Pages

Wednesday, November 12, 2014

The True Acknowledgement

Hanya dalam beberapa jam lagi saya akan pulang ke tanah air. Rasanya tidak lengkap kalau belum menuliskan beberapa hal yang ada dalam kepala saya ini. Karena sudah lama tidak update blog, sebaiknya saya menjelaskan kenapa saya tiba-tiba harus menulis posting ini.

Akhirnya setelah hampir tiga tahun menjalani sekolah pascasarjana yang hampir bikin saya mati karena frustasi, saya bisa mendapat gelar Master of Arts (Communication) yang waktu itu saya impikan.

Tidak ada kata selain Alhamdulillah saya bisa saya ucapkan atas pencapaian saya kali ini dan tentu saja saya harus banyak-banyak berterimakasih kepada seluruh umat manusia yang selama ini telah hadir dalam hari-hari saya selama menjalani pendidikan S2 di sini. 

Lebih dari itu, saya juga harus berterimakasih kepada setiap insan yang pernah dan selalu ada sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di pulau ini, tujuh tahun yang lalu. Saya tidak pernah membayangkan akan hidup dan membentuk diri di negeri ini. 

Alasan lain kenapa saya harus menulis ini adalah karena saya tidak mendapat kesempatan untuk menulis ucapan terimakasih dengan panjang lebar di bagian Acknowledgement tesis saya. Maka, terimalah ucapan terimakasih saya yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak di bawah ini. 

1. Terimakasih kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam atas izin, kejutan dan konspirasi-Nya sampai hari ini. Jari ini tidak sanggup menuliskan semua berkah yang datang dari tempat-Mu. 

2. Ayah dan Mama yang telah memberi kepercayaan dan dukungan moral dan materi yang tidak pernah putus. Semua ini untuk kalian. 

3. Abang dan Kakak yang selalu membuat saya merasa menjadi adik paling beruntung di dunia. Ini juga untuk kalian. 

4. Para sahabat tercinta di pulau, Puput, Jijah, Sarah, Kak Ina, Nande, Mega, Tali, Abang, Omik, Lidia dan Tari. Kalian adalah sahabat sekaligus keluarga. Saya gak tahu apa jadinya kehidupan di pulau tanpa kalian. 

5. Para sahabat tercinta di tanah air, Karin, Mutia, Istia, Ermelia, Kity, Nesty, Goki. Terimakasih atas dukungan dan segala ketololan yang pernah ada. Kalian terlalu awesome untuk dijelaskan. 

6. Kepada seluruh keluarga besar di tanah air, terutama untuk Icha Anwar dan Vira Mantika, Kalian adalah sepupu paling yahud yang pernah ada. Hidup Youngdowati! XD 

7. Kepada seluruh dosen yang pernah mengajar saya di kampus. Kalian adalah salah satu sumber inspirasi hidup saya. Terimakasih atas ilmu yang telah kalian ajarkan.

8. Kepada supervisor alias dosen pembimbing saya. Hubungan yang penuh lika-liku. Terimakasih atas segalanya. You know what I mean, right, Dr? ;) 

9. Kepada teman-teman di kampus, baik waktu degree maupun master, terutama teman-teman Berita Kampus. Tanpa kalian, kehidupan kampus tentu akan sangat membosankan. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat. :)

10. Semua teman, abang dan kakak mahasiswa Indonesia di USM. Terimakasih atas waktu dan semua momen yang pernah kita lalui sama-sama. Mungkin kita memang ditakdirkan bertemu di pulau ini. Dan mungkin sebenarnya kita tidak rindu kampus, kita hanya rindu waktu-waktu bersama selama menjadi mahasiswa. Pada akhirnya, Pulau Pinang akan selalu jadi rumah kedua. :) 

11. Kepada semua responden penelitian saya. Siapapun kalian, terimakasih. Tanpa kalian, tesis saya gak ada artinya. 

12. Kepada semua teman-teman di dunia maya (Goodreads, Twitter, Tumblr, MyDramaList, dll), atas semua obrolan tentang hal-hal yang selalu membuat kita bahagia. :)

13. Kepada mereka yang pernah hadir dalam kehidupan ini. Terimakasih atas waktu dan pelajarannya. Tanpa kalian, saya tidak akan jadi seperti saya yang sekarang.


*duh ini kenapa jadi pengen nangis ya?!* 

Baiklah, sampai jumpa dalam posting berikutnya yang tidak dapat ditentukan waktunya.


Ini adalah awal dari perjalanan yang lebih menakjubkan. Semoga. 

Pulau Pinang, November, 12th 2014
3.00am

Friday, May 9, 2014

Tentang Move On

Tulisan ini akan jadi ajang curcol buat saya. Tidak apalah…sudah lama tidak mengoceh dalam blog yang telah dipenuhi bersarang laba-laba ini.

Akhir-akhir ini semakin sering saja orang bertanya kenapa sampai sekarang saya tak punya pacar. Entah karena sial atau sudah takdir, saya sering terjebak dalam percakapan tentang percintaan.

Saya juga jadi bertanya pada diri sendiri kenapa saya belum kembali menjalin cinta. Padahal si mantan sudah naik pelaminan, lah saya masih kebingungan. Hmmm….

Spekulasi lawan bicara kala itu adalah saya masih belum bisa move on. Dan reaksi saya adalah, what? seriously? Move on doesn’t mean that you have to be in relationship with someone. Buat saya move on seperti juga kebahagiaan dan hal lain dalam kehidupan, is the state of mind.

Move on adalah ketika seseorang menerima dengan lapang dada kisah cintanya terdahulu. Ketika seseorang sudah bisa menjadikan cerita pahit menjadi sebuah lelucon yang patut ditertawakan namun tetap memberi pelajaran. Jadi, punya pacar (lagi) bukanlah indikasi utama bahwa seseorang sudah move on.

Dari definisi move on yang saya karang-karang sendiri itu, saya tidak melihat adanya urgensi untuk punya pacar lagi. Bukannya saya tidak kepingin, tapi ya gitu, belum ada yang pas di hati. Atau mungkin sayanya aja yang kurang gaul. Atau mungkin juga memang cowok-cowok itu tidak tertarik mendekati saya. Ya, masalah selera mungkin.

Lagian, cara setiap orang untuk mengobati sakit hati juga beda-beda. Ada yang mabuk-mabukan, nangis tujuh hari tujuh malam, gantung diri bahkan membunuh mantan pacar. Sumpah yang terakhir itu sungguh gila dan mengenaskan. L

Dan masing-masing pasti punya pengertian move on sendiri. Kalau mereka memang berpikir move on itu adalah punya pacar lagi ya silahkan saja. Toh itu sikap hidupnya. Dan kalau ada yang move on dengan cara selain itu mohon dipahami saja.

Mungkin dulu saya memang menutup diri untuk tidak berhubungan dulu dengan orang lain karena saya rasa urusan hati sendiri saja belum beres, mau main hati orang lain juga. Pasti akan menambah peliknya kehidupan. Tapi sekarang sepertinya urusan hati sudah agak beres. Cukup tertata untuk mulai lagi merasa.
Move on adalah ketika seseorang tahu bahwa dirinya siap untuk kembali bermain dalam arena percintaan, bukan karena  orang lain tapi karena dirinya merasa sudah siap.

Maka di malam yang sedang hujan namun tetap saja berhawa panas ini, saya rasa saya cukup waras untuk bilang bahwa….saya sudah move on.



P.S : kalau lihat abang-abang Korea yang tampan dalam drama jadi kacau balau lagi sih perasaan ini tapi you know lah, itu hanya fanatisme belaka karena di dunia nyata belum ada  yang mampu mewujudkan ‘kyaaaaa moment’. XD

(Not So) Quick Updates!

*bersihin sarang laba-laba di langit-langit blogspot*

Hai apa kabar weblog? Semoga sehat-sehat saja. Rindu juga ngoceh di sini, pikiran saya terlalu kacau balau dan otak saya terlalu banyak menyimpan kata-kata untuk sekedar update di Path. Haha.

Mari recap kehidupan sejenak.

1. Akhirnya saya sidang tesis. Saya gak nyangka ternyata sidang tesis itu  kayak begitu ya rasanya. Waktu itu di depan saya ada lima orang yang dua orang diantaranya adalah penguji. Saya diberi waktu 10 menit untuk menjelaskan tesis saya, tanpa slide powerpoint. Kemudian para penguji pun bertanya dan memberi komentar. Ya long story short, I got that title, Master of Arts (Communication). Walau harus masih bikin revisi yang super banyak, at least the hardest part has passed. Alhamdulillah. :)

2. Kini saya semi pengangguran. Saya pingin kerja. Di mana aja. Malaysia boleh...Indonesia lebih boleh lagi. Hehe. Maybe I'm just tired of being away from home. 


3. Baru selesai nonton k-drama Three Days semalam. Drama Three Days mengajarkan beberapa hal tentang kehidupan. Pertama, setialah pada cita-cita, pekerjaan dan janji pada orang lain dan diri sendiri. Kedua, ketegasan pemimpin sebuah negara adalah kunci dari keamanan sebuah bangsa dari ancaman luar atau bahkan dalam negeri. Ketiga, politik dan uang tidak pernah terpisahkan. Tapi ada satu pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran saya, apakah semua agen Secret Service berwajah tampan macam gitu? Kalau iya, aku mau satu lah ~ Heyak, ujung-ujungnya menggetek.


4. Akhir-akhir ini Pulau Pinang makin panas. Walaupun hujan tetap saja gerah. Saya rasa ini adalah udara Pulau Pinang paling panas sejak saya menginjakkan kaki di pulau ini. Lebay yey. :)) Tapi memang iya, panasnya sudah tak masuk akal. Tampaknya saya memang sudah harus pergi dari sini. XD

5. Saya ingin menyelesaikan membaca buku yang sempat terhenti dibaca dan menonton film dan drama yang belum sempat ditonton. Dan saya ingin lebih banyak membaca fiksi lagi. Rasanya beberapa bulan belakangan ini pikiran sumpek sekali membaca textbook dan jurnal.

6. Banyak ide dan rencana di dalam pikiran  tapi takut mengumbar dan berharap tinggi. Semoga bisa terlaksana di tahun ini.

7. Sekian dan terimakasih. 

Monday, February 17, 2014

Kepada Anda yang Sedang Tersesat

Di mana hati terpaut
di situ raga berlutut

Kapan bisa bertemu?
karena kamu seakan semu

Hmmm...

Mungkin kau masih di sana
mencari jalan untuk menyapa

Tapi kuharap

kita akan berjumpa
dalam lautan kata
bercengkrama
seakan dunia bukannya fana

Terjaga

Kepada malam yang melahap siang
Kepada bulan yang merangkul malam
Kepada fajar yang menunggu terang
Kepada makhluk yang terjaga badan