Sinetron vs K-drama (?)

Sinetron, opera sabun, tv series, telenovela, dorama, k-drama.....atau apalah namanya di negara lain sebenarnya sama aja : DRAMA TELEVISI.

Beberapa bulan belakangan saya (kembali) keranjingan drama Asia, khususnya Korea. Kalau dulu jaman SMP saya penggemar setia MVP Lover , pas SMA sempat gila sama Full House dan berakhir dengan Rain selalu di hati.

Teman- teman saya yang gak begitu suka nonton drama selalu komentar, “Aduh apa sih Ndok nonton2 drama?“  trus saya jawab “aduh apa sih kalian kok  gak nonton drama?”. Hahaaha.
Well, saya sadar kalo kehidupan ini udah penuh dengan drama ngapain lagi capek2 nonton drama. Tapi setelah dipikir-pikir, gak ada salahnya juga kan, lagian nonton drama juga buat hiburan aja, kalau tiba2 jadi keranjingan ya mau gimana lagi, abis gak ada kerjaan. Lho, kok curcol Ndok? ;p

Back to the topic. Seperti yg disebut di awal tadi, k-drama pada dasarnya sama aja kan kayak sinetron. Tapi kenapa saya lebih memilih menonton sinetron negeri ginseng dibanding nonton karya anak negeri? Hmmm.... Berikut adalah beberapa alasan yang sudah lama saya pikirkan tapi baru ditulis sekarang. Eh, ini cuma opini lho, tidak ada maksud menjatuhkan apalagi melecehkan. Bukankah setiap suara kita berharga? *eh kayak iklan apa gitu* :p

Jalan cerita

Lupakan sejenak tampang2 oriental nan memukau di drama2 Korea atau Jepang. Alasan pertama saya memilih nonton drama adalah jalan ceritanya jelas. Memang sih jalan cerita drama hampir semuanya sama pattern, tapi setidaknya para pembuatnya bisa menyalurkan ide2nya dengan baik, gak ngelantur. Kalau awalnya begini, ya akhirnya begini. Gak ada ceritanya tiba2 episode ditambah karena rating bagus.


Tema
Lagi-lagi gak bisa bohong kalau tema drama dimana-mana gak jauh dari cinta, persahabatan, hubungan keluarga dan tentu saja lika-liku kehidupan. Namun adalah lebih mengasyikkan jika tema-tema tersebut dibalut dengan sebuah shadow theme (bahasa penyiaran dari mana ini) yang menarik, misalnya kehidupan anak band, koki, anak sekolah seni, istana, dan lain sebagainya. Tema-tema tadi menurut saya jadi lebih menambah wawasan kita juga kan, atau mungkin menumbuhkan minat.

A well done production!
Cieeeh, gaya gitu. Sok mantap, sok tau sistem produksi. Hahahaa. Yah gini2 kan saya lulusan komunikasi, ngerti lah sedikit soal proses penghasilan sebuah konten media. Halah halah…:P Menurut saya setiap judul drama buatan mereka punya perencanaan yang baik. Mulai dari jalan cerita (tentu saja), skrip, pemain, setting tempat, waktu, soundtrack, sampai hal-hal kecil yang kadang kalau kita nonton kita juga tidak sadar kalau itu ada.

Kalau harus beradegan ngejar2 pesawat, ya syutingnya di airport. Kalau harus adegan konser, ya di concert hall, kalau di skrip ada yang sakit, ya sytuingnya di rumah sakit. Daaaaaan kalau harus beradegan nyetir….ya mobilnya jalan! Kalaupun harus terpaksa membuat di studio, sungguh dibuat seperti aslinya.

Dialognya juga  digarap dengan baik. Gak berte-tele. Dan mengena sampai ke hati. Halah! Yah walaupun itu bahasa kadang annoying juga but thank God ada subtitle! :D

Begitu juga dengan aktor dan aktrisnya. Kalau mereka harus nyanyi atau nari, dicari yang bener-bener bisa dan mereka dilatih sebelum syuting dimulai. Kalau harus menjadi koki, mereka juga dilatih biar lebih ‘dapet’ soul jadi kokinya. Jadi nontonnya pun asyik!

Satu lagi yang yang saya salut adalah ke-detail-annya itu lho. Bahkan restoran tempat makan satu scene aja cantiknya minta ampun. Barang-barang art decoration yang kecil-kecil yang gak akan kepikiran sama orang juga ada. Wardrobenya juga oke. Walaupun kadang baju cowoknya suka gak masuk akal. Hahahhahaa.

Dan bagian kesukaan saya nih, soundtrack, lagu tema. Kayaknya benar2 disesuaikan sama jalan ceritanya, kalau lagi adegan sedih, lagunya sendu. Adegan action, lagunya dibuat menegangkan, yah pokoknya sesuai lah. dan biasanya, mereka emang mengontrak banyak artis atau band untuk membuat soundtrack dramanya. Jadi jelas genre musiknya juga kadang beda-beda dalam satu drama.

*
Kayaknya sih intinya totalitas. Ya totalitas.. Sutradaranya, music producernya, art directornya, dan tentu saja artisnya. Dengan persiapan yang udah oke di segaa aspek gini, gak heran drama buatan mereka bisa terkenal sampai Eropa dan Amerika.
*

Sinetron kita gimana?
Semua yang saya bahas tadi emang gak lepas dari satu hal – biaya/budget/modal alias duit. Setelah browsing saya gak ketemu berapa tepatnya budget untuk setiap drama di Korsel atau di Indonesia. Tapi saya yakin kalau modal kita lebih sedikit dari mereka. Tapi daripada bikin satu sinetron dengan beratus episode tanpa impact yang jelas buat masyarakat, mendingan duit yang itu dibikin beberapa judul sinetron dengan kualitas baik.

Saya yakin orang Indonesia punya banyak ide kreatif nan menjual kalau hanya bikin skrip satu sinetron 16 episode. Budaya kita juga gak kalah sama Korsel, malah jauuuuh lebih kaya. Banyak ide cerita yang masih bisa dieksplor di negara ini. Ayo donk teman2 yang jago buat2 gini, saya bisanya cuma menyemangati. Hehe

Saya rindu lho sama sinetron2 jaman dulu yang episodenya gak sampek seratus tapi melekat di hati. Saya sempat bikin hashtag lucu-lucuan di twitter dan ternnyata emang ramai yang haus akan hiburan yang lebih berkualitas (dalam hal ini sinetron). Dulu juga ada layar mini seri yang cuma 3episode gitu. Nah saya suka tuh. Kapan lagi ada acara televisi begitu ya?! :D

Ngomong emang gampang, realisasinya ini yang susah. Dan keresahan kayak gini juga bukan saya yang pertama merasakannya. Kalau saya lihat sih sekarang ada juga kok serial  yang worth to watch di tv kita, tapi mungkin karena gak prime time jadi mungkin banyak yang nonton. (yah, ketauan lagi yang gak ada kerjaan. :p)

Baiklah, saya menunggu aja kapan ada sinetron Indonesia yang kualitasnya bisa menembus pasar Eropa atau Amerika. Jangan cuma di Malaysia aja ah sinetron kita diputarnya….:))

P.S :
-mengingat opini sudah berada di ranah publik (halah) dimohon jangan ada yang tersinggung. Saya cuma kasi pendapat lho, liat daritadi gak ada menyebut satu pun contoh spesifik.
-sekarang agak takut buat2 pendapat di blog, ntar dikira pecemaran nama baik atau apalah. Kayaknya peru diprotect juga nih blogspot kayak twitter. :D 

Comments

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang