Pages

Wednesday, October 17, 2012

Ananda is A Perfect Bliss

Sebagai seseorang yang namanya agak pasaran, sebenarnya kadang saya agak kesal juga. Sepertinya, kemana pun saya pergi selalu saja ada yang bernama 'Ananda' atau 'Nanda'. Pernah saya bertanya sama Ayah, "Yah, kenapa sih Nanda dikasi nama Ananda?", lalu Ayah menjawab "Iya, kan bagus nama Ananda." Ah, saya pikir akan mendapat jawaban yang lebih philosophical

Seiring berjalannya waktu serta semakin banyaknya saya berkenalan dengan orang (terutama yang bernama Nanda atau Ananda), saya jadi jarang dipanggil dengan nama saya yang sebenarnya. Kebanyakan teman memanggil saya dengan nickname atau nama keren seperti "Ndok" atau "Ndooks". Di rumah, saya juga jarang dipanggil Nanda, Ayah dan Mama lebih sering memanggil saya dengan sebutan "Adek". Kalau Abang dan Kakak saya memanggil saya dengan berbagai macam nama yang tentu saja terdengar tidak masuk akal di telinga. Setiap tahun berganti sepertinya namun sekarang Abang sedang memanggil saya "Kerlo" dan Kakak memanggil saya "Keli". Entahlah, mereka memang aneh. 
Saya hanya dipanggil sesuai nama asli pada urusan akademis ataupun acara formal lain seperti mengurus visa atau sedang di bank. Malah kadang saya suka gak notice kalau saya dipanggil. -_-

Anyway, walaupun nama panggilan saya makin hari makin banyak dan gak jelas, tentu saja saya masih bangga sama nama sendiri. Karena tidak mendapat jawaban yang sesuai harapan dari orangtua, iseng-iseng saya cari arti nama saya sendiri di internet. Semoga saja apa yang saya dapatkan adalah dari sumber yang bisa dipercaya.

Nama saya Ananda Triana Anwar. Ananda adalah pemberian Ayah. Triana, diberikan oleh Mama karena katanya biar ada 'Tri' nya, mengingat saya adalah anak ketiga. Sedangkan Anwar adalah nama kakek, yang juga dipakai oleh saudara dan sepupu saya yang lain. 

Menurut segala sumber yang saya baca, Ananda berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kebahagiaan. Kalau menurut ajaran agama Hindu, Ananda itu versi perempuannya Anand, dengan arti yang sama. Dalam bahasa Afrika (mungkin maksud mereka dalam bahasa Swahili ya?!) berarti worthy of love. Mungkin kira-kira artinya 'pantas untuk dicintai'. Intinya sih, Ananda itu artinya kebahagiaan yang sempurna (perfect bliss). Ciyeee....

Nah, kalau Triana berasal dari bahasa Yunani yang berati pure, murni. Dalam bahasa Latin juga berarti 'ketiga'. Menurut beberapa sumber juga, nama Triana bukan termasuk nama populer (at least on their survey in US). Yah, gak apa-apa lah, first name saya mainstream, middle name agak-agak indie. Zzzz....

Sedangkan Anwar berasal dari bahasa Arab dan juga bahasa Swahili yang artinya 'yang paling cerdas, yang paling cemerlang'. 

Kalau digabungkan, mungkin kira-kira nama saya artinya: "Seorang yang penuh kegembiraan dan kecerdasan". Whahahaa...gila pencitraaan namanyaa...:)) 

Well, setelah dilihat-lihat ternyata nama pasaran saya ini artinya bagus juga. Semoga saja saya akan tumbuh menjadi peribadi yang sesuai dengan arti nama saya, bahagia dan cerdas. Terimakasih ya Ayah dan Mama telah memberi nama yang bagus walaupun kalau ditanya jawabannya tidak memuaskan. Yeah, apa gunanya internet kan ya?!:P

Kalau nama kalian artinya apa? :) 


P.S: curiga nama saya berasal dari bahasa Sansekerta lah, Arab, India, Afrika. Mungkin itu yang menyebabkan saya berkulit hitam dan berambut keriting. *woy Ndok..sadar Ndok...kalau itu gen yang berbicara!!!* :/

Saturday, October 13, 2012

Catatan (Gak) Kecil Indonesian Culture Night 2012

Sebelum mood saya hilang untuk menulis dan sebelum lupa juga (mengingat sekarang daya ingat agak menurun), saya mau bikin review kecil-kecilan tentang acara malam budaya Indonesia tadi malam. Sebenarnya saya agak gamang dalam menempatkan diri dalam mereview acara tadi malam, saya ini sebagai penonton atau sebagai pengamat yang notabenenya hafal betul seluk-beluk dewan budaya dan tetek bengek acara sejenis. Karena mau tidak mau, pasti akan terjadi 'bias'. Halah gayaaa kali kau, Ndok, minta ditampar. -_-"

Sebagai latar belakang, acara tadi malam bernama Indonesian Culture Night 2012 yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Universiti Sains Malaysia, Pulau Pinang. Acara seperti ini memang sudah beberapa kali diadakan oleh mahasiswa Indonesia si Penang, dengan nama Sparkling Indonesia. Kali ini, saya berkesempatan jadi penonton, tanpa disibukkan oleh rundown acara dan walkie-talkie. 

Maka, saya awali review acara tadi malam dalam konteks sebagai penonton. :)

Secara keseluruhan, acara tadi malam sangat menghibur, dan bisa dibilang acaranya sukses. Walaupun saya gak bisa masuk dari awal acara, saya bisa melihat acara tadi malam seperti semakin akhir semakin bagus. Saya mulai menonton acara dari kata sambutan Pak Konsul Jendral yang diiringi oleh tarian tortor. It's quite interesting tapi sebenarnya lebih asyik kalau penarinya memakai ulos sebenarnya, bukan kain selendang.:) Dan juga, sebenarnya yang nari tor-tor pun tak perlu sampai naik ke atas panggung. Jadi seperti kejar-kejaran mau ke panggung gitu sama Pak Konjen.:P

Well, yang saya salut adalah MC nya. Di awal acara mereka tampak masih agak canggung, tapi lama-kelamaan jadi seru, mungkin sudah dapat 'feel' nya. Terutama MC yang perempuan, dia bisa dengan tangkas menetralkan situasi kalau tiba-tiba jadi awkward. Yeah, I give my appreciation to them.

Para pengisi acara juga berusaha all out dalam menampilkan persembahannya. Tari Topeng, Tari Wirayuda, dan tentu saja, Tari Saman. Lalu, band performance, dan ada bintang tamu dari Bandung namanya Arumbakustik Gumiwang. Dan itu keren sekali menurut saya, apalagi yang main angklung. Itu namanya siapa ya?! (zzzz...tetep ya Ndok hunting..:O *eh tapi gak jadi lah, setelah gugling taunya anak SMA semua. -_-")

Trus ada juga  anak-anak exchange student memainkan musik dengan alat-alat dapur berserta galon dan ember bekas. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu daerah serta lagu wajib nasional. Epic.:) 

Fashion show baju-baju adat Indonesianya juga lucu karena yang meragakan busana bukan cuma anak-anak Indonesia, tapi juga international student dari negara-negara lain. Lumayan, buat cuci mata. (tuh kan Ndok...) 

Tapi sebagi penonton saya agak sedikit kecewa sama ending acaranya karena tau-tau udah selesai, sepertinya tanpa aba-aba. Memang di awal acara sudah disampaikan oleh MCnya kalau ceritanya kita akan terbang dari satu pulau ke pulau lain. Well, karena seingat saya semalam sehabis rame-rame nari Saijojo dan Poco-poco tiba-tiba acara sudah habis, dan saya tidak mendengar MC ngomong "Terimakasih sudah datang, sampai jumpa lagi di lain acara." Eh, atau saya yang terlalu asik nari-nari gak jelas? 

However, sekali saya tegaskan kalau acara tadi malam memang sangat menghibur. Yah mungkin karena saya rindu keramaian aja ya. Hehhee. Tapi good job buat pantia, yang sepertinya memegang prinsip 'the show must go on". *lirik-lirik nakal* 

Nah, abis ini saya mau mereview acara tadi malam sebagai "mantan panitia" acara sejenis. :)) Tidak ada maksud apa-apa sih, cuma ingin berbgai pengalaman dan siapa tau kalau ada acara begini lagi teknisnya lebih oke.:)

Buat saya, acara semalam agak 'gelap'. Maksudnya, gelap karena seperti lightingnya tidak disusun dengan maksimal. Selama acara, di kursi penonton lebih banyak gelapnya. Terutama waktu acara lucky draw, how in the world the audience could see their tickets kalau lampu di bagian penonton gak diidupin? Begitu juga dengan MC nya, seharusnya MC ngomong dikasi spotlight, dimana pun mereka berada. Mau lagi di panggung, di bawah panggung, atau di tengah-tengah penonton. They are the master of ceremony kan? :) Selain itu, kasian juga mereka gak bisa baca skripnya. Mungkin untuk ke depannya, harus ada yang benar-benar ahli dalam mengoperasikan lampu-lampu dalam dewan. Oh, I miss Faiz, Balu dan Rahmat suddenly.:)) They were the lamp guys back then. Hahaha

Lalu, yang agak mengganggu adalah, never ever keluar dari tengah-tengah panggung apalagi ngintip-ngintip di bawah projector. And I saw that many times last night. Emang sih, acara semalam itu banyak sekali alat musik di atas panggung tapi yah, besok-besok stage managing ya diperbaiki ya adik-adik yang manis.:)) 

Whatever it is, saya salut lah sama panitia acara semalam. Apapun katanya, bikin acara besar seperti semalam dan bukan di tanah air adalah hal yang patut dibanggakan dan diapresiasi dengan baik. Selamat atas kerja kerasnya dan semoga ke depannya ada acara-acara lain dan semakin bagus juga manajemennya. Yang bagus dijadikan kenangan, yang gak bagus dijadikan pelajaran. Eyaaaaaak....:))) 

Oke Ndok, mandi sana mandiii.... 

(Not Really) A Quick Update

Hellloooo.....
Sebenarnya saya sedang tidak berminat mau ngeblog-ngeblog karena harus mikirin thesis yang ternyata banyak masalahnya. Ya Tuhaaan...tolongin sayaaa...:( 
Well, karena saya udah bosan stress, jadiiiii saya mau update blog aja. Mungkin karena udah lama gak nyampah ya makanya stress...(alibimu gak diterima, Ndok!)

Jadi ceritanya saya masih amazed sama "ciyus? miapah?". Dari manaaaalah didapatnya ngomong-ngomong macam itu? Tapi saking stressnya, saya pun memberikan sedikit sentuhan pada kata 'ciyus' menjadi bentuk adverb --> 'ciyusly'. Jadi, contoh kalimatnya, "Duh, capeknya. I'm ciyusly tired." Iya, begitu. Saking stressnya. 

Tapi, walau saya pusing tak karuan, saya masih sempat mendengar lagu-lagu asyik. Maka, ini beberapa lagu yang lagi sering saya dengarkan: 

Swan Dive - Circle
Hiyaaah...lagu lawas sih dan udah beberapa kali didengar dari album kompilasi We Will Be Together: Spring Edition, namun pada suatu malam jadi terdengar sangat mengasyikkan. 

....I thought about it for some time,
I made a circle in my mind,
now I keep coming back, coming back,
coming back to you....



Slowdance - Boyfriend
Nah, kalau lagu ini beberapa minggu lalu dikotakkan alias dikirim melalui dropbox oleh kakak saya. Asik ngets.:) 

...Pretend you're not my boyfriend 
And dance with my head on your shoulder 
Pretend you're not my boyfriend 
So you can ask me out all over...


Urban Zakapa - coffee latte 
Yes, another currently favorite korean band, Urban Zakapa. Sebenarnya ini band udah lama, cuma kemarin saya browsing-brwosing dan mendapatkannya, agak-agak jazzy, macam Maliq and d'essential, tapi nyanyinya bahasa Korea. Coba dengerin Just A Feeling atau Sweety You. Asik juga. Trus mereka juga ada cover Just The Two fo Us nya Bill Withers. *officially being a fan* :D 


Sentimental Scenery - Tune of Stars (feat. Hee Young)
Yeeeeah! akhirnya saya menemukan FreeTempo versi Korea. Oppa ini (iya, dia sendirian, macam Free Tempo juga, tapi susah namanya susah diingat) juga kolaborasi sama artis-artis indie Korea lainnya seperti Taru (vocalisnya The Melody) dalam Brand New Life. Lagu lain yang asik juga Harp Song dan Heavenly Sky. :) Btw, waktu saya mention beliau di twitter trus dibalas. Hahhaa kemfung. Ada 2 kemungkinan sih itu tweetnya dibalas: 1) dia gak ada yang mention kecuali saya 2) dia emang ramah. 


Paris Match - You Make My Day
Nah, kalau yang ini band dari Jepang yang saya temukan setelah dengerin Sentimental Scenenry karena vocalisnya kolaborasinya sama si oppa dalam lagu Moonlight. Ternayata Paris Mtach asik juga, terutama lagu yang ini.:) 

Masih banyak sih tapi malas nulisnya. Mandi dulu yey, udah sore lho ini. :D 

P.S: Semoga kemalasan saya hilang dan otak saya encer ngerjain thesis yang tersendat macam lagi sembelit. 

Friday, October 12, 2012

Boleh Tunggu Sebentar?

bayangnya kembali mengusik
ke dalam pikiran yang sama kacaunya
boleh tunggu sebentar?
kurasa belum waktunya bermain lagi.

Wednesday, June 6, 2012

Attention: No Pacar No Cry


"What we have is what we deserve".

Saya pernah membaca quotes tersebut entah dimana. Menurut saya kalimat tadi termasuk dalam kalimat yang agak pasrah tapi benar adanya. Yah, memang sih yang namanya frasa, lirik atau apapun namanya pasti diinterpretasikan secara berbeda mengikut pemikiran si pembaca. Maka, saya pun ingin menempatkan kalimat di atas sebagai kalimat yang agak pasrah tapi perlu direnungkan, terutama dalam urusan percintaan. 

Aplikasi kalimat ini sebenarnya bisa juga sih buat aspek kehidupan selain cinta, tapi lagi pengen bicara cinta saja. Bukan karena lagi galau, tapi karena belakangan selain sering terlibat dalam perbincangan sarat teori komunikasi, saya juga sering terjerumus dalam perbincangan berbau percintaan dengan orang sekitar. Hiiiih...seram sekaligus seru juga. 

Seorang teman baru saja putus cinta dari hubungan pacaran yang singkat, seorang teman lagi putus setelah bertahun-tahun pacaran (serius). Teman pertama, masalahnya ada di pasangannya, teman kedua bermasalah di diri dia sendiri. Buat saya, sebenarnya gak fair untuk mengatakan bahwa 'putus karena cowoknya' atau 'putus karena ceweknya'. Putusnya hubungan cinta jika dilihat kembali sebenarnya bukan kesalahan siapa-siapa. Ya memang sudah jalannya saja. Cuma, yah namanya manusia....kalau soal takdir dan sebagainya mikirnya suka lambat. 

Mungkin kita bisa lebih berpikir jernih setelah waktu berlalu. Kalimat klise lain yang suka bikin nyesek satu lagi adalah 'time heals'. Cih! waktu memang menyembuhkan, tapi kalau kita sendiri yang gak mau sembuh ya tetap aja terluka. Eyaaak... #curcol

Well, singkat cerita, dengan putusnya kedua teman saya tadi, lagi-lagi menambah populasi jomblo di dunia, yah paling tidak di Malaysia dan Indonesia lah. Sebenarnya saya suka heran, sepenting itukah punya pacar? Kenapa beberapa orang heboh sekali mau punya pacar? kenapa? kenapa? hah? *mulai lebay*.

Tanpa ada rasa sombong ataupun minder, saya harus mengakui kalau saya baru sekali pacaran. Dari pengalaman bercinta yang tidak seberapa itu, saya berkesimpulan bahwa punya pacar itu menyenangkan tapi punya pacar bukanlah ukuran kesuksesan dalam kehidupan. Sayangnya, banyak juga teman yang merasa punya pacar itu adalah segalanya. Ditambah lagi dengan booming-nya kegalauan di dunia maya, yang tentu saja berefek ke dunia nyata, dan (atau) sebaliknya. Kegalauan-kegalaun tersebut semakin memunculkan jurang pemisah antara yang punya pacar sama yang enggak. Seolah-olah jomblo itu spesies lain.

Tidak dipungkiri saya pun kadang merasa galau tak menentu..."wah, baru jadian dia...padahal baru kemaren putus. Gila itu pacar dapat dimana ya?" atau "ewww...teman-teman udah pada mau nikah aja, aku pacar aja gak punya" dan pikiran-pikiran cheesy lainnya. 
Yang lebih menyebalkan, ada teman-teman yang minta tolong dicarikan pasangan "Ndok, cariin cewek lah..kan banyak tuh teman-temanmu". What the??? aku aja gak punya pacar, kau pulak nyuruh aku nyarikkan pacar untuk kau! Mind your own business, please. 

Yah, saya sih tidak menolak pemikiran bahwa ada juga beberapa orang yang katanya sudah umurnya untuk punya pacar. Tapi, siapa itu yang bikin peraturan umur berapa harus setidaknya sudah punya pacar??? Zzzzzz.... get a life! Trus, ada yang juga yang berkomentar, "kau tuh gak punya pacar karena gak usaha nyari aja". Hmm...ada benarnya juga sih. Tapi, ya sadar diri aja...kalau punya standar tinggi, ya bikin dulu diri sendiri juga berstandar tinggi. Nyari yang mantap tapi diri sendiri gak berkualitas. Dan yang paling penting buat saya ya kalau emang belum ada yang pas di hati mau diapain coba??? 
Yah...begitulah...Bicara soal dunia percintaan ini memang suka bikin emosi dan kehilangan akal tapi tetap saja menarik dibicangkan. Ckckcck....

Jadi, relevansinya apa sama quotes di atas tadi? Nah, buat saya apa yang kita punya adalah apa yang pantas buat kita, dan apa yang tidak kita punya yang berarti tidak (atau belum) selayaknya kita punya. 
Kalau kita lagi gak punya pacar ya karena memang kita belum pantas pacaran. Kalau kita gak punya pacar sekarang, berarti kita belum cukup layak berbagi kehidupan dengan orang lain. Intinya sih, ya perbaiki diri aja dulu sebelum berharap punya pacar yang baik hati, seksi dan kaya raya. 

Oleh karena itu, izinkan saya kembali membuat tugas dan berusaha menyelesaikan pendidikan ini, karena membuat tugas pun saya masih lelet, apalagi ngurusin pacar. Lagian. sekarang ini saya sudah cukup senang (plus pusing) dengan pacar saya - proposal penelitian. 

Salam hangat buat teman-teman pacar-less lainnya. :* Dan buat teman-teman yang punya pacar, hati-hati ya suatu saat hak kalian pun bisa saja tercabut. :)))))))) 

Saturday, May 26, 2012

Bukan Arus Utama

Huh, saya emang jagonya mengalihkan fokus terhadap hal-hal yang sedang dikerjakan. I suppose to write my proposal but accidentally click 'blogger' on my bookmark. Eh, sengaja ding. Okay, daripada saya stress, jadi saya mau escapism sebentar ya. :D

Gak terasa udah setahun juga saya jatuh cinta sama korea-korea-an, diseret sama korean wave, tenggelam. Bedanya, saya gak terlalu terbawa arus gelombang arus utama (maintsream), melainkan the other side of korean music scene. Ciyeeee...eceknya anak indie Seoul gitu lho. :))

Ini berawal dari eksplorasi lagu-lagu yang jadi original soundtracknya drama Coffee Prince. Setelah setahun, saya jadi makin banyak referensi musik asik dari skena indienya Korea. Awalnya agak geli sih karena pake bahasa Korea (apa sih), tapi lama-lama sedap aja tuh didengar, malah sekarang sudah lancar membaca dan menulis Hangul (aksara Korea), walau gak tau artinya. Hahhahaa. That ability is actually help me to just browse the song lyrics, okaaay...:P

Nah, ini adalah beberapa lagu dari negeri ginseng yang belakangan ada dalam playlist saya. Enjoy!:) 

Dear Cloud - 널 위해서라고 (It's For You) 
Dear Cloud ini salah satu band pengisi soundtrack Coffee Prince. Aliran musiknya katanya sih indie rock. Yah, bolehlah, karena saya bukan jagonya mengategorikan jenis musik, saya ikutin ajalah kata last.fm :P  Ini lagu mereka dari album mereka yang berjudul Bright Lights, yang dirilis tahin 2011 yang lalu. 


Taru - Love Today
Taru adalah vocalisnya band The Melody, yang termasuk band kesukaan saya juga, pernah ada di postingan saya tahun lalu. Bolehlah ini proyek solonya, imut-imut lucu gimanaaaa gitu. 


Tehiun (태히언) - On A Desert
Lagu ini gak sengaja saya temukan di Youtube. Setelah googling, ternyata Tehiun ini adalah soloist yang musiknya beraliran raggae. Saya belum dengar lagunya yang lain sih, tapi yang ini asyik, dan ternyata adalah soundtrack film berjudul 'Duet'. Hmm..nanti pas liburan boleh juga kayaknya ditonton. :D 



Nell - The Day Before 
Yeaaay...ini dari album paling barunya Nell judulnya Slip Away. Nell emang salah satu band indie paling famous di Korea. Agak-agak Radiohead gitu lah kedengarannya. Saya masih perlu banyak eksplorasi ini sama lagu-lagu Nell, belum banyak yang ingat. Tapi yang ini asik walaupun video klipnya ini maksudnya apa ya? apakah percintaan sesama jenis? Entahlah. Yang penting, abang-abang di situ kenapa comel-comel semua? :P 


Itu saja dulu ya, nanti kalau ada yang mantap saya post lagi. Kalau mau tau lebih banyak tentang band-band Korea yang lain bisa di cek di sini . Nah, jernihkanlah pikiran kalian bahwa lagu-lagu Korea tidak melulu berisikan kumpulan abang dan kakak menari-menari bersama. ^_^

Wednesday, May 23, 2012

Rambling #8

belakangan hidup ini....
complicated.

oke, baiklah. terimakasih.

Monday, May 7, 2012

Bulan

Langit malam ini agak terang
pasti ulah bulan yang terlalu bersemangat bersinar
karena sedang berada dalam bentuk sempurna

Aku tak bisa sesombong bulan malam ini
terlalu lemah untuk menopang diri
terlalu redup untuk berdiri
terlalu sunyi untuk bernyanyi

Langit malam ini agak terang
bulan pasti sedang berseri
menyambut hari perdananya di bumi

Aku tak bisa seterang bulan ini
karena di sini gelap sekali

Rambling #7

Saya selalu ingat kata-kata dosen saya dulu waktu kuliah degree, "don't ever write when your head is not in a clear state." Well, mungkin itu berlaku saat menulis berita atau artikel yang akan diterbitkan. Kalau untuk entry yang akan dipublish, mungkin kata-kata tersebut cukup diingat saja, bukan untuk dihayati atau diamalkan. 

Yes, now I'm not in a clear state of mind. Pikiran saya kacau balau. Tugas belum selesai, proposal penelitian tidak ada progress sudah berbulan-bulan. Belum lagi, semester ini sudah mau tamat saja. Idealnya, saya hanya punya waktu satu semester lagi saja untuk menyelesaikan pendidikan ini. Tapi tampaknya, saya tidak sanggup melakukannya.

Mungkin masalah terbesar saya semester ini adalah hilangnya motivasi. Semester lalu saya agak kewalahan tapi saya masih bisa bersemangat begadang membaca segala macam buku dan jurnal dan berusaha menulis paper yang harus dikumpulkan. Tapi semester ini, Ya Tuhaaan kalau ada kata yang tepat untuk menggambarkan kemalasan yang luar biasa, saya akan menggunakan kata itu.

Saya tidak fokus, pikiran kemana-mana. Kalau dapat ide tak langsung ditulis, dibiarkan saja di pikiran sampai lupa. Lalu bingung karena pada akhirnya tidak tau harus bagaimana. Aaaah!!! rasanya kepala saya perlu dipukul pake palu silvernya Bang Maxwell!

Kadang saya berpikir untuk berhenti saja, keluar saja. Tapi rasanya egois sekali dan tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk sampai ada keputusan tersebut. Lagi pun, sebenarnya saya hanya punya waktu saya sudah tak banyak, logikanya, saya pasti bisa bertahan. 

Hhhhh....kadang saya suka melarikan diri ke pikiran atau bayangan saya udah diwisuda aja, dapat kerjaan yang bagus dan bisa jalan-jalan sesuka hati tanpa membebani orangtua. Lalu saya terbangun dan melihat kenyataan bahwa tugas saja belum selesai. Oalah....Ndok....Ndok...sadar diri woy!

Baiklah, sudah terlalu banyak escapism pun tak baik. Nanti lupa sama realitas. Terimakasih. 

Thursday, May 3, 2012

Sesaat

Waktu itu hari Jumat.
Suasana apa aku tak ingat,
yang kuingat saat dia mendekat.

"Hai, kamu yang waktu di toko buku di sudut jalan itu bukan?"

Aku tercekat.

"Iya. Kamu siapa? kenapa bisa ingat?"

"Aku tak sengaja melihatmu waktu itu. Bajumu aneh sekali waktu itu."

Aku terperanjat.

"Gayaku memang seperti itu. Pikiranku juga selalu aneh."

Dia tertawa singkat. Aku sedikit terpikat.

"Aku juga sering berpikir yang aneh-aneh."

"Yah, setiap orang kan memang punya keanehan masing-masing," balasku cepat.

"Gimana kalau sekali-kali kita mikir aneh bersama?"

"Boleh," jawabku singkat.

Conversation

I want a simple conversation
when we talk about everything in life

I want an open-minded conversation
when we argue about the things we don't agree with

I want a warmth conversation
when we just laugh to the craps we have talked

I want a lovely conversation
when we kiss after all the things we have said

Let's Dance!

Hold my hand
Take me there to the sky
I wanna dance above the cloud
Let's dance, pretty boy
don't you hear the stars singing for us?

Wednesday, May 2, 2012

Pengangguran Berpendidikan

Wah, setelah 22 tahun hidup di dunia, saya baru nyadar kalau Hari Buruh sama Hari Pendidikan Nasional itu berdekatan. Untuk sekedar memulai entry bulan Mei ini, saya iseng membongkar kumpulan sampah pikiran saya di laptop. Dan...saya menemukan tulisan di bawah ini. Setelah saya baca lagi, kok agak berhubungan ya sama dua hari besar dunia dan nasional tadi. Mohon maaf jika ada salah-salah kata, karena saat menulisnya pun saya sedang berada dalam kegalauan luar biasa. Selamat membaca.:P 

*


Pengangguran Berpendidikan

Saya suka mikir, pengangguran itu salah siapa sih? Salah saya yang memang gak punya kemampuan sampai perusahaan-perusahaan itu membuang CV saya, atau salah negara ini yang memang kurang lapangan kerja?

Sepertinya tidak juga. Di koran banyaaaaak sekali lowongan pekerjaan. Tapi lagi-lagi yang dicari kalau gak sarjana ekonomi ya sarjana teknik. Jarang sekali saya melihat ada lowongan ‘lulusan Ilmu Komunikasi’. Tidak, kali ini saya tidak mau menyalahkan saya yang kuliahnya ngambil jurusan komunikasi. Percayalah, jurusan Komunikasi itu oke punya. :P

Saya hanya tidak habis pikir. Kenapa dengan segitu banyaknya lowongan pekerjaan, pengangguran di Indonesia masih juga ramai? Mungkin kalau pengangguran dikumpulkan, bisa buat satu negara kecil. *berlebihan*

Saya yakin di antara berjuta orang itu bukannya tidak berpendidikan. Mungkin nasibnya sama seperti saya, sarjana tapi pengangguran. Malah yang lebih memalukan, sarjana dari luar negeri tapi begitu balik ke tanah air malah terkatung-katung. Ironis.

Kali ini saya ingin menyalahkan pihak selain saya. Saya mau menyalahkan sistem pendidikan saja. Kalau sudah bicara sistem pendidikan tentu pembahasan tidak akan pernah habis. Sistem dipengaruhi banyak hal, juga mempengaruhi segala aspek.

Buat saya, kekacauan sistem pendidikan ini sumbernya adalah ketidaksamarataan. Pembangunan pendidikan di negara ini sungguh tidak seimbang, tidak sama rata. Saya juga bingung ini kenapa bisa begini. Ada sekolah yang fasilitasnya lengkap, bahkan mewah. Tapi di pulau ujung sana, bangunannya saja sungguh tidak manusiawi. Di satu tempat anak-anak sekolah saling pamer merk sepatu yang dipakainya. Di tempat lain, jangankan tau merk sepatu, pake sepatu aja enggak.

Saya bersyukur dulu waktu saya sekolah saya bisa pakai sepatu, walaupun fasilitas di sekolah saya tidak begitu banyak ataupun mewah. Waktu saya SD dan SMP, saya sekolah di kota kecil di Sumatera Utara. Yang ada di sekolah lapangan basket seadanya, lapangan bola, yang sebenarnya lebih cocok disebut tanah lapang karena dipakai untuk semuanya, mulai dari upacara satu sekolah, sampai tempat main angsa peliharaan kepala sekolah saya dulu. Ada perpustakaan kecil dan UKS seadanya.
Waktu SMA saya pindah ke ibukota provinsi. Alhamdulillah, waktu saya sekolah lagi musim yang namanya teknologi informasi. Jadi, kami tidak gaptek. Kelas pelajaran TI dua jam setiap minggu dan dilakukan di ruang komputer, di mana masing-masing siswa dapat satu komputer atau kalau lagi rusak terpaksa berbagi dengan teman. Tapi coba lihat mereka yang sama sekali tidak mendapatkan akses itu. Sedangkan, dunia pekerjaan menjadikan literasi teknologi sangatlah penting.

Saya adalah orang dengan tingkat empati yang kadang berlebihan. Kalau lihat berita tentang gedung sekolah mau roboh, atau sekolah dibubarkan karena hujan saya menangis dalam hati. Ya Tuhaaan...bagaimana mereka akan menjalani kehidupan serba cepat sekarang dengan akses pendidikan seperti itu? Saya yang cukup mendapat fasilitas pendidikan merasa tercabik-cabik. Kenapa mereka tidak bisa mendapatkan secuil saja dari apa yang saya dapat?

Saya gak tau kapan ketidaksamarataan ini akan berakhir. Atau mungkin sama rata atau seimbang itu cuma mitos, maya, gak ada. Tapi pendidikan adalah penting. Entah kenapa saya merasa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk merentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat negeri ini.
Meskipun tidak selamanya orang berpendidikan akan menjadi orang pandai dan kaya. Buktinya, saya masih menganggur. Beli pulsa masih minta sama Mama. Tapi setidaknya, dengan pendidikan saya merasa individu akan lebih bisa berpikir  ke depan, otaknya tidak mandek, tidak stuck pada satu hal. Dengan pendidikan, seseorang bisa melihat satu hal dengan perspektif berbeda. Orang berpendidikan juga pasti, akan lebih tinggi derajatnya. Sekalipun dia pengangguran, tapi dia adalah pengangguran berpendidikan.

**

Tidak ada maksud apa-apa, cuma ingin sharing sepotong pemikiran. Selamat Hari Pendidikan Nasional buat Indonesia! Saya mendambakan sistem pendidikan yang keren, yang bisa menjadikan rakyat negeri ini lebih berpendidikan dan tentu saja berbudaya. :) 

P.S: trus tiba-tiba aku pengen pulang. -______-"


Tuesday, April 24, 2012

Kita Jumpa Lagi

hey, kita jumpa lagi
berbagi kisah seperti biasa
tanpa tanah dan air memisahkan

hey, kita jumpa lagi
seperti saudara yang sudah terpisah jauh
seperti dua sejoli yang lama memendam rindu

hey, kita jumpa lagi
untuk kesekian kalinya
tanpa berpikir
tanpa menerka
tentang seonggok rasa di dalam sana

hey, apakah kita akan jumpa lagi?

Tuesday, April 17, 2012

The Question Is "Why", The Answer is...

Firstly, I have to say this : tonight is the most interesting class after all these sessions. This subject is called Qualitative Research Method and it has been taught for about nine weeks. (OMG! I just realized that this is the tenth week of the semester!!)

And now I'll go to the exact thing I want to say...

So, last night (yeah, as I write this piece, it's already 12am. hehe), we taught about research writing. The lesson is about the process of writing thesis, what are the elements of it and how to do those things. But I think the most interesting part of the class is the beginning of the session. 

So, before she began the lesson  the lecturer asked us this a truly, madly, deeply question: "Why do you want to do a research?" I was like...Oh, My God! this is a core question that have ever crossed my mind and I just avoided to think it deeper (just like I do with some of my thoughts. well, I'll go into that some other time). 

My friends of course came out with different answers. One said "because I want to know....bla bla bla...his/her research topic." And other said "because I want to make a contribution to my country..." or "I want to know more and explore about this field."

And when she asked me, "So,Ananda, why do you want to research?" and innocently I answered, "because I'm so interested in this communication field and it seems interesting and cool." Then my lecturer said, "interesting and cool?", I answered back, "Yeah, (grinning)."

Then I keep talking to my self after that. Yes maybe I was too naive thinking that doing research is something interesting and cool. In fact, after I learned last semester, to do research is still interesting but, cool? hmm...I might say...yes and no. 

Yes because I think, it is cool when you find an interesting topic, play with theories and try to questioned something, read a loooot about it, try to answer those questions with some complicated methodology, and in the end, you may be find something that you don't event expect to find. 
On the other side, I think, no, it's not cool. Because, hellooo....it's not really a problem so what the hell are you doing? wasting your time questioning and answering something about things that people don't even look at?! 

About the 'unimportant thing', based on the what the lecture, when you can convince people that this issue is a really prominent one, then our research could be accepted.  Accepted, in terms of yes, people may not be understand well about your topic but at least, your courage and effort to do this thing is counted. This reminds me of when one of my lecturer said last semester "Research is about convincing people". Yeah I slowly get into understanding that phrase well. 

Whatever it is, maybe doing research is interesting and cool in its own way. But one thing I notice about doing research is that doing research is knowing your self better. If you think you can handle your topic, then go ahead. If you think you can not but you are not sure, then minimize your scope, seek some helps. If you think you can not, think again, why do you think you can not? maybe because you think you can't. So, think of that you can. 

In my short period of learning time, I faced difficulties that I think I can't handle in the first time and definitely will face bigger problems after this. But observing people's surround and listening to their problems makes me think that we actually can handle ourselves. We just need to learn that. The 'everything is gonna be alright' is SUCKS but yeah, we will see that eventually. 

And just like doing research, when we know well what we study, then the examiner wouldn't ask many questions, means they understand, and then our thesis will pass. So, in life, I think we just have to know well what we want to do and go for it. Convince people that we can. The difficulties will absolutely came along the process and it will be okay in the end. As John Lennon said, "If it's not okay, then this is not the end." And if it's not the end, then we have to keep moving. 

So, Ananda, why do you want to do a research? because I want to and I think I can do it. Really, why you want to do a research,? because, I WANT TO GRADUATE !!! :)))))))

Saturday, April 14, 2012

Grad School Is....Whatever.

Jadi ceritanya saya lagi stress berat sama pendidikan tinggi yang sedang saya jalani ini. Kadang ya saya suka mikir sebelum tidur, "what the hell was I thinking, getting into graduate school?". Saya tidak menyangka mau dapat gelar Master of Arts itu sungguh gak ada seninya, atau mungkin nilai seninya terlalu tinggi sampai saya gak ngerti, ehm, belum ngerti mungkin. 

Oiya, banyak yang nanya sebenarnya saya ambil jurusan apa sih di sini. Baiklah, sini saya jelaskan. Saya mengambil jurusan Komunikasi, sama seperti jurusan waktu saya degree (S1) dulu. Kenapa saya ambil jurusan ini? Alasan pertama adalah biar sama aja sama yang dulu. Kedua, tentu saja, saya cinta sama ilmu ini. Walaupun ilmu komunikasi menurut saya adalah bidang studi yang super galau dan agak serakah. Kenapa? karena semua dipelajari, mulai dari psikologi, sosiologi sampai bahasa. Serakah, ya karena banyak konsep dari ilmu-ilmu tadi yang diambil dan diadaptasi plus dipelajari dalam bidang komunikasi. 

Betapapun galau dan serakahnya ilmu komunikasi, pada dasarnya saya suka belajar komunikasi. Banyak yang berkomentar ketika tahu saya kuliah komunikasi. "'komunikasi belajar apa sih? mau jadi wartawan ya? "ntar abis kerja dimana?" Yah, ilmu komunikasi memang gak seterkenal kedokteran dan juga gak sekeren ekonomi, tapi komunikasi banyak melahirkan orang-orang keren. Eyaaaak...mulai narsis. 

Okay, kembali ke topik. Jadi, di tempat kuliah saya ini, jurusan Komunikasi untuk Graduate School atau Master's Degree ada tiga spesifikasi. Pertama, Communication, yang saya ambil, kedua, Environmental Journalism dan terakhir, Screen Studies. Untuk jenisnya, School of Communication menawarkan tiga jenis : research, coursework dan mixed-mode. Research maksudnya full penelitian, jadi untuk bisa tamat, mahasiswa gak perlu repot-repot datang ke kelas, cukup berkutat sama penelitiannya. Coursework pula, lebih menekankan projek dan tugas-tugas lain. Sistem kuliahnya mirip waktu ambil degree dulu. Ada kelas dan ujian akhir semester. Ada juga penulisan thesis, tapi bobotnya tidak setinggi yang dull research. Yang terakhir adalah mixed-mode. Wah, namanya saja sudah mixed, campuran. Campuran research dan coursework. Semester pertama kuliah harus mengambil bebrapa subjek lalu setelahnya, melakukan penelitian. 

Nah, yang terakhir adalah sistem yang saya ikuti sekarang. Mixed-mode, seperti namanya telah mencampuradukkan isi kepala saya. Sampai sekarang saya masih takjub karena saya bisa melewati semester lalu dengan hasil yang cukup memuaskan. Semester lalu ada dua subject (mata kuliah) yang harus saya ambil, dan semester ini, satu subject plus thesis. Duh, yang terakhir itu sungguh bikin merinding. Bukan apa-apa, saya sama sekali tidak punya pengalaman berkutat dengan thesis. Dulu waktu degree, syarat kelulusan adalah FYP (final year project) yang lebih kepada tugas (membuat berita dan artikel serta paper seminar). Tidak ada yang namanya research question, objectives, hypothesis aataupun literature review. 

Saya harus mengakui kalau proses belajar sebagai mahasiswa master sungguh tidak mudah. Pressurenya beda, suasana kelasnya apalagi. Dalam kelas setiap orang membawa diri masing-masing, punya tujuan berbeda dan dengan pengalaman serta masalah hidup yang beda pula. Teman sekelas saya bukan lagi anak-anak yang dalam kelas kerjanya baca majalah dan bergosip di bangku paling belakang, lalu keluar kelas sambil tertawa riang lalu ramai-ramai makan siang di sekitar kampus atau di luar kampus. 

Sekarang, tiap pulang kelas (yang isinya hanya beberapa orang dan didakan di malam hari) selalu mikir "duh, gimana ya itu yang barusan dipelajari aplikasinya ke thesis?" atau "oiya, tugas yang itu belum siap, jurnalnya belum siap dibaca, referensi masih kurang kayaknya." Lalu pulang ke kamar, sampai di kamar udah ngantuk. Lalu tidur sebenatar dan terbangun pagi buta, membaca dan mencoba menulis. Kadang ketika pagi buta saya terbangun dan berhadapan dengan segala jurnal dan textbook saya masih terbersit "what the hell am I doing?". 

Salah satu dosen saya pernah bilang "grad school is actually a very lonely process of learning". Oh, yes it is! kemana-mana sendirian, mulai dari makan, ke perpus, buat tugas, bahkan tak jarang ngomong pun sendirian. Eh, kok jadi seram ya? :P 
Well, sebenarnya bisa saja tetap berkomunikasi dengan teman sekelas, saya pun tetap melakukannya, untuk sekadar bertanya soal kuliah atau menghindari kegilaan, setidaknya saya berinteraksi dengan orang, bukan dengan buku dan laptop saja. 

*sigh* 

Tapi harus saya akui juga sebenarnya hidup saya sekarang tidak se-pathetic itu. Saya masih bisa mencari hiburan saya sendiri kok, seperti mengisi teka-teki silang di sela-sela membaca jurnal, menonton drama Korea sembari membuat tugas (yang biasanya lebih lama nontonnya daripada nulisnya), membaca novel atau majalah di perjalanan menuju perpustakaan. Dan tentu saja, nge-tweet aneh-aneh. :))

Oiya, hiburan baru saya adalah PhDComics, sebuah website yang isinya comic strips tentang kehidupan para mahasiswa postgraduate. Dan ini adalah dua postingan favorit saya: 



Maka, saran saya untuk teman-teman di luar sana, berpikir lah matang-matang untuk meneruskan pendidikan. Dan untuk adik-adik yang masih kuliah S1, bersenang-senanglah, nikmati waktu kalian. Kuliah degree adalah masa-masa kuliah paling indah. 

P.S : ini bukan posting tentang penyesalan, tapi ini naskah curhat dan penghibur diri sendiri. :D 

Wednesday, April 11, 2012

Home

Sebenarnya saya gak ada rencana pulang sama sekali di liburan mid semester ini. Malah pengen jalan-jalan sendirian ke Kuala Lumpur. Tapi telepon Ayah minggu lalu mengubah segalanya. 

Ayah : "Dek, Abang pulang lho Kamis ini."
Saya : "Ngapain dia Yah? gak kerja dia?" (dalam hati iri setengah mati, jadi pengen pulang)
Ayah : "Kan di sini libur Paskah...long weekend. Adek gak mau pulang?"
Saya : "Hmmm....pengen sih, lagian Nanda libur midsem seminggu, tapi Nanda banyak tugas Yah." (dalam hati ngarep disuru pulang)
Ayah : "Gak apa lah, pulang bentar. Ayah rindu. Ayah bayarin lah tiketnya"
Saya : (loncat-loncat kegirangan, apalagi denger tiket bakal dibayarin) "Hmmm...bolehlah kalo gitu. Nanda cari tiket."
Ayah : "Nah, gitulah. Gak usah bilang Mama. Biar kejutan."
Saya : "Oke, siap Yah!"

Maka, detik itu juga saya nyari tiket paling murah, dan Alhamdulillah dapat. Karena saya malu tiket aja dibayarin Ayah, jadi saya memutuskan untuk pake duit sendiri aja. Hehe. 

Dan voilaaa! Sampai di rumah si Mama dan Kakak kaget setengah mati lihat saya ikutan pulang. Yeaaaay! Home is the best therapy emang. I wasn't feel good for the past two months and when I reached home, it felt soooo good. :)
Walaupun cuma sebentar, yang penting bisa ngumpul, lengkap berlima, ayah, mama, abang dan kakak. Thanks, God! 
Hehehe...sesi foto dadakan. wah, kelakuan gak mencerminkan  umur  20an ya...-_-
And now here I am back in Penang...to face the reality. Dear, God please keep my family safe wherever we are and give us the best things in our lives.:) 

Selamat Jalan, Budi!

Tadi sore ketika saya sedang membereskan kamar, saya mendapat kabar mengejutkan sekaligus menyedihkan. Teman saya, Budi Andana Marahimin meninggal dunia karena leukimia yang dideritanya. 

Saya tidak ingat dengan pasti kapan pertama kenal Budi. Yang jelas, waktu SMA. Saya tidak terlalu sering bicara dengannya. Cuma sekadar say hello and goodbye. Masuk  kuliah malah lebih sering ngobrol lewat facebook atau YM. Dan sering ketemu Budi kalau saya pulang ke Medan. 

Buat saya, Budi adalah teman yang berbakat dan punya keinginan serta passion yang besar untuk memajukan kota Medan. Walaupun saya suka kesal karena Budi kadang annoying. Maaf ya Budi...:( Saya juga suka sekali hasil-hasil jepretannya yang menurut saya sangat keren. Budi bisa buat objek yang biasa-biasa saja jadi foto yang luar biasa dalam. 

Saya bukan teman dekat Budi, hanya saja kebetulan sering berhubungan dengan Alamrhum. Yang saya tahu Budi punya ambisi jadi Menteri Komunkasi dan Informasi. Hhhhh...sepeninggal Budi, siapa ya anak muda yang punya cita-cita seperti itu?:( 

Saya benar-benar tidak menyangka Budi punya penyakit leukimia. Selama ini sepertinya dia sehat-sehat saja. Terakhir saya ketemu dia itu di nikahan teman SMA kami dan dia terlihat sehat-sehat saja. Kami sempat ngobrol banyak dan foto-foto (yang belum sempat saya minta fotonya). Tapi kata beberapa teman memang dia sudah lama tau tentang penyakitnya itu. 

Yang paling saya ingat tentang Almarhum adalah waktu saya kehilangan laptop dan hardisk saya tahun lalu, and I was so depressed about that. He told me "Ndok, ada hal-hal yang Allah suka tapi kita gak. Dan sebaliknya." Waktu itu seperti biasa, saya berkomentar "Ciyeee...maut kali kalimatmu Bud." Tapi sekarang saya mikir, Ya Allah...he really mean it when he said that. 

Sebelum meninggal, Budi sempat dirawat di rumah sakit Lam Wah Ee Penang. Dan saya dapat kabar tersebut hari Jumat lalu, ketika saya pulang ke Medan. Setelah saya kembali ke Penang hari Selasanya, ternyata Budi sudah dipulangkan ke Medan dan dirawat di RS Materna. Satu hal yang saya sesalkan adalah tidak sempat menjenguknya waktu sakit dan sekarang saya tidak bisa melayat ke rumah duka. 

Apapun itu, saya cuma bisa berdoa supaya Budi diampuni dosa-dosanya dan diterima di sisi Allah SWT. Cuma doa yang bisa saya kasih dari jauh. Buat teman-teman, maafkan semua kesalahan Almarhum dan mari sama-sama berdoa buat Budi. Saya yakin ini semua adalah yang terbaik buat Budi. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan. 

Btw, ini foto saya hasil jepretan Budi. Waktu itu Budi main ke kantor dan saya maksa dia buat foto saya karena saya obsesi foto-foto di atas genteng. Pas lagi sesi foto kami dimarahin sama bapak-bapak tetangga depan. Oh, good old days. 

beberapa foto saya, hasil jepretan Budi
Selamat jalan, Budi!

Monday, March 26, 2012

Rambling #6

Sudah minggu keenam untuk semester kedua. Optimisme semakin menipis. Saya heran mereka pergi kemana. Ah, sudahlah. Mungkin mereka bosan dengan saya. Saya juga sedang malas mencarinya. Biarkan saja kegundahan berujung isak tangis di bawah selimut menemani saya malam ini.

Sebenarnya bukan malam ini saja. Mungkin hampir setiap malam selama semester ini. Tapi yang paling saya heran adalah kenapa harus saya tulis di sini? Toh tidak ada yang perduli. Ya sudah, tidak apa. Dunia maya dan dunia nyata sekarang tidak jauh berbeda. Memang tidak ada yang benar-benar perduli. 

Akhir-akhir ini ketakutan demi ketakutan sering sekali menghampiri. Ketakutan jenis ini memang sering muncul tapi kali ini instensitasnya sungguh tidak normal. Ini sekolah bisa selesai gak ya? pertanggungjawaban ilmu mana? gimana caranya menghasilkan uang instead of cuma menghabiskan uang orang tua? kenapa jadi susah sekali menulis dengan bahasa Inggris yang baik dan benar khas para akademia? dan kemana kemampuan bahasa Malaysia? dan yang paling menyedihkan, kenapa struktur bahasa Indonesia semakin tidak berperikemanusiaan? 

Mungkin satu-satunya penghibur sebulan belakangan adalah kunjungan kakak weekend yang lalu. Akhirnya bisa berkeluh kesah secara nyata tanpa perantara sinyal komunikasi yang kadang bikin emosi. Hhhhhh....andai saja hidup itu cuma tentang membaca buku, menonton film atau serial televisi, mendengar lagu seharian sambil tidur-tidur seharian, dan makan cheesecake tanpa harus takut jerawatan. 

Hah! ini namanya apa ya? 20 something life crisis? Alamak! yang benar saja. Saya sungguh tidak rela mengingat umur. Dua puluh dua tahun memang bukannya tua, tapi juga tidak muda. Sepertinya di umur dua puluh dua tahun  seseorang terlalu muda untuk menyerah tapi terlalu tua untuk hanya bersenang-senang tanpa arah. 

Saat-saat seperti ini yang namanya quote motivasi tidak pantas didengar, karena malah membuat semakin depresi. Saya juga bingung apa yang harus dibuat. Ini bukan PMS. Syndrom apa masa sampai enam minggu. Well I know that the solution is in me. Tapi apaaa????

Baiklah, sebelum tulisan ini makin random, ada baiknya kembali pada bacaan yang sudah empat jam lebih tidak berganti halaman. Seriously, it's too much. Semacam tidak mungkin, tapi harus. Boleh nangis di bawah selimut lagi malam ini? Please. 



Monday, March 12, 2012

Lupa

mungkin kepala ini harus sering diisi informasi baru supaya yang sudah usang bisa tergantikan. tapi yang membuat  susah adalah ketika informasi baru tadi ternyata malah memaksa kita mengorelasikan dengan pengalaman kita sebelumnya. yah, sejenis teori asosiasi lah istilahnya. ah, apa itu. nah, itu datang dari memori lamaku. duh, apa ya istilahnya? aku lupa. ah, andai melupakan masalah semudah melupakan istilah itu. melupakannya tanpa rasa bersalah. kalau lupa ya lupa saja.

aku sering merasa iri melihat mereka yang mudah sekali melupakan. entah benar lupa atau cuma pura-pura tidak ingat. entahlah, yang jelas aku iri. mungkin mereka yang cepat lupa punya banyak tempat baru untuk diisi memori baru. atau mungkin mereka yang susah melupakan punya tempat yang jauh lebih besar karena bisa mengisi informasi baru sambil terus menyimpan cerita lama dalam kamar-kamar otaknya. hebat. oh, kalau begitu sebaiknya aku tidak usah iri. 

Thursday, March 8, 2012

aku rindu kamu malam ini

aku rindu kamu malam ini

rindu percakapan tolol kita
rindu menjawab pertanyaan bodohmu
rindu kamu menjawab pertanyaan tidak pentingku

aku rindu kamu malam ini

rindu pesan singkatmu di pagi hari
rindu telepon tiba-tibamu malamnya

aku rindu kamu malam ini

rindu ajakanmu berkeliling kota
rindu jalan kaki tengah malam kita
rindu genggaman tangan kita

aku rindu kamu malam ini

rindu kecupan singkatmu
rindu pelukan hangatmu

ah, aku rindu kamu malam ini

kamu?

Saturday, February 25, 2012

Sweet February

Since February is always, and always be my favorite month, I'd like to post some pictures explaining how lovely and pleasant my February this year. In this very 2012, February is a semester break, short trip with family, 22nd birthday, and so much time spending with my dear friends.

So let the pictures talk, baby. :)

Seriously, guys?? Throwing me some eggs and powder? feels like 17 again! :P 

some of the birthday wishes

sweet cupcakes from Kacidos

best girls in town 

visiting brother 

Ah, suddenly have no intention to write or post another pictures. Whahahhaa...yes I'm still that moody in my 22yo. So here I am back to university life. Hoping that I can finish my study in the end of this year. Wuzzzzaah!! post more later. Later mean I don't know  when.

Have a great weekend, people. :)

Wednesday, January 18, 2012

Happy Birthday, Sister!

"An older sister is a friend and defender, a listener, conspirator, a counsellor and a sharer of delights. And sorrows too." - Pam Brown

photo session on birthday's night. :)

Happy birthday to my favorite sister in this world. May all your dreams come true, Kacidos. I love you. Kitto daijoubu, onee chan...*kisses*

Monday, January 9, 2012

Singgah

Menyelip masuk ke relung
menggoda dengan sapaan tolol yang berarti
untuk apa datang jika harus pergi?
untuk apa hadir kalau setengah hati?

Siapa

Kau adalah malam
bukan, mungkin kau siang
ah, tapi sepertinya kau fajar

maaf, aku terlalu suka senja.

Tuesday, January 3, 2012

2011 Wasn't So Bad (Part 2)

(continued)

September
Another Hari Raya Idul Fitri that I spent at home. We were so happy because my brother got his annual leave for several days. But I felt a bit sad because I have to go to Penang to start over life as a master student. So most of my September I spent with an adaptation and adjustment again. I felt so lonely at the first time and it was  quite hard to back to an academic life after like one year off. Yeah, back to crazy eating and sleeping schedules and do the things all by my self yet I'm so excited to back to school.

Also in this month my friends graduated and I attended their graduation party. Again, there always emotional moments when I have to see my friends leave for home and I don't know when I can see them again. *almostcryingwhentyping* (I posted about this last time).

Oyeah, Ayah visited me for a day on September. It was quite fun having such daughter-daddy time.:)

With Ayah at Cititel Hotel, Georgetown, Penang

October-November
Oh, no! don't ask these two months. That was extremely hectic times and almost make me crazy. Classes, assignments, presentations, and all those college thingy. I think my twitter timeline and some posts on this blog explained that.

So, this is some pictures how messy my room and desk. Please don't judge. :))




The most entertaining thing happened on this month was Zee Avi's concert. Ah, finally I can see her live performance. That was an epic concert! I went there with Hajar and we had so much fun. :)

With Hajar waiting for Zee's performance at Straits Quay Convention Hall :)

Zee Avi with her band. Such a great concert. Sorry for picture quality. I lost camera so now I can only take picture with my Balckberry. -_________-"


December
This was also still hectic time until almost the end of the month. I was still have to do my assignments and done two presentation which I thought not so good ones. Well I spent my NYE with my roommate at fast food restaurant while bringing our notes and assignments. Yeah. this December was tough but thank God I still can go out with some friends.

***

Well, as I recall and write this, I found that my 2011 was not as bad as I thought before. Now I see it clearly and differently. I realize that this year was tough and very confusing. But I was done many things. I could do what I couldn't do before, I learn something new and meet new people. I appreciated time and people surround more.

Briefly, I think lessons that I got from what happen in 2011 are:

  • don't rush things, everything has its time. 
  • things change and things have process, so do people.
  • no matter how bored and messy you are, there will always people who can make you happy and accept you just the way you are, either friends or family.
  • time is very precious thing. We can not go back to the past and we can rush to the future. The cliche 'live in the present' actually works. Yeah sometimes we just have to enjoy the times, good or bad.
  • no matter how great we create plan, God has always has better plans for each of us.
And now what will happen in this 2012? I don't know. I already have my plans for this year and I hope that I can accomplish each of them. But I still have to enjoy every single time, right?

So, Happy belated New Year, guys! Hope we all have an awesome year ahead.:) 

2011 Wasn't So Bad (Part 1)

Well it's already the third day of 2012 but I still want to enclose what happen last year. Say that I'm in new year's euphoria but I find it fun to just review what you have done in one year. 2011 was a tough year and I think it was a super duper 'galau' year. I have to write it 'galau' because the 'galau' word was like a trend last year and I hope it won't be this year. It brings negative energy sometimes. Haha.

So here I want to recall what I have gone through in 2011.

January 
I began year of 2011 as an unemployment girl. I lived my life with bunch of DVDs and started to be addicted to Korean wave (especially drama and its soundtrack plus Korean indie music scene). This month was the beginning of my 'galau-ness'.

February
This is always be my favorite month, even as a jobless girl, and I passed last February as an 21-year-old-jobless-and-still-can-not-move-on-girl. Yet I got two surprise on my birthday. First was in the midnight from the house and another one was from my best girls (Karin, Nesty, Ermel and Mutia). Kak Rap and my cousins also came to my house and they bring along cute cakes. Oh, I was like not having cake or kind of breads for a week after that night. Anyway it was a great and sweet Saturday night. Thanks, everyone.:)

Pesta kaget!:D
Crazy photo session with the girls :*

March
This was quite dense month actually. I was still have no job but I got a call to take a writing test in one of economic newspaper in Medan. But it didn't work out maybe because I can't answer the last question that I clearly have no idea what the question means. Or maybe this is just not my way. Haha.

I went to Penang on this month to apply my Master's program and also attend my friends' graduation party. And again, this wasn't gone so well because I got chickenpox as I arrived there and my Mom asked me to go back. I wasn't even sent my application yet. So I spent almost two weeks of bed rest before going back to Penang and get the things done.

April
In the waiting of offer letter, I was still jobless, which makes me frustrated because I had nothing to do. I sent my CV to all company that I thought matched my qualifications. This is a flat month and I can't even remember any significant thing happen. Just passed like that.

May
Still, have no job but I had good times with my sister because unexpectedly she became an unemployment too. Hahha. We went to places in town with no money and feel like nothing happen. Well, we actually thought about our future and we went to some job fairs. And if I'm not mistaken, I started to learn Hangul on this month. Yes! Now I read that strange alphabet but I still can not understand the structure to make sentence. I hope I can learn more next time.:D

The most important thing in this month is we decided to wear 'hijab' which makes my Mom and Ayah extremely happy. Well, we hope that we can be better persons plus have better life after this. Insya Allah.

With Kacidos!:D

June-July
These two months was quite rough because I had to make some important decisions. My former colleagues offered me a job to handle the content of their new advertisement paper. I firstly doubt about it but in the end I took that considering my nothing-to-do-life. I worked only like one month (4 editions) but I got pretty much lessons when I was there and it is good I think. Thank you, guys.:)

Around these months, I got call for an interview at one of production house in Jakarta. They offered me a job as a scriptwriter but I turned it down because I think that wasn't a right time to go plus economical issue. I felt sad actually but I was just play cool and back to my daily life.

And I think it payed by the offer letter came from USM. I got accepted there as a master's students. Then I was prepared my self to go back to school. :)

August 
This is the second Ramadhan I spent at home after my graduation. I was so happy because I can spend more time with my family since I had not much time when I was still taking my degree. I was so excited every time My Mom, Ayah, or sister asked me to do things because I'd be away for another years back to school so I just do what they want me to do. Hahaha. And in this month also I finally got my 'proper' driving license. :P

After Shalat Ied. 
to be continue ~