Posts

Showing posts from March, 2013

#K-Songs Current Obsession

Image
G.Na - Ooops!
This song is actually far from my usual taste. It's a fact that I like kinda 'flirty' song but I usually throw away this type of Kpop songs from my playlist. However, I oddly stuck on this song for the past few days. I don't exactly know why I like this song. Maybe I like the guy's voice or maybe the music is simply easy listening. But still, the 'ooops ooops ooops...' at the ending of the song is kind of annoyed me. Well, just enjoy the song. 



C.N Blue - 사랑빛 (Love Light) It's quite an old song and this song has been there in my playlist for long time. On one night I fell in love with this song and started to listen to it like ten times a day. How could resist Yong Hwa and Jong Hyun's voice?! 

Yuria - I'm In Love  Another quite an old song from OST of Flower Boy Ramyun Shop. It's kind of easy listening pop song but I love piano sound all over the song. And again, I have a feeling that the lyrics has deep meaning. 

Happy weekend!:D

#K-Song _ Love Recipe by Clazziquai Project

Image
I don't exactly remember when I first heard of Clazziquai Project. Maybe from drama soundtrack or maybe from the compilation album I ever downloaded. What I know is that this band is one of indie bands from South Korea.  
Clazziquai Project consists of DJ Clazzi, Horan and Alex. I only know Alex because he acted in drama Pasta as Kim San, Yoo Kyung's secret admirer. So far I just heard some of their song like Love Recipe, Be My Love, and Sweety. Their music may be classified as electronic one and sometimes sounds jazzy. 

From my search on internet, Clazziquai has released seven album and the latest one is Blessed, released in 2013. One of the songs in this album titled 'Love Recipe' and I'm currently so in love with this song. Check it out. 

What I like from this song is definitely its music and even though I can only understand some the words in the lyrics, I'm sure that the song has a deep meaning. The music video is also quite good and I like watching it ov…

Menonton (Drama) Kehidupan

Image
"Just because you love watching drama, that doesn’t mean you’re a drama queen." – my crumbled mind.
Banyak teman yang bertanya sekaligus agak berkomentar sinis, “Ndok, kenapa sih kau suka kali nonton drama Korea? Penting ya?”
Waduh, saya bingung harus jawab apa dan bagaimana. Tapi ada baiknya saya tuliskan saja tentang guilty pleasure saya yang satu ini. Bagaimana tak guilty pleasure, untuk menonton satu drama, diperlukan setidaknya total enam belas jam dari kehidupan. Kadang drama yang saya tonton tidak begitu bermanfaat untuk ditonton, itu berarti saya telah menyia-nyiakan berjam-jam waktu saya hidup di dunia ini.
Nah, bagaimana dengan drama-drama yang worth to watch? Ini lain ceritanya. Menonton drama awalnya adalah pelarian dari ke-stress-an saya karena menganggur dua tahun lalu. Sebenarnya saya sejak dulu memang suka nonton drama, sebut saja Kera Sakti, MVP Lover dan tentu saja Meteor Garden. Iyaaak...siapa yang tidak tahu kehebohan Meteor Garden di awal tahun 2000 tig…

Tak Putus Sedan

Setitik sesal datang meradang Sebutir galau enggan dihalau Segumpal amarah makin terasah Seonggok rasa bersalah membuat resah
Terkadang kuheran mengapa hati tak putus sedan.

Annyeong!

My introduction to Korean pop culture is actually not something new. But two years ago was an important point. I was desperately jobless with nothing to do. So I took Coffee Prince DVD at home, which I don't whose that is, and I started to watch it.
Bum!

The wave hit me immediately. I was so amazed with the plot and I loved all songs in its soundtrack. Plus, I kind of fell in love with Gong Yo.. Well, who won't? After that, I started to watch other dramas and listened to more songs, especially k-indie. I even started learning read and write Hangul, which I can do it well now but don't ask me about grammar. It's difficult. :))

As my interest and consumption of k-pop material increase, I think I need a space functioning as a bin to just throw my thoughts out. Because sometimes I feel like commenting on Twitter or posting brief content in Tumblr are not enough.
I'll be writing many kinds of post here. It might be light and unimportant stuff but it might be the heavy one a…

Musuh

Mungkin benarmusuh terbesar seseorang adalah dirinya sendiri
aku tak suka bertengkar aku bukan penggemar konflik
tapi apa mau kukata diriku, musuhku
yang kadang tak sanggup kulawan
karena aku tak suka bertengkar karena aku bukan penggemar konflik

Kontradiksi #1

Sulit sekali rasanya menulis tentang percintaan yang romantis lagi menyenangkan. Rasanya kegelapan, kekecewaan dan cinta yang tak kesampaian lebih menarik untuk diceritakan.
Kenapa?
Mungkin karena semua orang menginginkan sebuah cerita yang berujung kebagaiaan, walaupun pada awalnya adalah sebuah penderitaan. Tak ada yang menginginkan keindahan cinta di awal dan perpisahan pada akhirnya.
Padahal, manusia juga sadar bahwa setiap pertemuan akan berakhir perpisahan. -

Terjebak Hujan

Baru saja kupasang niatku untuk berjalan kaki menyusuri kota sore ini. Hari yang cerah plus pikiranku sedang kacau. Sepertinya secangkir teh hangat dan sebuah buku cukup menemaniku nanti.

Tiba-tiba hujan turun bersama teman-temanya, angin kencang dan geluduk. Sial. Padahal tadi matahari bersinar sangat cerah. Bahkan air minum yang kuletakkan di dekat jendela berubah hangat karenanya. Alam semakin tidak bisa ditebak tampaknya.

Dan aku harus tetap tinggal di sini, di meja kecilku yang sumpek. Dari tempatku ini, hanya bisa kulihat hutan belantara dan kabut asap. Ada bangunan tinggi yang tampak atap dan jendela lantai paling atasnya. Baiklah, mungkin ini sudah cukup.

Tampaknya aku harus tetap di sini.

Pembunuhan

“Jangan! Jangan bunuh dia.”
“Kenapa? Apa gunanya dia terus hidup kalau hanya menyusahkan hidupku?”
“Tapi kau tidak akan bertahan jika kau bunuh dia”
“Kukira dia bukan satu-satunya hal penting dalam hidupku. Sudahlah! Aku tidak membutuhkannya. Kerjanya hanya bikin masalah, membuat segalanya menjadi rumit.”
“Kau akan menyesal nanti.”
“Aku tidak perduli. Aku hanya ingin membunuhnya sekarang.”
“Ah, terserahmu saja. Aku sudah memperingatkanmu.”
“Aku akan baik-baik saja.”
Lalu ditancapkannya pisau itu di perut kanannya.

Pada suatu badai

Malam ini mencekam
petir bersautan  angin kejar-kejaran  mungkin hujan akan segera datang
Aku masih berada di depan sini, di depan layar monitor sejak siang tadi haaah...lagi-lagi hari yang tak produktif
Apa kubilang, hujan datang petir semakin asik bersautan angin semakin kencang saling mengejar mungkin akan badai (lagi) seperti malam sebelumnya

Dan aku juga masih di sini
di depan layar monitor sejak siang tadi
menjelajah waktu yang pernah kita lalui

Mengingatmu

Mengingatmu seperti menemukan koin di tengah jalan,
ingin sekali memungutnya tapi enggan akan empunya.

Mengingatmu seperti melihat kerumunan di jalan raya
penasaran tapi aku malas untuk singgah.

Mengingatmu seperti menunggu lampu hijau di zebra cross,
tak sabar tapi aku harus berhenti.

Mengingatmu seperti berjalan kaki di malam hari,
sejuk tapi penglihatanku agak kabur.

Mengingatmu seperti menonton acara televisi
semu tapi aku selalu suka.