnya melepas masa lajangnya. Ini sekaligus menjadi momentum dimana saya secara resmi menjadi satu-satunya yang single di geng kami. Di satu sisi saya tentunya bahagia karena teman saya juga be...

Tentang Mengajar #3

Masih dalam suasana First Teaching Anniversary. Sudah lama sebenarnya ingin menulis ini tapi sering tidak sempat. Lebih sering lagi karena malas. Hehehe.  Well, langsung saja ya. Karena zaman sekarang karena ketahanan atensi membaca seseorang semakin rendah karena kebiasaan membaca informasi singkat di internet (katanya gitu sih). Tapi untuk membaca postingan ini mungkin kalian akan menghabiskan waktu antara 5-10 menit.  Baiklah. Ada dua hal yang saya dapat simpulkan dari satu tahun mengajar, baik di tempat les bahasa Inggris maupun di universitas. 1. Mengajar bukan pekerjaan mudah Masih sering saya merasa gamang karena bertahun-tahun duduk di bangku mendengarkan guru atau dosen. Sekarang saya yang dilihat, diperhatikan dan didengar omongannya. Tapi sayangnya mengajar bukan hanya soal didengarkan dan diperhatikan. Mengajar berarti membuat orang mengerti. Bukan hanya mengerti isi, tapi juga esensi.  Dengan morat maritnya sistem politik, ketidakseta...

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Image
Kenapa saya menulis ini? Alasan pertama adalah karena saya baru baca berita semalam bahwa drama Itazura na Kiss: Love In Tokyo episode keenam baru akan tayang tanggal 10 Mei mendatang. Sebabnya, ada Golden Week di Jepang sana. Aaah...itu berarti, saya harus menunggu seminggu lagi untuk melihat Irie Naoki yang diperankan oleh Yuki Furukawa. Alasan kedua tentu sudah bisa ditebak, saya lagi nge-fans berat sama Yuki Furukawa. KYYYYAAAAAA.... Sebenarnya saya juga bingung sebenarnya tulisan ini akan bercerita tentang apa. Tapi ada baiknya saya ngomongin soal dramanya saja karena tampaknya pembahasannya akan lebih bermakna. Ya menurut saya aja sih.  Baiklah. Mulai. Itazura na Kiss ini awalnya adalah cerita manga yang ditulis oleh  Tada Kaoru tahun 1991. Ceritanya tentang Aihara Kotoko, cewek bodoh di kelas F yang naksir berat sama Irie Naoki, cowok paling pintar di sekolah mereka.  versi komik Kotoko ini walaupun bodoh dia selalu bersemangat dan sangat ber...

Menonton (Drama) Kehidupan

Image
"Just because you love watching drama, that doesn’t mean you’re a drama queen." – my crumbled mind. Banyak teman yang bertanya sekaligus agak berkomentar sinis, “Ndok, kenapa sih kau suka kali nonton drama Korea? Penting ya?” Waduh, saya bingung harus jawab apa dan bagaimana. Tapi ada baiknya saya tuliskan saja tentang guilty pleasure saya yang satu ini. Bagaimana tak guilty pleasure , untuk menonton satu drama, diperlukan setidaknya total enam belas jam dari kehidupan. Kadang drama yang saya tonton tidak begitu bermanfaat untuk ditonton, itu berarti saya telah menyia-nyiakan berjam-jam waktu saya hidup di dunia ini. Nah, bagaimana dengan drama-drama yang worth to watch ? Ini lain ceritanya. Menonton drama awalnya adalah pelarian dari ke-stress-an saya karena menganggur dua tahun lalu. Sebenarnya saya sejak dulu memang suka nonton drama, sebut saja Kera Sakti, MVP Lover dan tentu saja Meteor Garden. Iyaaak...siapa yang tidak tahu kehebohan Meteor Garden d...

Kontradiksi #1

Sulit sekali rasanya menulis tentang percintaan yang romantis lagi menyenangkan. Rasanya kegelapan, kekecewaan dan cinta yang tak kesampaian lebih menarik untuk diceritakan. Kenapa? Mungkin karena semua orang menginginkan sebuah cerita yang berujung kebagaiaan, walaupun pada awalnya adalah sebuah penderitaan. Tak ada yang menginginkan keindahan cinta di awal dan perpisahan pada akhirnya. Padahal, manusia juga sadar bahwa setiap pertemuan akan berakhir perpisahan. -          

Hari Ke-7 : Antara Passion, Cita-cita dan Realitas

Omong-omong soal judul tulisan ini saya memang belakangan makin sering memikirkan ketiga hal yang menurut saya saling berhubungan. Semakin bertambahnya umur (Ya Tuhan umur saya bulan depan 23! *gunting KTP*), pikiran dan pertanyaan mengenai kehidupan making rajin aja singgah di kepala. Saya kira dulu anak SMP dan SMA lah yang paling galau dan labil dari segala jenis umur. Tapi kok rasanya usia 20-an ini complicatednya pol-pol-an. Ini saya aja yang suka ngeribetin kehidupan atau ada yang ngerasa gitu juga gak sih? Passion adalah satu kata yang makin sering saya dengar. Dulu waktu saya masih sekolah jarang tuh ada yang ngomong passion. Mungkin karena saya sekolahnya di kampung-kampung pedalaman Sumatera Utara kali ya yang dulu televisi pun harus pake parabola kalau mau dapat semua channel tv nasional. Aduh kok malah curcol. Mungkin passion itu dulu sering disebut minat kali ya, sesuatu yang kita suka. Yah kan sekarang apa-apa pake bahasa Inggris biar keren, jadinya sering disebu...

Hari Ke-5 : Is Our Life Easier With Internet?

Saya terinsiprasi buat nulis ini karena tadi sore di tengah kepuyengan menyusun item kuisioner penelitian, saya ngisi teka teki silang alias TTS. Iyaaa saya bawa tuh TTS dari Indonesia yang covernya gambar kakak-kakak entah siapa. Teman buat di pesawat atau di kala suntuk. Walaupun sampul depannya kurang intelek, soal-soal di TTS kakak itu cukup berkualitas kok. Banyak juga kata-kata bahasa Indonesia yang saya gak tau sinonimnya apa. Omong-omong, saya  paling gak suka sama soal yang general macam : merk semen, merk pisau cukur. Ntahapa kurasa. -_- Oke saya gak mau ngomongin soal TTS mana yang berbobot mana yang enggak, tapi mau ngomongin perbedaan cara kita mengisi TTS zaman dulu dengan zaman sekarang.  Dulu kalau kita gak tau jawabannya soal TTS, pasti udah heboh bolak-balik buku pintar lah, RPAL lah, RPUL, kamus Inggris, kamus Indonesia, nanya kakak, abang, mama, ayah, sampai nanya tetangga. Semua ditanyain. Kalau gak ada yang tau, kita akan merasa lelah tak ...

Pengangguran Berpendidikan

Wah, setelah 22 tahun hidup di dunia, saya baru nyadar kalau Hari Buruh sama Hari Pendidikan Nasional itu berdekatan. Untuk sekedar memulai entry bulan Mei ini, saya iseng membongkar kumpulan sampah pikiran saya di laptop. Dan...saya menemukan tulisan di bawah ini. Setelah saya baca lagi, kok agak berhubungan ya sama dua hari besar dunia dan nasional tadi. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, karena saat menulisnya pun saya sedang berada dalam kegalauan luar biasa. Selamat membaca.:P  * Pengangguran Berpendidikan Saya suka mikir, pengangguran itu salah siapa sih? Salah saya yang memang gak punya kemampuan sampai perusahaan-perusahaan itu membuang CV saya, atau salah negara ini yang memang kurang lapangan kerja? Sepertinya tidak juga. Di koran banyaaaaak sekali lowongan pekerjaan. Tapi lagi-lagi yang dicari kalau gak sarjana ekonomi ya sarjana teknik. Jarang sekali saya melihat ada lowongan ‘lulusan Ilmu Komunikasi’. Tidak, kali ini saya tidak mau menyalahkan saya ...

The Question Is "Why", The Answer is...

Firstly, I have to say this : tonight is the most interesting class after all these sessions. This subject is called Qualitative Research Method and it has been taught for about nine weeks. (OMG! I just realized that this is the tenth week of the semester!!) And now I'll go to the exact thing I want to say... So, last night (yeah, as I write this piece, it's already 12am. hehe), we taught about research writing. The lesson is about the process of writing thesis, what are the elements of it and how to do those things. But I think the most interesting part of the class is the beginning of the session.  So, before she began the lesson  the lecturer asked us this a truly, madly, deeply question: "Why do you want to do a research?" I was like...Oh, My God! this is a core question that have ever crossed my mind and I just avoided to think it deeper (just like I do with some of my thoughts. well, I'll go into that some other time).  My friends of course came out wi...