Pages

Thursday, August 26, 2010

Hipnotis atau Hipnosis?

Kejahatan berlatar belakang hipnosis sedang marak diberitakan media. Pembahasan tentangnya pun belum habis. Beberapa stasiun televisi yang saya tonton belakangan ini tertumpu pada bagaimana hipnosis bisa terjadi, bagaimana langkah preventif supaya kita tidak menjadi korban kejahatan ini, sampai apa hukuman untuk pelakunya, karena memang kejahatan jenis ini membuat korban tampak secara 'sukarela' memberikan semua hartanya kepada si pelaku.

Saya tidak mau membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menghindarkan diri dari si hipnosis itu. Yang saya permasalahkan adalah penggunaan kata HIPNOTIS itu sendiri. Jika teman-teman menyadari, penggunaan kata hipnotis di media elektronik, termasuk juga media cetak adalah kurang tepat. Selalunya kita melihat judul berita "Pegunjung pasar swalayan dihipnotis" atau ""Hipnotis kembali merajalela.

Saya teringat pada satu buku yang pernah saya baca, 111 Kolom Bahasa Kompas. Di dalamnya, ada sebuah artikel berjudul Hipnosis dan Hipnotis, ditulis oleh K. Bertens, halaman 175-177.

Dalam artikel tersebut, beliau menjelaskan menagapa penggunaan kata hipnotis oleh media itu kurang tepat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga menjelaskan hipnosis sebagai nomina : 'keadaan seperti tidur karena sugesti..' . Menghipnosis disebut verba : 'melakukan hipnosis'. Sedangkan hipnotis adalah adjektiva : 'berkenaan dengan hipnosis'.
(K. Bertens, Hipnosis dan Hipnotis hal 176)

Jika kita perhatikan, penggunaan kata 'hipnotis' justru dijadikan kata kerja, buka kata sifat, misalnya tadi, "pengunjung pasar swalayan dihipnotis".

Saya tidak bermaksud mengritik penggunaan perkataan bahasa Indoensia di media cetak dan elektronik negeri ini. Saya yakin, mereka lebih mumpuni dalam hal ini, dibandingkan saya yang baru juga lulus kuliah!

Tapi, artikel K.Bertens yang saya baca menunjukkan bahwa kesadaran akan hal-hal kecil tentang bahasa masih sangat rendah. Padahal hanya penggunaan nomina dan adjektiva saja, kan?!
Media seharusnya lebih peka terhadap hal-hal semacam ini. Generasi seterusnya memerlukan pendidikan bahasa Indonesia yang lebih baik karena makin derasnya arus globalisasi. Media harusnya memberikan itu karena media kan sudah jadi konsumsi publik sekarang ini. Apa yang disuguhkan media, itu pula yang diikuti oleh masyarkat.

Hmm...semoga besok-besok tidak ada lagi ya kesalahan penggunaan kata seperti ini. Diharapkan komentarnya, karena siapa tahu saya juga salah. :)

Semoga bermanfaat.

Tuesday, August 24, 2010

Damn you!

Kenapa?
tiba2 kebencian merajai hati ini.
tiba2 ingin melihatmu menderita selamanya.

baiklah, ini sangat chessy dan tidak dewasa.
persetan tentang dewasa!
lebih baik jadi anak2 daripada menjadi dewasa dan dikhianati atau mengkhianati!

dan sekarang, jiwa ini hanya ingin memaki seseorang di sana yang telah merusak semuanya!
abaikan sejenak posting sebelum ini yang mengatakan terimakasih atas semuanya.

karena sekarang, saya hanya ingin mengatakan DAMN YOU (100000000000000kali)
semoga kau merasa bersalah semumur hidupmu!
aku benci, benci sekali!!!!!!!!!!!!

Tuesday, August 17, 2010

Tribute to the First Love!

Hello there. What are you doing tonight?

There are so many things to say about us, the things to remember. And now I just want to say thank you. Thank you for years we've been together. Thank you for years of you tried to understand, love, and care of me. Thank you for every moments. Thank you for the lesson how to love and to be loved.

I hope you're doing fine there, with your new lover or anyone. I'm sure we can handle this. We're going to get what we deserve.


* i was so happy for being with you in those over 2 years!:)

Have a great life ahead, dear!:)

Oh, I Can't Believe I'm a Bachelor!

Yeaaah!! benar sekali teman-teman sekalian. Saya sudah sarjana!! Nama saya ada ekornya, B.Comm, Bachelor of Communication. Cieeeh, keren gitu kesannya...:D

Seperti orang yang baru saja diwisuda, rasanya melayang di udara, menikmati keindahan keluar dari rutinitas kuliah dan cengkraman tugas-tugas, terutama tugas akhir. Alhamdulillah, saya bisa melewati kerasnya tiga tahun itu.

Sebelumnya, maaf karena sudah tidak pernah meng-update blog ini disebabkan oleh pesona situs microblogging bernama twitter, yang berhasil merenggut hampir setiap waktu saya. Maaf ya, Ndooksicm! terlupakan, dan @ndooks berada di puncak kejayaan. Halaah apa sih Ndoook...

Well, kembali ke sarjana tadi. Lagi-lagi saya harus bersyukur kepada Allah SWT karena atas izin-Nya saya bisa lulus tepat waktu, seperti yang selalu saya harapkan dari pertama saya kuliah. Bersyukur juga karena Mama dan Ayah serta keluarga semuanya memberi dukungan atas apa yang saya lakukan selama ini. Dan bersyukur karena diberi kesempatan bertemu banyak orang luar biasa di negeri jiran, khususnya di Pulau Pinang.

Saya juga tidak lupa bersyukur karena dipertemukan dengan teman-teman yang setia dan selalu ada di saat senang dan susah. Bertemu lagi di lain waktu yaa... sayang kaliaaan...:)
Dan tidak lupa bersyukur karena pernah diajar oleh pensyarah (baca:dosen) yang luar biasa. Hai para Dr dan Prof ! saya bangga sekali pernah diajar oleh kalian!:)

Dan pada 5 Agustus 2010 kemarin, saya resmi jadi alumni Universiti Sains Malaysia! Mama, Ayah, Kakak dan dua orang paman saya ikut menghadiri acara wisuda. Sedihnya, si Abang tidak bisa ikut karena harus mulai bekerja. Kan tidak mungkin baru kerja minta cuti, ke luar negeri pula. Sama saja dengan minta dipecat!

Owh, ini dia oleh-oleh dari seberang, beberapa foto yang agak 'beres'. Yang lain jangan ditanya...entah apa yang terjadi dengan foto-foto itu.

*ini dia adek manisnya...bersiap-siap masuk dewan buat diwisuda.:)

*bersama si Kak Astrid sayang, yang merangkap jadi make up artist dan hair stylish hari itu.:)

*with Ayah...hai Ayah,selamat ya, anaknya udah sarjana semua...:)

*with Mom. kisses for Mom! yang selama 3tahun gak pernah absen ngingetin makan dan solat via sms!:D


Hmm...foto bersama teman-teman gak ada soft copynyaa..:( hei yang merasa ada bawa kamera waktu itu kirimkan ke sayaaaa....:D Sebenarnya ada di Facebook ditagged, cuma malas aja! saya suka yang original...

Momen yang membanggakan itu sudah lewat. Sekarang pertanyaannya "mau dibawa kemana sarjana ini?" (dengan irama lagu Armada). Dan sejujurnya, saya masih ingin kuliah lagi....:D


by: Ananda Triana Anwar , B.Comm
Haahahahha! namaku nambah belakangnya!