Pages

Tuesday, January 4, 2011

Oleh-oleh Nonton Sinetron!

Menjelang akhir tahun lalu, saya jadi hobi nonton drama Jepang dan Korea. Mungkin efek gak ada kerjaan. Hari-hari saya diisi dengan cerita dari dua negara yang laki-lakinya hobi cukur alis itu.

Saya yang pada dasarnya pecinta lagu-lagu dalam film atau serial, alias soundtrack, juga jadi jatuh cinta sama band dan penyanyi pengisi soundtrack di drama televisi yang saya tonton. Berikut beberapa di antaranya.

FreeTempo

Adalah side projectnya DJ dari Jepang, Takeshi Hanzawa. Lagu-lagu hasil remix dan kolaborasinya dengan banyak artis berhasil membuat saya tergila-gila. Berawal dari Immaterial White yang jadi salah satu soundtrack k-drama, The 1st Shop of Coffee Prince.

Saya gak punya referensi cukup banyak untuk jenis musik seperti ini, tapi yang jelas, semua lagu abang ini sangat keren. Wajib dengar, dan wajib joget! *halah*

Ini link untuk download semua albumnya. High recommended pokoknya! Sejauh ini, saya sudah berhasil meracuni kakak saya dan teman-temanya. Ayo siapa lagi yang mau terkontaminasi sama abang DJ keren ini? :D


Tearliner

Saya tidak pernah menyangka kalau scene indie nya Korea keren mampus. Walau gak ngerti bahasanya, musiknya tetap easy-listening. Salah satunya ini, Tearliner. Musiknya mirip K-pop biasanya tapi di beberapa lagunya berirama Shoegaze juga. Lagu instrumentalnya pun asyik. Seperti juga FreeTempo, saya menemukan Tearliner di k-drama Coffee Prince. Recommended track nya: Novaless.






The Melody

Satu lagi nih dari scene indienya Korea, The Melody. Kalau band yang ini agak centil plus mellow, karena vocalisnya cewek. Band ini ternyata udah terkenal di negaranya sebelum mengisi soundtrack Coffee Prince. Saya paling suka lagu yang judulnya Polly.






Rock'a'trench

Beralih ke negeri sakura favorit kakak saya. Ini soundtrack dorama yang judulnya Mei Chan no Shitsuji (Meichan's Butler). Menurut beberapa situs, band ini adalah 'pecahan' nya band ska legendaris Jepang bernama Ska Ska Club. Saya jarang mendengarkan musik ska, tapi yang ini boleh tahan lha. :D
FYI, vocalisnya, Daisuke Yamamori, itu ganteng sekali (ini bukan info yang penting sebenarnya). Coba dengarkan track My Sunshine dan Lost !


Ayaka

Saya belum dengar semua lagu kakak Jepang ini, tapi saya suka setengah mati sama lagunya berjudul Okaeri, yang jadi soundtrack dorama Absolute Boyfriend. Sekedar info, Kak Ayaka ini isterinya Abang Hiro Mizushima. Hiro Mizushima itu aktor Jepang favorit saya. Hahhaahha!

Oiya, penyanyi cewek Jepang juga masih banyak yang keren, selain Utada Hikaru dan Ai Otsuka. Coba dengarkan Miho Fukuhara, penyanyi indie dari sana. Keren!





Maximillian Hecker

Coba dengarkan lagunya yang berjudul I'll be A Virgin, I'll be A Mountain. Wedeeew, dalam dan mantap! Lagi-lagi ini soundtracknya Coffee Prince. Haduh Coffe Prince ini memang luar biasa! *loh ini promosi sundtrack atau dramanya?!*

Well, yang jelas, abang Jerman ini sangat ganteng dan lagunya keren! :D Entah karena saya yang kurang gaul atau abang ini yang kurang promosi, ternyata abang tampan ini sudah terjun ke dunia musik sejak 2001. Tapi gpp bang, i've found you... -_-




The Mongoose

Setelah tadi Tearliner dan The Melody, ada lagi nih satu band indie Korea yang asyik, The Mongoose. Saya paling suka lagu mereka yang judulnya Pink Piano Punk Star. Saya sempat bingung sebenarnya ini band jangan-jangan cuma fiktif, soalnya kalo googling yang keluar gambar hewan semua. Tak disangka mereka ini duo yang cukup menggoda iman.



***
Asyik ya?! Soundtrack sinetron aja sekeren ini. Menunjukkan kalau hanya untuk membuat drama televisi, para crew dari dua negara itu gak main-main. Semua digarap dengan detail. Gak heran drama televisi mereka bisa terkenal sampai jazirah Arab! (beneran lho, fans J dan K- drama ini dari berbagai negara di dunia).
Bisa jadi masukan buat teman-teman per-sinetron-an tanah air. Ayo buat sinetron kita lebih simple, kena, dan berkesan. :)

Okay, semoga berguna untuk referensi dan alternatif musik kalian!

Monday, January 3, 2011

Like a Roller coaster!

Singkat saja...

Tahun 2010 adalah tahun yang menurut saya sangat menegangkan. Ya, menegangkan layaknya main roller coaster. Waktu mau naik rasanya excited sekali. Begitu sabuk pengaman dikencangkan, dan roda mulai bergerak, perut tiba-tiba keroncongan. Makin cepat roda berputar mengikuti jalurnya, ada sensasi antara senang, takut dan entah apalagi namanya sampai ke ubun-ubun. Posisi sudah di atas, teriak, bahagia, melambaikan tangan, tutup mata, sambil sesekali mencoba melihat ke bawah. Lalu tanpa basa-basi, roda meluncur ke bawah, teriak, ketakutan, deg-degan. Roller coaster pelan lagi, yang naik mencoba mengatur nafas. Lalu bersiap untuk kecepatan tinggi lagi.

Seperti saya yang memulai tahun 2010 dengan rasa excited karena waktu itu adalah semester terakhir kuliah. Tak disangka, cobaan projek akhir ternyata di luar dugaan. Ada saja yang menghadang. Dan seperti naik rollercoaster yang sedang di atas, saya bahagia. Rasanya waktu itu hidup sangat menyenangkan. Lega, karena bisa melewati semuanya, dengan kemenangan yang memuaskan. Tiba-tiba jatuh, remuk dan jadi kacau. Terus, sampai akhir tahun.

Dan sekarang saya mengawali tahun ini dengan perasaan baru selesai naik roller coaster tadi. Mengatur nafas dan bersiap untuk naik atau jatuh lagi.

So, Happy New Year untuk saya dan semua orang. Terima kasih atas semua yang pernah terjadi di tahun lalu. Terimakasih untuk semua orang yang datang pergi di tahun lalu. Semoga tahun 2011 kita lebih keren dari sebelumnya. :)