Pages

Tuesday, December 31, 2013

End of The Year's Brief Note

Time doesn't fly. It just moves like it should. I guess. 

So this is the last day of year 2013. This is the year when some of my plans are ruined. The year when I spent most of it by being alone and having conversation only with my self. And I think this is the year when I cry so often. 

I can't say that I'm ready for the new year but the thing is, I've learned so much about me and I'm in the process of dealing with it. I guess I've been learned but maybe now is the time when I fully aware about it. 

Happiness on me and people around is what I hope for the year ahead.

Happy New Year!


P.S : Mood booster is I have completed this reading challenge. I hope I can read (and write) more next year. 

 

   

Sunday, June 16, 2013

Happy Father's Day, Ayah!

Hari ini adalah hari minggu ketiga di bulan Juni, yang dijadikan Father’s Day di beberapa negara di dunia, termasuk Malaysia. Saya selalu ngakak sekaligus iba setiap Ayah saya mengeluh di Hari Ibu, “Di Indonesia enggak ada Hari Ayah, adanya Hari Ibu terus. Enggak adil.” Hahahaha.

Karena saya lagi di Malaysia, tapi Ayah saya lagi di Indonesia ya enggak apa-apalah ya. Saya bikin tulisan tentang Ayah dalam rangka Father’s Day. Not that I’m celebrating it, just to remember what my Ayah means to me.

Dari dulu saya sering dibilang Daddy’s little girl. Selain karena wajah saya yang mirip minta ampun sama Ayah, saya selalu ngekor kemana pun Ayah saya pergi. Bukan apa-apa, kalau pergi sama Mama saya diragukan sebagai anak kandung, karena Mama saya berkulit putih sedangkan saya kebalikannya. Menyampah betul kalau ingat masa lalu yang kelam! -_-“

Kini karena saya sudah bukan anak kecil lagi (jiyaaah sok dewasa), saya juga masih merasa sebagai anak kecil si Ayah. Kalau saya pulang pasti saya pergi kemana-kemana diantar Ayah. Nah kalau ini alasannya karena beliau tidak memberi saya kepercayaan untuk saya menyetir sendirian. Emang sih, kemampuan menyetir saya jauh sekali kalau dibanding abang dan kakak saya. Kalau ada pertandingan siapa paling sering bikin mobil lecet, tentu saya pemenangnya. *tidak ada rasa bangga sama sekali ketika menulis ini*

Ini kenapa jadi bicarain saya ya?!
Oke baiklah, mari kita kembali kepada topik yang seharusnya dibicarakan.

Ayah saya akan berusia 60 tahun September tahun ini. Wah kasihan Ayah, di usianya yang hampir 60 tahun, anaknya belum ada yang menikah, bahkan dua anak perempuannya jomblo. Sedangkan teman-temannya banyak yang sudah bercucu. Ini juga mendatangkan masalah kepada saya. Setiap saya jalan sama Ayah, saya sering dikira cucunya. Super Zzzzzzz………..!

Ya mari doakan semoga ketiga anak beliau enteng jodoh. Amiin.

Sebenarnya susah sekali menyusun kata-kata untuk bercerita tentang Ayah. Mungkin singkatnya, saya selalu mengidolakan Ayah dalam banyak hal. Ayah buat saya seperti ensiklopedi berjalan. Saya banyak bertanya pada Ayah saya, tentang politik, isu-isu terkini sampai soal musik.

Saya juga sering bertanya tentang kehidupan. Hihi gaya betul. Saya suka mendengar cerita-cerita Ayah, apalagi kalau mengenai kebodohannya di masa muda bersama teman-temannya. Kadang saya sering berpikir, “Aku sudah tahu dari mana segala keanehan ini berasal. It’s a matter of genes”.

Kadang kalau di rumah saya malas nonton televisi karena tenang saja, saya selalu bisa update informasi dari Ayah. Tapi saya jadi sering kena marah sama beliau, “kamu ini anak komunikasi kok gak update berita!” Yah, gimana ya Yah, semakin mendalami ilmu komunikasi, jadi imun sama berita-berita di media. #alibi

Saya juga salut dengan daya ingat Ayah saya di usianya yang sudah hampir senja. Beliau banyak ingat teman-teman saya, abang dan kakak. Mungkin waktu dulu kami bercerita pada beliau, beliau benar-benar mendengarkannya. Kadang Ayah sering bertanya, “Dek, temen adek si Anu, mana sekarang?” , “Temen kakak? Abang?”. Yaampun Yah, kami aja udah lupa dia ada di mana, malah Ayah pulak yang ingat.

Ada satu kejadian yang saya ingat sampai sekarang. Waktu itu saya masih kelas 1 SMA. Ayah masih bekerja di luar kota sedangkan saya dan saudara-saudara saya tinggal sendirian di kota Medan. Suatu hari, di sekolah ada acara Isra’ Mi’raj. Tapi saya enggak datang. Ayah bertanya melalui telepon.

“Kenapa gak ke sekolah?”

“Iya yah temen-temen rame yang gak pergi.”

Saya kira tak masalah dengan saya tak pergi acara  tersebut. Rupanya waktu Ayah sampai di rumah malam harinya, beliau tidak seramah biasanya kepada saya. Saya jadi kesal. Kenapa sih? Perasaan gak ada salah apa-apa. Karena saya anaknya suka penasaran (sekaligus gak sabaran), saya tanya sama Ayah.

“Kenapa sih Yah? Kok sombong kali sama Nanda?”

“Kamu kenapa gak datang Isra’ Mi’raj?”

“Emangnya kenapa? Kan gak wajib datang juga Yah.”

“Ayah gak marah kamu gak datang, tapi Ayah gak suka alasan kamu gak datang. Kalau memang gak mau pergi yasudah tapi jangan karena teman-teman malah jadi gak pergi.”

“Iya…”

“Ayah gak suka anak ayah cuma ikut-ikutan. Kalau melakukan sesuatu itu karena diri sendiri, bukan karena orang.”

Kira-kira begitu percakapan singkat kami waktu itu. Saya terdiam lalu menghilang dari pandangan beliau. Wuuuzzz… 

Sebenarnya sudah biasa sih direpetin Ayah, cuma entah kenapa saya selalu ingat kata-kata beliau waktu itu. Kalau melakukan sesuatu itu jangan karena orang lain. Sampai sekarang saya selalu berusaha untuk memberi alasan setiap apa yang saya lakukan. Memastikan kalau hal ini memang benar-benar kemauan saya, bukan kehendak orang lain.

Hmmmm….sebenarnya masih banyak petuah dari Ayah yang saya dapat pas lagi sesi ngobrol sambil makan pop mie tengah malam (tentu saja ketika Mama sudah tidur, kalau tidak pop mie bisa disabotage).

Saya gak bisa kasi apa-apa buat Ayah di Father’s Day ini. Saya cuma berdoa semoga Ayah sehat selalu, panjang umur, tidak bandel dan tetap bertahan dengan kecerewetan anak-anaknya, terutama anaknya yang nomor tiga. Semoga Ayah terus bisa melakukan kegiatannya seperti sekarang, terus membaca, terus berkebun, terus bermain musik, terus bernyanyi dan tentu saja terus beribadah.

Happy Father’s Day, Ayah! You are not the best father in this world but as your daughter, I can say that you’re the inspiration. See you at home in Ramadhan! Insya Allah. J
Bersama Ayah, waktu saya masih imut-imut dan gak ngeselin.:D 

K-Indie 101

Halaah gaya betul judulnya. Sok mantap. Padahal baru dua tahun belakangan berenang dalam lautan musik underrated Korea. *tampar-tampar diri* 

Nah karena penggunaan istilah indie sekarang sudah banyak intepretasinya, jadi anggap sajalah maksud saya indie di sini adalah band-band Korea yang tidak terlalu terdengar namanya di industri musik negara itu. Oke?! Iyain ajalah....:P 

Kalau bicara soal musik Korea, mungkin rata-rata orang akan langsung teringat pada Super Junior, Girls' Generation, f(x), Big Bang, Shinee dan segala boyband serta girlband dari negara itu.

Saya yang baru sekitar dua tahun ini terombang-ambing dalam gelombang Korea, sebenarnya tidak terlalu mengikuti perkembangan ataupun mengidolakan boyband dan girlband tersebut. Alasannya karena saya kesusahan untuk mengingat nama dan wajah para personelnya. Selain itu, menonton cewek-cewek menari bukan termasuk kegiatan favorit saya. Kalau cowok-cowok boleh juga sih kadang-kadang. *_*

Sampai sekarang boyband yang saya suka cuma Big Bang dan saya dengan bangga mengatakan kalau saya hafal semua nama dan wajah personelnya. Yeay for me, please!:)) (padahal personelnya cuma 5 orang, yaiyalah hafal semua~). Beberapa lagu 2NE1 dan f(x) juga saya suka. :D 

Saya justru lebih tertarik menonton drama atau film Korea. Selain fokusnya bisa ke salah satu aktris atau aktornya saja, sepertinya menonton film atau drama lebih memberi saya kepuasan batin. Hahahhaa. Tapi  bukan berarti saya gak suka dengerin musik Korea. Saya juga suka kok, tapi yang bawah tanah alias underground, alias underrated, a.k.a skena musik indienya. Jiyeee….anak indie yaaa…. Zzzzz….

Sebenarnya jenis musik dalam skena indie di Korea seperti di Indonesia juga. Malah kadang saya sering merasa "Ah, lebih keren Indonesia ah". Hehehe Namun hal menyenangkan dalam kegiatan mengikuti musik Korea adalah....hmmmm aduh abangnya cakep-cakep sekaliiii...apalagi kalau lihat video-video gigsnya...KYAAAAAA!!! (saya memang lemah kalau melihat abang tampan bermain alat musik. Hahahahaa)

Dalam blog ini udah beberapa kali saya buat entry tentang lagu-lagu k-indie yang (lagi) saya suka. Tapi saya merasa perlu membuat daftarnya dengan baik. Gak ada sih, biar nampak gaul aja. Zzzzzzz.... 

Nah, dari dua tahun penjelajahan saya dalam skena musik korea underrated, ada beberapa band yang jadi favorit saya. Kebanyakan sih saya tahu lagu-lagunya dari soundtrack drama atau film. Tapi ada juga yang gak sengaja ketemu di got, jalan raya dan kolong jembatan pas browsing di Youtube.


Inilah band-band k-indie yang sejauh ini masih jadi favorit saya.

My Aunt Mary
Bisa dibilang ini adalah band korea kesukaan saya nomor wahid. Ini saya gak sengaja ketemu di jalanan trus kenalan pas lagi browsing dengan keyword ‘recommended Korean indie band’. Nah, jadi saya coba deh dengerin lagunya berjudul Sweet dari album Drift (2006), kemudian langsung jatuh cinta.

Band ini sebenarnya udah lama sih, album self-titled mereka pertama kali dirilis pada tahun 1999 Personelnya udah bisa dipanggil ahjussi (bahasa Indonesia: paman/om). Musiknya mengingatkan saya pada jaman Dewa 19. Hehee.

Gak tau kapan mereka ngeluarin album lagi, soalnya vocalisnya, Thomas Cook (nama aslinya Jung Soon Yong), lagi sibuk banyak kolaborasi sama penyanyi dan band lain di Korea sana, baik mainstream maupun indie.


Buat permulaan, coba dengerin di bawah ini. Ini lagu mereka judulnya Hey dari album Circle

Recommended tracks: Last Greeting, S.E.O.U.L, Sweet, Monologue
Website: last.fm

Dear Cloud
Sebenarnya saya belum terlalu banyak mengeksplor lagu-lagu Dear Cloud, tapi saya suka semua lagu yang pernah saya dengar. Yang saya suka dari band ini adalah suara vocalisnya, namanya Nine9. Lagu-lagu dalam projek solonya juga asyik. Mereka udah merilis tiga album yaitu Dear Cloud (2007), Grey (2008) dan Bright Lights (2011). Dan tahun ini merilis EP berjudul Let It Shine

Ini lagu kesukaan saya, judulnya It's For You...:) 

Recommended tracks: It's For You, 사라지지말아요, Ice Fortress
Websitelast.fm

Cloud cuckoo Land
Saya masih menunggu album baru dari band ini karena mereka hanya merilis satu album sejak tahun 2006. Musiknya berjenis soft rock dan beberapa lagunya ada versi acousticnya. Pertama dengar lagu mereka berjudul Da Shi (Again) yang jadi soundtrack drama Coffee Prince. 

Coba dengar lagu yang inim judulnya Haru, dari album self-titled mereka. 


Recommended tracks: Da Shi, Coffee Is...
Website: last.fm


Mate
Kalau band yang satu ini sebenarnya udah lama dikasitau teman-teman dunia maya sebagai salah satu band Korea yang asyik tapi saya malas dengerinnya. Satu hari yang cerah, hati saya tergerak nyobain, eh malah ketagihan. 

Buat kenalan, coba dengar lagu yang ini, 고백(Confession) dari album Be Mate.


Recommended tracks: Fly To The Sky, It's All About Love, Better
Website: myspace


Urban Zakapa
Kalau suka musik yang agak jazzy, band ini patut didengarkan. Saya ketemu lagu-lagu mereka di last.fm, iseng dengerin, jadinya nagih juga.

Ini lagu yang paling saya suka berjudul Coffee Latte, yang dirilis tahun 2009.


Recommended tracks : Sweety You, Just A Feeling, My Love 
Website: last.fm 


Sentimental Scenery
Saya benar-benar bahagia menemukan Senstimental Scenery dalam eksplorasi musik Korea. Sebagai penyuka jenis musik electronic, Sentimental Scenery ini patut didengarkan. Formasi dan konsepnya sama dengan FreeTEMPO dari Jepang, yaitu seorang DJ yang di beberapa lagunya berkolaborasi dengan penyanyi lain.


Sentimental Scenery ini adalah seorang DJ dan penyanyi asal Korea bernama Kim Gang Yong. Lagunya yang paling saya suka berjudul Tune of Stars, yang berkolaborasi dengan penyanyi Hee Young, dari album Sounscape (2011).  Cobalah dengarkan wahai kawan...:D 


Recommended tracks: Heavenly Sky, Tune of Stars, Spring Breeze  
Website: last.fm

10cm
Ini adalah duo Kwon Jung Yeol dan Yoon Cheol Jong yang baru tahun 2010 merilis album perdananya, Vol.1 dan tahun lalu merilis Vol..2. Jenis musiknya pop folk. Sekilas dengar jadi ingat Jason Mraz. Mereka juga banyak merilis single dan beberapa berkolaborasi dengan artis Korea lain.

Untuk kenalan, dengar lagu yang ini, judulnya Hey Billy dari album Vol.1, yang juga salah satu favorit saya.


Recommended tracks: Americano, Tonight I'm Afraid of The Dark, Fine Thank You And You?, 4AM
Website: last.fm


Peppertones 
Nah band satu ini currently favorite band. Band ini personelnya dua orang juga, Sayo dan Noshel. Musiknya campuran pop, rock dan electronic. Band ini sudah merilis album sejak tahun 2004 ternyata. Duh sayang baru dengerin sekarang padahal keren. Hehe.


Lagu favorit saya judulnya Superfantastic yang menurut saya liriknya oke sekali buat penyemangat kehidupan. Eyaaaaak...


Possibility is a mystery
The biggest dreams, they might come to reality 
We will find a way and a place to stay
so keep on dreaming 
on the super fantasy



Band ini juga pernah berkolaborasi sama Arina (Mocca) dalam lagu berjudul ABC. Ini saya kasih dengar juga...


Recommended tracks: Bikini, Galaxy Tourist, New Hippie Generation 
Website: last.fm 


***

Wah, banyak juga ya ternyata. Itu masih secuil dari band-band indie Korea yang asyik karena eksplorasi saya masih akan berlanjut. Yah, lagu di dunia ini kan banyaknya minta ampun. Tapi, semoga menambah referensi musik teman-teman semua.

Pesan saya, nikmati musiknya, jangan terlalu fokus sama liriknya, karena nanti jadi bingung dan ilfil, mengingat bahasa Korea itu macam campuran bahasa Batak, Jawa, Aceh dan sedikit Arab. Hahaha

Kalau mau tau lebih banyak tentang musik-musik korea underrated, sila cek di sini atau bisa follow twitternya, @koreanindie Adminnya lumayan rajin bikin review dan kadang ada interview sama artis-artisnya juga. Daebaaak!! :D

Happy weekend, chingudheul. Annyeooooonggg…:D

P.S: sekarang saya punya impian baru: jalan-jalan ke Korea trus nongkrong di Hongdae buat nonton gigs...yaaah siapa tau dapat jodoh.:)) 

Sunday, May 12, 2013

#K-Songs Current Obsession

I haven't wrote any post for like...a month?! Of course I got a bunch of songs on my Hanguk playlist. Here are some of the songs that currently stuck in this mind....

K.Will feat. Dynamic Duo - Hey You

I first heard K.Will somewhere in a soundtrack, which I forgot, and recently addicted to his Love Blossom. But one day, my roommate was curious about K.Will and randomly downloaded some of his songs. And there, I heard this Hey You. Very catchy song. Some part of the music reminded me of the song titled Heaven by Indonesian jazzy-funk band, Maliq n D'Essentials. 


Peppertones - Bikini

Yes, another Peppertones' song. I'm in love with this light, quicky, captivating song. Oh, officially being a fan of this duo!


J.Rabbit - Talking About Love

I think I can't get enough with sweet and mellow song. I got this song from Flower Boy Next Door drama soundtrack.


Kim Gun Mo - 빨간 우산 (red umbrella)

Let's go back to 90s. I discovered this song from compilation album, Playlist #1 Spring Is Here. Actually I listened to this song a lot last two years but I miss the song so I listen to it again. And since it's spring time in Korea. Hahaha. Naah...who could resist 90s melody?!:D 


Leessang - Turn Off TV (feat.Kwon Jung Yul of 10cm and Tasha)

I first listened to this song last year and addicted. That was when I've never watched Running Man. Blame me for braveness to watch that variety show. Gyaaah!! Now I'm in love with Kang Gary. Oh my....
So I listened to this song again with more attention to Gary's part. Ah, welcome, another madness....:)) 


Okay, gotta back to work now. Happy weekend.;)

Happy (another) Mother's Day to Mama!


Sebenarnya sudah pernah menulis selamat hari ibu buat Mama, tapi karena di Malaysia (dan beberapa negara lain di dunia) lagi hari ibu, boleh lah menulis tentang Mama lagi. Btw, hari Ibu banyak ya, tapi hari Ayah di Indonesia enggak ada, dan itu sering dikeluhkan oleh Ayah saya.:)) 

Anyway, tanggal 27 bulan ini Mama saya akan diwisuda atas kelulusannya sebagai Master of Science, di bidang Kimia. Iya, mama saya baru selesai menempuh pendidikan masternya setelah berpuluh tahun mengajar.

Ada cerita seru dibalik kembalinya mama ke sekolah. Sebenarnya waktu saya masih SMP, Mama sudah berniat melanjutkan sekolahnya. Ya, namanya juga dosen. Tapi waktu beliau permisi sama saya, saya bilang “Mama ngapain sih sekolah jauh-jauh? Nanti nanda sama siapa?!”

Sebagai  jawaban berbau self-defense, dulu kami tinggalnya di kampung. Trus kalau Mama saya sekolah ke kota yang ngurusin kami siapa dongs?! Hahahaha.
Duh, kalau ingat saya rasanya kepingin nampar diri sendiri. Gila egois betul anak kecil keriting itu! Jadilah, Mama tidak jadi sekolah lagi. Dia kembali mengajar seperti biasa dan mengurus suami serta ketiga anaknya. Untung saja mama mengajar di universitas swasta di daerah dan sudah jadi dosen senior. Jadi beliau masih bisa mengurus hal-hal selain mengajar.

Namun zaman berubah. Peraturannya, kalau dosen tidak mendapat gelar Master ada kemungkinan akan diberhentikan, atau diturunkanlah untuk mengajar anak diploma.

Nah, waktu saya mau melanjutkan sekolah dua tahun lalu, (yaampun udah dua tahun aku belum lulus! PLAK!), mama juga memutuskan kembali ke sekolah. Alasannya karena memang harus sekolah (biar bisa naik gaji juga sih) dan tentu saja Mama tidak mau ketinggalan akan ilmu-ilmu baru di bidangnya. Lagian, bisa dibilang pikirannya sudah tidak terlalu bercabang lagi. Ayah sudah pensiun, abang dan kakak sudah bekerja, dan saya....saya masih sekolah dan tidak tinggal di rumah. Jadi memang waktu dan keadaan mengizinkan buat Mama sekolah lagi.

Di awal masuk kuliah Mama sempat kebingungan juga. Beliau cerita kalau teman kuliahnya banyak yang seusia saya. Malah, junior Mama di kampus dulu (yang dulunya belajar sama Mama) sekarang jadi dosennya. Beliau juga mengeluhkan kalau susah juga sekolah kalau sudah tua, udah susah fokus dan mengaplikasikan teori maha rumit itu. Oh iya, sebagai informasi Mama saya September nanti akan berusia 58 tahun.

Kembalinya Mama ke sekolah tentunya membuat heboh keluarga. Saya dan kakak sering kebagian tugas membantu Mama mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Menerjemahkan jurnal, mengedit paper dan nge-print tugas Mama sebelum dikumpul. Ayah tentu saja menjadi supir antar-jemput ke kampus. Abang saya juga bagian jadi teman curhat jarak jauh. Walau kami punya kesibukan masing-masing, membantu Mama mengerjakan tugasnya buat saja menjadi kegiatan yang menarik juga. :D

Yang bikin salut adalah walaupun kuliah magister itu sulit tapi Mama tetap bersemangat. Malah kadang saya malu sendiri karena saya yang masih muda belia ini (woy! Udah 23 kau, Ndok) malah hilang semangat gara-gara hal kecil gak penting. Hiks.

Mama juga enggak mau tuh mengambil jalan pintas dalam membuat tugas-tugasnya. Mama selalu menyelesaikan tugas sebelum deadline (another PLAK! for me), dan beliau enggak malu bertanya sama teman sekelasnya, yang seumuran sama anak-anaknya.

Mama juga hobi dan selalu bersemangat buat ikutan seminar atau workshop di berbagai tempat di Indonesia. Tahun lalu juga pernah ikutan seminar yang kebetulan diadakan oleh universitas saya di sini. Jadi kami sekalian jalan-jalan deh karena beliau juga membawa serta kakak saya.:D

Di sela-sela kesibukannya kuliah, Mama juga masih sempat mengajar, memasak makanan enak (apalagi kalau saya dan abang lagi pulang kampung), arisan sama teman-temannya, mengurus bisnisnya dan jalan-jalan!

Intinya sih, saya senang sekaligus bangga karena Mama mau masih bersemangat buat sekolah lagi. Ini juga jadi motivasi saya untuk tetap semangat melanjutkan pendidikan ini. Yang entah kenapa di tengah jalan saya malah jadi ragu. Tapi yasudahlah, mari menyelesaikan apa yang sudah dimulai (eh kok malah curhat).

Jadi, selamat hari Ibu (versi Malaysia) buat Mama di rumah. Semoga panjang umur, selalu sehat dan dimudahkan rejekinya. I’ve already bought the flight ticket. I’ll be at your graduation day, Mom!
I’m truly a proud daughter. I love you more than words can say. :* 

one of favorite pictures with Mama. I think it was taken a year ago after our karaoke session.:) 

Saturday, May 4, 2013

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Kenapa saya menulis ini? Alasan pertama adalah karena saya baru baca berita semalam bahwa drama Itazura na Kiss: Love In Tokyo episode keenam baru akan tayang tanggal 10 Mei mendatang. Sebabnya, ada Golden Week di Jepang sana. Aaah...itu berarti, saya harus menunggu seminggu lagi untuk melihat Irie Naoki yang diperankan oleh Yuki Furukawa. Alasan kedua tentu sudah bisa ditebak, saya lagi nge-fans berat sama Yuki Furukawa. KYYYYAAAAAA....

Sebenarnya saya juga bingung sebenarnya tulisan ini akan bercerita tentang apa. Tapi ada baiknya saya ngomongin soal dramanya saja karena tampaknya pembahasannya akan lebih bermakna. Ya menurut saya aja sih. 

Baiklah. Mulai.

Itazura na Kiss ini awalnya adalah cerita manga yang ditulis oleh Tada Kaoru tahun 1991. Ceritanya tentang Aihara Kotoko, cewek bodoh di kelas F yang naksir berat sama Irie Naoki, cowok paling pintar di sekolah mereka. 

versi komik
Kotoko ini walaupun bodoh dia selalu bersemangat dan sangat berharap cintanya dibalas Naoki. Suatu hari dia memberanikan diri untuk kasi surat cinta buat Naoki tapi Naoki menolak. Alasannya, dia tidak suka cewek bodoh. PLAK!

Kotoko pun sedikit menyerah. Tak disangka, kejadian aneh menimpa rumah Kotoko. Tiba-tiba saja rumah Kotoko runtuh (ya namanya juga komik), padahal baru saja dibangun. Karena tidak ada tempat tinggal, Kotoko dan Ayahnya diajak tinggal sementara di rumah kawan lama Ayahnya. Hayooo..tebak siapa teman Ayahnya itu?! Mr.Irie....yang tak lain tak bukan adalah ayahnya si Naoki.

Jeng jeng jeng.....!!! Sudah bisa ditebak ya bagaimana cerita selanjutnya.:))

Manga ini sudah beberapa kali diadaptasi diadaptasi ke dalam anime maupun live action drama. Yang pernah saya tonton tentu saja live actionnya yang diberi judul sama, Itazura na Kiss di tahun 1996. Kotoko diperankan oleh Sato Aiko dan Naoki diperankan oleh Takashi Kashiwabara.

Buat saya adaptasi dalam J-drama itu luar biasa konyol. Namanya juga drama Jepang, jago sekali bikin perasaan amburadul. Kotoko nya super tolol dan gak bisa berhenti ngakak nontonnya. Naokinya super cool sampai kadang kesal nontonnya. Tapi chemistry mereka keren, dapat gitu. 

Pernah satu kali saya dan kakak nonton lagi drama ini dan tetap aja nontonnya capek karena ketawa terus.:)) 

Itazura na Kiss versi 1996 . Rambutnya ya bang...-___-
Dalam versi ini, ceritanya hanya ada 9 episode dan ceritanya cuma sampai si Naoki dan Kotoko tamat SMA. Kalau di komik sampai mereka menikah dan hidup bahagia. Saya belum habis baca komiknya sih tapi  begitu yang saya lihat di review orang-orang.

Satu lagi adpatasi yang pernah saya tonton adalah dalam K-drama dengan judul Playful Kiss. Dalam drama versi koreanya, Kotoko diperankan oleh Jung So Min dan Naoki diperankan oleh Kim Hyun Joong

Versi Korea, tahun 2010
Saya tidak begitu suka yang versi Korea ini. Selain karena saya gak suka sama Kim Hyun Jong (entahlahya, gak suka aja lihatnya. hahahaha), Kakak Jung So Min ini macam kurang total memerankan Kotoko. Terkesan Kotokonya lemah, padahal Kotoko ini walaupun bodoh adalah cewek yang kuat serta bersemangat. 

Playfull Kiss dibuat dalam dua season, yang pertama ada 16 episode dan yang kedua ada7 episode spesial. Yang pertama ceitanya kebanyakan dari sisi si Kotoko, yang kedua dari sisi Naoki. Waktu itu sih saya nontonnya gak terlalu fokus karena ya itu tadi, enggak suka Kin Hyun Joong. 

Yang ketiga adalah yang ini, yang paling baru. Judulnya Itazurana Kiss: Love In Tokyo. Saya curiga ini drama disponsori oleh Tokyo Tower dan sebagai salah satu sarana promosi pariwisata Jepang. Soalnya Tokyo Tower terus yang disorot. Dan bikin rindu Tokyo juga...Hmmmm....

Poster drama yang versi terbaru 
Dalam adaptasi versi terbaru ini, Kotoko diperankan oleh Miki Honoka dan Naoki diperankan oleh, ehm, Yuki Furukawa. Kyaaaaa....#gakbisaselow . 

Awalnya saya underestimate sama drama ini. Ah, pasti gak seru, gak ada yang ngalahin Kak Sato Aiko untuk memerankan Kotoko. Tapi ternyata saya salah. Emang sih, di epiosde satu saya masih merasa biasa aja, kecuali Yuki Furukawa ya, dari awal saya emang naksir. Hahhaha...
Tapi setelah episode 2 sampai 5, baru terasa drama adpatasi ini asik juga. Ceritanya masih tetap sama tapi karena konteksnya lebih terkini, terasa lebih seru. Apalagi, si Miki dan Yuki semakin dapat chemistrynya. Keren.

Saya gak nyangka juga si Miki itu umurnya masih 16 tahun aslinya dan si Yuki udah 26. Dengan gap umur yang jauh hebat juga bisa dapat chemistry yang seperti itu. Dan makin lama makin ganteng aja si Yuki...haduuuhh hancur adek baaaang.....:)))

Katanya sih yang versi ini akan dijadikan 16 episode. Hmmm...banyak juga ya sebagai drama Jepang. Tapi semoga aja gak berlebihan. Yang penting liat Yuki selama 16 minggu. Wuuiiih!:)) 

Ini dia abang Naoki yang baru ^_^
Saya belum pernah nonton yang versi Taiwan yang berjudul It Started With A KissKatanyabagus juga tapi nanti-nanti lah ya, lagian itu udah lama juga. Animenya juga saya masih nonton satu episode. Duh, banyak kali pun. Pening. Kapan-kapan ajalah itu. Masih banyak yang perlu dikerjakan. :D

Baiklah, sudah dulu ya. 

Kalau mau nonton Itazura na Kiss versi dahulu kala bisa dicari DVDnya di toko kaset terdekat. Atau bisa juga ditonton di sini, website favorit saya. 

Selamat berakhir pekan.:) 

*credit gambar: google, tumblr, bisa diklik di gambarnya untuk melihat sumber. 

Monday, April 29, 2013

Balada Ponsel


*lagi kerajingan kata 'balada'

Hari ini adalah hari bersejarah dalam kehidupan per-ponsel-an saya. Dari dulu saya punya handphone memang jarang berakhir bahagia atau mengharukan. Biasanya berakhir tolol nan menyedihkan.

Mari flashback ke zaman kelas dua SMP, pertama kali saya dibelikan handphone oleh orangtua saya. Adik-adik, zaman akak sekolah dulu, punya handphone gak semudah sekarang ye. Dulu akak minta handphone caranya begini:

“Yah, kalau rapot bulanan yang bulan ini ranking 1, beliin handphone boleh ya?”.

“Emang Adek mau handphone buat apa?”

“Hmm...biar enak bisa nelepon-nelpon sama sms.”

(gak dijawab)

Tibalah saatnya pembagian rapor bulanan. Yeay! Singkat cerita, handphone Nokia 2100 berwarna biru pun di tangan. Itu dulu lagi ngetop, soalnya handphonenya cantik dan lampunya sangat terang. Handphone senter, lewaaaat!!
Nokia2100, gaul karena bisa naro foto di belakangnya
Akhir hayat handphone itu saya tak ingat tapi yang jelas ada cacat di layarnya. Bukan tergores, tapi terkelupas. Entah saya apakan benda itu.

Tiba-tiba handphone saya udah Sony Erricson. Waktu itu ayah mau beli handphone baru jadi saya dikasi yang bekas. Tidak apa. Lagian saya suka handphonenya, kameranya terpisah. Ya Tuhan, kalau diingat sekarang kok paok kali ya handphone dengan kamera terpisah itu...:))

Duh, saya lupa itu seri berapa. Nyari di google juga pusing, terlalu banyak gambar yang keluar dan gak ketemu yang mau dicari.:)) 

Nah, handphone sony ini saya pakai sampai awal kelas 1 SMA. Dia berakhir konyol di kaleng cat tembok. Jadi ceritanya, waktu itu mau 17an, di sekolah kerja bakti mengecat ruangan kelas. Saking semangatnya ngecat saya gak sadar handphone di kantong. Ayah menelepon saya. Pas ngangkat, tangan saya agak licin lalu ‘clup..’ . Taraaaaaaaaaa..........handphone warna oranye berubah jadi coklat tua.

Waktu saya ceritakan kepada Ayah kejadiannya beliau bingung mau komentar. Kini handphone masuk dalam kaleng cat jadi lelucon di rumah. Tiap saya handphone baru, nasihat Ayah tak berubah, “jangan dimasukkan dalam kaleng cat lagi yaaa..”.

Sebagai hukuman atas kecerobohan saya, Ayah tidak membelikan saya handphone sampai ulang tahun saya di bulan Februari. Enam bulan saya mengandalkan telepon rumah. Ya, adik-adik....dulu telepon rumah sangat berguna.

Sebagai hadiah ulang tahun maka Ayah membeilkan saya handphone Nokia 3660 warna biru. Saya suka sekali modelnya. Sampai sekarang saya masih suka model handphone ini. Selain itu, saya senang soalnya sudah lama saya gak punya handphone.
Nokia3660, handphone favorit sepanjang masa
Namun lagi-lagi nasib sial menimpa. Sedang asik naik angkot, eh, dicuri orang. Kayaknya sih saya kena hipnosis gitu. Waktu itu emang lagi musim. Hanya beberapa bulan saja saya menkmati handphone favorit saya itu. Hiks. Karena trauma, saya gak naik angkot selama setahun dan pakai handphone yang kecil-kecil tak berdaya saja. Yang penting layarnya berwarna dan ada radionya.

Nokia2600, themesnya bagus-bagus
Kemajuan teknologi ponsel menggairahkan sekali waktu itu. Jadi saya pun menabung buat beli hape baru. Yah, karena feeling guilty gitu kan sama orangtua kalau dibeliin hape berakhir derita semua. Singkat cerita, saya pun berhasil mengumpulkan uang membeli handphone yang saya suka di kala itu, Sony Walkman W550i. Widdiiih...bisa diputar 180 derajat!! How cool that is!

Sony Walkman W550i, gaul karena bisa diputar 180 derajat
Tapi dulu jarang yang punya handphone ini. Jadilah handphone saya agak famous di kelas. Teman-teman sering pinjam buat main Worm. Ya Tuhan, lawas giler permainnanyaaa...

Saya pakai handphone itu dari kelas 2 SMA sampai semester 1 kuliah, tahun 2007. Modelnya asik, themes nya lucu dan soundnya bagus buat dengerin lagu.

Namun segala kekerenan itu musnah ketika pada suatu malam di bulan puasa, saya pergi solat tarawih. Handphone saya tinggal di kamar teman. Waktu pulang, seorang teman bilang...

“Ndoook....maaaf yaaa...”

Saya bingung. “Kenapa?”

“Handphonemu...”

“Kenapa handphone i?”

“Aku gak sengaja salah putar....”

Okay...jadi, teman saya itu memutar handphone saya 360 derajat. Terimakasih~ Jadilah selama beberapa hari saya pakai handphone itu dalam keadaan longgar. Pernya sudah hampir putus tapi masih tetap bisa digunakan untuk menelepon dan sms. Jadi saya bertahan. Lagipun, kalau mau ganti hape tanggung, lebaran mau pulang kampung (untuk pertama kalinya).

Padahal sebelum ke Penang ayah sudah mengingatkan, ganti aja itu handphonenya... tapi karena saya masih sayang saya enggak mau. Itulah kaaan bandal kali dibilangin orangtua....-__-“

Besoknya saya mau mudik jadi saya dan teman-teman beli oleh-oleh. Pulangnya, pas turun dari mobil saya enggak sadar ternyata handphone ada di pangkuan saya. Handphonenya pun jatuh ke aspal. Yeyeyeyeyee......tralala tralili....
Lucunya, walau LCDnya mati total, handphone saya masih bisa menerima telepon. Jadi seru, saya menebak, wah, siapa nih yang nelepon?!:))

Sampai rumah, tentu saja saya lagi-lagi direpetin karena ceroboh dan lelucon handphone putar pun mengambil posisi handphone cat tembok.

Untung saja hari raya. Duit THR tentu saja saya beliin handphone. 

Nokia6120, handphone asik penuh kenangan. eyaaak....
Dua tahun juga saya pakai handphone ini. menemani hari-hari kuliah, pacaran, practical training, interview narasumber, dan tentu saja foto2 sama teman-teman tersayang. Sampai wujudnya pun tak berperikemanusiaan. Pinggiran layarnya bopeng, tulisan di keypadnya udah pudar, besi di samping kanan kirinya terkelupas. Gak kayak handphone anak perempuan pokoknya.
Akhirnya dengan ikhlas handphone tersebut dijual. Tentu saja harganya tak seberapa. Mana ada tukang jualan mau menerima handphone sejelek itu?!

Lalu, semester akhir kuliah saya pun beralih ke Samsung Corby warna kuning. Yeaaah....saya suka bentuknya unik dan warnanya lucu. Themesnya cute dan keypadnya qwerty. Belakangan saya tau rupanya salah satu endorsement Jang Geun Suk adalah corby. Kyaaa....kalau saya udah into k-pop dulu pasti parah. Sayang, kita memang berjodoh nampaknya. Hahahaha

Samsung Corby warna kuning yang sangat comel
Cuma sekitar setahun saya pake Corby. Tentu saja handphone ini juga mengalami kecacatan berada di tangan saya, keypadnya cacat saya lupa karena apa. Setahun saya pakai, lalu saya ganti Balckberry yang Gemini.

Apapun model handphonenya, selalu saja berakhir nista di tangan saya. BB saya ini tidak saya pakai lagi dan tersimpan di rumah karena sinyalnya enggak ada padahal udah dicoba pake semua provider. Keadaan fisiknya tak usah ditanya, sudah tentu mengenaskan. Malas membawa ke tukang service.
Gemini8520, awal dari segala ke-alay-an 
Lalu dengan kurang ajarnya, saya pakai bb abang saya yang ngangur di rumah. Tadinya abang saya mau menjualnya tapi kotaknya hilang jadi yaudah saya pakai aja. Jadilah saya menggunakan BB pearl...warisan abang.

Berbulan-bulan saya pakai handphone ini sebelum ia mati konyol. Awalnya tutup belakangnya lepas. Tampaknya ada bagian dalamnya yang patah jadi tak bisa melekat. Jadi saya isolasi. Tiap tiga hari sekali saya ganti isolasinya soalnya terkelupas. Tapi kadang saya malas jug sih, jadinya suka jatuh-jatuh. -__-

Daaaaan........tadi sore terjadilah sebuah peristiwa yang menggetarkan jiwa. Handphone tersebut tercemplung ke dalam WC. 
Selamat tinggal, blackberry pearl yang kusayang. Semoga kau tenang di dalam WC.
Jadi ceritanya sebelum pulang saya singgah di mesjid kamus mau solat ashar. Karena sesak pipis jadi saya mampir ke toilet dulu. Saya lupa kalau handphone ada di kantong. Biasanya saya selalu meletakkan handphone di tas kalau ke toilet. Jadi ya gitu deh, pas buka celana...jatuh lah handphone dan baterenya ke wc dengan indahnya. Sialnya, di tutup belakang yang hobi lepas itu malah tertinggal di lantai toilet. 
--____________---

Sebenarnya saya sedih tapi saya rasa lucu juga, masa handphone jatuh ke wc?!

Setelah diingat-ingat saya ini ceroboh sekali ya?! Masa barang kayak gitu tak bisa dijaga?! Ya Tuhaaan ampunilah hamba-Mu ini.

Sekarang saya lagi mau hiatus dari dunia ponsel. Tapi harus tetap ngurus nomor handphone yang lama. Mengingat semua urusan terdaftar dengan nomor itu. Gak kerjaan lah ganti-ganti nomor hape ke bank dan kampus. Huaaaaah....

Sementara, saya pake handphone cadangan yang pernah saya beli dan jarang dipakai. Yaudah, saya pakai ini aja dulu. Semoga yang ini jangan berakhir kejam. Dia terlalu kecil dan imut untuk mengalami hal seperti pendahulunya.
SamsungE1195, iseng beli karena murah dan imut akhirnya menjadi sangat berguna
Baiklah, saya mau tidur. Semoga semua ada hikmahnya. Selamat malam.


P.S : Maafkan mama dan ayah, anak kalian ini sukanya bikin susah. Maafkan abang dan kakak, adik kalian ini hobinya bikin pusing dan bikin malu.:(

Friday, April 26, 2013

Balada Kappa


Tiba-tiba malam ini saya teringat Kappa, kucing abang saya yang sekarang tidak diketahui keberadaanya. Sudah lama saya ingin mengabadikan Kappa dalam sebuah cerita tapi gak sempat (baca: malas). Nah, karena lagi ada mood buat menulis, jadi apa salahnya  bercerita tentang seekor kucing yang lumayan signifikan dalam kehidupan ailurophobia saya.

I think the world knows that I hate cats so much. Ya gak sedunia juga sih, Ndok. Emang kau siapa? Ya, pokoknya gitu lah, keluarga serta teman-teman sudah tahu betul kalau saya tidak suka sama binatang karnivora satu itu. Sudah beberapa kali juga saya posting dalam blog. Kalau mau tau sejarahnya, bisa dibaca di posting blog saya beberapa tahun lalu.

Dalam kebencian saya pada kucing...pada suatu hari...saya lupa tepatnya tahun berapa. Yang jelas saya masih kuliah waktu itu. Eh, sekarang juga masih kuliah ya. Oke, waktu itu saya masih usia belasan, mungkin 18 atau 19 tahun.

Nah pada hari itu saya sedang pulang kampung dan mendapati abang saya sedang bermesraan dengan seekor kucing. Aduh, kalimat apa itu?! Jadi lain artinya. Maksudnya, abang saya sedang bermain-main sama seekor kucing. Kucingnya dielus-elus dan mereka sangat akrab. Tentu saja saya berang! Apa-apaan ada kucing di rumah ini???!!

"Abang...itu kucing siapa?"

"Ini kucingku si Kappa namanya."

"APAAAAAAH???!!!"


Sejak itu kehidupan saya dalam rumah mulai terancam. Kalau pintu terbuka sedikit saja maka saya akan berjumpa dengan kucing kurus berbulu abu-abu itu. Kalau kami sedang makan di teras belakang, maka si Kappa akan berjalan di kolong meja. Tentu saja saya akan mengangkat kedua kaki saya ke kursi supaya tidak bersentuhan dengan bulunya. Kalau tersentuh saya akan teriak, masuk ke dalam rumah lalu mencuci kaki saya bersih-bersih. Ya, sebenci itulah saya pada kucing. Kena dikit, samak!!!!

Kembali pada Kappa si kucing fenomenal. Kata Abang saya Kappa adalah siluman air dalam komik  kesukaannya. Saya pernah iseng googling soal Kappa. Rupanya Kappa itu salah satu mahluk aneh dalam mitologi Jepang. Katanya wujudnya tak ada hubungannya sama sekali dengan kucing, malah campuran bebek, katak dan monyet. Aduh, jadi seram. Whatever.

Intinya sih, sampai sekarang saya masih heran kenapa abang saya dengan baik hati ‘memelihara’ si Kappa. Namun sejak abang saya pindah ke luar kota, keberadaan Kappa tersingkirkan. Tak ada lagi kasih sayang... Jangankan dielus-elus, dikasi makan saja sudah untung.

Kalau kami makan siang atau malam, si Kappa akan mengeluarkan suaranya, “meoong...meooong...” 
Ih! Lalu saya akan segera membanting pintu tepat di depan wajahnya. Tapi saya tajut-takut juga sih. Dalam bayangan saya kepalanya terjepit lalu putus. Yaampun, kalau itu terjadi, bisa-bisa saya akan trauma seumur hidup.

Tapi Kappa ini jenis kucing yang tak pantang menyerah. Setiap hari dia datang. Kakak dan Ayah saya dengan baik hati memberi sisa makanan, melemparnya ke dekat tong sampah di halaman. Lalu dimakan oleh Kappa. Saya selalu berkomentar,

“Itu lah ayah ini dikasinya makanan, jadinya terus datang dia,” kata saya sambil merengut.

“Kan gak apa-apa asal dia gak boker di sekitar rumah kita aja,” jawab Ayah dengan santainya.

Baiklah, alasan diterima.

Yang bikin Kappa ini fenomenal adalah kedodolannya sebagai seekor kucing. Kakak saya menyebutnya kucing ‘border line’. Alasannya karena Kappa sangat bodoh.

Dimana-mana ya, kucing kalau digertak pasti akan kaget lalu lari. Kappa tidak. Dia diam saja. Kalau dikasi makanan, dia tak langsung pergi ke makanan tersebut. Dia tampak kebingungan mencari dimana letak makanan itu. Padahal di sekitar dia aja lho! Paok kali lah pokoknya.

Kami sempat mengira Kappa ini rabun senja. Tapi kalau siang dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda kecekatan dan kecerdasan. Maka kami menyimpulkan bahwa Kappa ini memang kucing bodoh. 

Sebagai yang punya rumah, kami agak dodol juga sih. Kami sempat bingung sebenarnya Kappa ini jantan atau betina. Kami pernah berspekulasi kalau dia itu betina. Karena pada suatu hari Kappa sangat lemas. Dia macam bad mood gitu. Kami sangka dia hamil. Tapi hari berikutnya dia kembali seperti semula. Tetap bodoh.

Pernah juga kami kira dia jantan. Karena waktu itu dia membawa seekor kucing kampung  entah dari mana dan si Kappa ini semacam caper gitu.

Hal fenomenal lain yang si Kappa lakukan adalah dia dengan kurang ajarnya membawa temannya. Seekor kucing hitam berbulu sangat lebat, macam kucing anggora. Ayah saya memberinya nama ‘Anggodo’, singkatan dari Anggora Domestik. Kebetulan, waktu Anggodo muncul, sedang santer berita mengenai Anggodo Widjojo dalam kasus Cicak dan Buaya yang melibatkan KPK tahun 2009 lalu.

Mereka berteman akrab. Tak lama kemudian, muncul lagi kucing hitam lain. Diberi nama oleh Ayah saya juga: Tambi. Yaampun gak ada kerjaan betul si Ayah ngasi nama buat kucing-kucing kampung yang singgah di rumah. Kata Ayah, Tambi itu nama orang India yang kulitnya sangat hitam. Entahlah. -_-

Tahun berganti. Ketiga kucing itu makin sering hang out di sekitar rumah kami. Tapi Anggodo menunjukkan tanda-tanda penuaan. Bulunya rontok dan dia jadi jelek. Ayah berspekulasi dia termakan ikan asin. Kami sempat mau menjualnya tapi malu karena dia sangat jelek, mana ada yang mau beli?!

Tanpa kami sadari, Kappa membawa perubahan besar dalam kehidupan dalam rumah. Kami jadi hobi menyisakan makanan. Kalau ada makanan yang tak habis maka kalimat ini akan keluar “kasi buat Kappa aja”.

Saya juga kini tak berteriak terlalu histeris jika ada kucing. Walau Kappa belakangan mulai kurang ajar, dia sudah berani masuk ke rumah, tapi sebatas kolong meja makan saja. Saya tetap takut dan tak suka kucing tapi saya sekarang sudah bisa mengontrol kapan saya akan teriak atau melarikan diri dari TKP. Mungkin Kappa ini sebagai alat terapi ketakutan saya juga.

Kalau dipikir-pikir, pengaruh Kappa dan teman-temannya cukup besar. Dan tak terasa sudah tiga tahun lebih juga mereka jadi bagian dari rumah saya.

Suatu hari Kappa hilang. Dia tak datang ke rumah lagi. Tapi Anggodo dan Tambi tetap datang. Kami mengira dia telah mati. Eh, bukan kami ding, saya aja. Dalam hati saya senang. Mati sajalah kau, Kappa. Hahahhahaa. Tapi rupanya dia kembali lagi. Tanpa perubahan. Dia tetap bodoh. Sial.

Kehidupan berjalan seperti biasa. Tiga serangkai itu datang tiap kami makan siang atau makan malam. Malah, kadang Subuh pun sudah ada. Gila, kucing-kucing yang sehat, hobinya sarapan.

Terakhir saya kembali ke Malaysia beberapa bulan lalu, Ayah dan kakak mengabarkan kalau Kappa sudah tak muncul beberapa hari. Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Tampaknya Kappa memang hilang untuk selamanya.

Mungkin dia hilang. Mungkin juga dia sudah menemukan tuan rumah yang lain yang lebih menyanyanginya. Bukan  tuan rumah yang hobi mengusirnya dan mengejeknya sebagai kucing border line.
Atau mungkin saja Kappa telah kembali ke dunia per-kucing-an di atas sana. Walau katanya kucing punya sembilan nyawa, saya berharap Kappa tak akan pernah kembali lagi, dalam wujud apapun.

Semoga kau tenang di alam sana, Kappa. Terimakasih telah menemani dan merusuhi kehidupan keluarga kami selama ini. Kini kami bisa makan dengan pintu terbuka tanpa was-was akan ada kucing. Karena kabar terakhir yang saya terima dari rumah, Anggodo dan Tambi pun sudah tak tampak lagi.

Sekian dan terimakasih. 

Monday, April 8, 2013

Narsisisme kah?


Aku adalah makhluk paling rumit yang pernah kutemui
Aku adalah manusia paling sadis yang pernah kutelusuri
Aku adalah hewan mamalia paling busuk yang pernah kupelajari
Aku adalah orang paling bengal yang pernah dikagumi
Tapi aku adalah dia yang paling kutaati.

Sunday, March 31, 2013

#K-Songs Current Obsession

G.Na - Ooops!
This song is actually far from my usual taste. It's a fact that I like kinda 'flirty' song but I usually throw away this type of Kpop songs from my playlist. However, I oddly stuck on this song for the past few days. I don't exactly know why I like this song. Maybe I like the guy's voice or maybe the music is simply easy listening. But still, the 'ooops ooops ooops...' at the ending of the song is kind of annoyed me. Well, just enjoy the song. 




C.N Blue - 사랑빛 (Love Light)
It's quite an old song and this song has been there in my playlist for long time. On one night I fell in love with this song and started to listen to it like ten times a day. How could resist Yong Hwa and Jong Hyun's voice?! 


Yuria - I'm In Love 
Another quite an old song from OST of Flower Boy Ramyun Shop. It's kind of easy listening pop song but I love piano sound all over the song. And again, I have a feeling that the lyrics has deep meaning. 


Happy weekend!:D 

Saturday, March 30, 2013

#K-Song _ Love Recipe by Clazziquai Project

I don't exactly remember when I first heard of Clazziquai Project. Maybe from drama soundtrack or maybe from the compilation album I ever downloaded. What I know is that this band is one of indie bands from South Korea.  

Clazziquai Project consists of DJ Clazzi, Horan and Alex. I only know Alex because he acted in drama Pasta as Kim San, Yoo Kyung's secret admirer. So far I just heard some of their song like Love Recipe, Be My Love, and Sweety. Their music may be classified as electronic one and sometimes sounds jazzy. 


From my search on internet, Clazziquai has released seven album and the latest one is Blessed, released in 2013. One of the songs in this album titled 'Love Recipe' and I'm currently so in love with this song. Check it out. 


What I like from this song is definitely its music and even though I can only understand some the words in the lyrics, I'm sure that the song has a deep meaning. The music video is also quite good and I like watching it over and over. 

If you want to know more about Clazziquai Project, visit here or if you want to listen their songs check their lastfm