Pages

Sunday, May 12, 2013

#K-Songs Current Obsession

I haven't wrote any post for like...a month?! Of course I got a bunch of songs on my Hanguk playlist. Here are some of the songs that currently stuck in this mind....

K.Will feat. Dynamic Duo - Hey You

I first heard K.Will somewhere in a soundtrack, which I forgot, and recently addicted to his Love Blossom. But one day, my roommate was curious about K.Will and randomly downloaded some of his songs. And there, I heard this Hey You. Very catchy song. Some part of the music reminded me of the song titled Heaven by Indonesian jazzy-funk band, Maliq n D'Essentials. 


Peppertones - Bikini

Yes, another Peppertones' song. I'm in love with this light, quicky, captivating song. Oh, officially being a fan of this duo!


J.Rabbit - Talking About Love

I think I can't get enough with sweet and mellow song. I got this song from Flower Boy Next Door drama soundtrack.


Kim Gun Mo - 빨간 우산 (red umbrella)

Let's go back to 90s. I discovered this song from compilation album, Playlist #1 Spring Is Here. Actually I listened to this song a lot last two years but I miss the song so I listen to it again. And since it's spring time in Korea. Hahaha. Naah...who could resist 90s melody?!:D 


Leessang - Turn Off TV (feat.Kwon Jung Yul of 10cm and Tasha)

I first listened to this song last year and addicted. That was when I've never watched Running Man. Blame me for braveness to watch that variety show. Gyaaah!! Now I'm in love with Kang Gary. Oh my....
So I listened to this song again with more attention to Gary's part. Ah, welcome, another madness....:)) 


Okay, gotta back to work now. Happy weekend.;)

Happy (another) Mother's Day to Mama!


Sebenarnya sudah pernah menulis selamat hari ibu buat Mama, tapi karena di Malaysia (dan beberapa negara lain di dunia) lagi hari ibu, boleh lah menulis tentang Mama lagi. Btw, hari Ibu banyak ya, tapi hari Ayah di Indonesia enggak ada, dan itu sering dikeluhkan oleh Ayah saya.:)) 

Anyway, tanggal 27 bulan ini Mama saya akan diwisuda atas kelulusannya sebagai Master of Science, di bidang Kimia. Iya, mama saya baru selesai menempuh pendidikan masternya setelah berpuluh tahun mengajar.

Ada cerita seru dibalik kembalinya mama ke sekolah. Sebenarnya waktu saya masih SMP, Mama sudah berniat melanjutkan sekolahnya. Ya, namanya juga dosen. Tapi waktu beliau permisi sama saya, saya bilang “Mama ngapain sih sekolah jauh-jauh? Nanti nanda sama siapa?!”

Sebagai  jawaban berbau self-defense, dulu kami tinggalnya di kampung. Trus kalau Mama saya sekolah ke kota yang ngurusin kami siapa dongs?! Hahahaha.
Duh, kalau ingat saya rasanya kepingin nampar diri sendiri. Gila egois betul anak kecil keriting itu! Jadilah, Mama tidak jadi sekolah lagi. Dia kembali mengajar seperti biasa dan mengurus suami serta ketiga anaknya. Untung saja mama mengajar di universitas swasta di daerah dan sudah jadi dosen senior. Jadi beliau masih bisa mengurus hal-hal selain mengajar.

Namun zaman berubah. Peraturannya, kalau dosen tidak mendapat gelar Master ada kemungkinan akan diberhentikan, atau diturunkanlah untuk mengajar anak diploma.

Nah, waktu saya mau melanjutkan sekolah dua tahun lalu, (yaampun udah dua tahun aku belum lulus! PLAK!), mama juga memutuskan kembali ke sekolah. Alasannya karena memang harus sekolah (biar bisa naik gaji juga sih) dan tentu saja Mama tidak mau ketinggalan akan ilmu-ilmu baru di bidangnya. Lagian, bisa dibilang pikirannya sudah tidak terlalu bercabang lagi. Ayah sudah pensiun, abang dan kakak sudah bekerja, dan saya....saya masih sekolah dan tidak tinggal di rumah. Jadi memang waktu dan keadaan mengizinkan buat Mama sekolah lagi.

Di awal masuk kuliah Mama sempat kebingungan juga. Beliau cerita kalau teman kuliahnya banyak yang seusia saya. Malah, junior Mama di kampus dulu (yang dulunya belajar sama Mama) sekarang jadi dosennya. Beliau juga mengeluhkan kalau susah juga sekolah kalau sudah tua, udah susah fokus dan mengaplikasikan teori maha rumit itu. Oh iya, sebagai informasi Mama saya September nanti akan berusia 58 tahun.

Kembalinya Mama ke sekolah tentunya membuat heboh keluarga. Saya dan kakak sering kebagian tugas membantu Mama mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Menerjemahkan jurnal, mengedit paper dan nge-print tugas Mama sebelum dikumpul. Ayah tentu saja menjadi supir antar-jemput ke kampus. Abang saya juga bagian jadi teman curhat jarak jauh. Walau kami punya kesibukan masing-masing, membantu Mama mengerjakan tugasnya buat saja menjadi kegiatan yang menarik juga. :D

Yang bikin salut adalah walaupun kuliah magister itu sulit tapi Mama tetap bersemangat. Malah kadang saya malu sendiri karena saya yang masih muda belia ini (woy! Udah 23 kau, Ndok) malah hilang semangat gara-gara hal kecil gak penting. Hiks.

Mama juga enggak mau tuh mengambil jalan pintas dalam membuat tugas-tugasnya. Mama selalu menyelesaikan tugas sebelum deadline (another PLAK! for me), dan beliau enggak malu bertanya sama teman sekelasnya, yang seumuran sama anak-anaknya.

Mama juga hobi dan selalu bersemangat buat ikutan seminar atau workshop di berbagai tempat di Indonesia. Tahun lalu juga pernah ikutan seminar yang kebetulan diadakan oleh universitas saya di sini. Jadi kami sekalian jalan-jalan deh karena beliau juga membawa serta kakak saya.:D

Di sela-sela kesibukannya kuliah, Mama juga masih sempat mengajar, memasak makanan enak (apalagi kalau saya dan abang lagi pulang kampung), arisan sama teman-temannya, mengurus bisnisnya dan jalan-jalan!

Intinya sih, saya senang sekaligus bangga karena Mama mau masih bersemangat buat sekolah lagi. Ini juga jadi motivasi saya untuk tetap semangat melanjutkan pendidikan ini. Yang entah kenapa di tengah jalan saya malah jadi ragu. Tapi yasudahlah, mari menyelesaikan apa yang sudah dimulai (eh kok malah curhat).

Jadi, selamat hari Ibu (versi Malaysia) buat Mama di rumah. Semoga panjang umur, selalu sehat dan dimudahkan rejekinya. I’ve already bought the flight ticket. I’ll be at your graduation day, Mom!
I’m truly a proud daughter. I love you more than words can say. :* 

one of favorite pictures with Mama. I think it was taken a year ago after our karaoke session.:) 

Saturday, May 4, 2013

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Kenapa saya menulis ini? Alasan pertama adalah karena saya baru baca berita semalam bahwa drama Itazura na Kiss: Love In Tokyo episode keenam baru akan tayang tanggal 10 Mei mendatang. Sebabnya, ada Golden Week di Jepang sana. Aaah...itu berarti, saya harus menunggu seminggu lagi untuk melihat Irie Naoki yang diperankan oleh Yuki Furukawa. Alasan kedua tentu sudah bisa ditebak, saya lagi nge-fans berat sama Yuki Furukawa. KYYYYAAAAAA....

Sebenarnya saya juga bingung sebenarnya tulisan ini akan bercerita tentang apa. Tapi ada baiknya saya ngomongin soal dramanya saja karena tampaknya pembahasannya akan lebih bermakna. Ya menurut saya aja sih. 

Baiklah. Mulai.

Itazura na Kiss ini awalnya adalah cerita manga yang ditulis oleh Tada Kaoru tahun 1991. Ceritanya tentang Aihara Kotoko, cewek bodoh di kelas F yang naksir berat sama Irie Naoki, cowok paling pintar di sekolah mereka. 

versi komik
Kotoko ini walaupun bodoh dia selalu bersemangat dan sangat berharap cintanya dibalas Naoki. Suatu hari dia memberanikan diri untuk kasi surat cinta buat Naoki tapi Naoki menolak. Alasannya, dia tidak suka cewek bodoh. PLAK!

Kotoko pun sedikit menyerah. Tak disangka, kejadian aneh menimpa rumah Kotoko. Tiba-tiba saja rumah Kotoko runtuh (ya namanya juga komik), padahal baru saja dibangun. Karena tidak ada tempat tinggal, Kotoko dan Ayahnya diajak tinggal sementara di rumah kawan lama Ayahnya. Hayooo..tebak siapa teman Ayahnya itu?! Mr.Irie....yang tak lain tak bukan adalah ayahnya si Naoki.

Jeng jeng jeng.....!!! Sudah bisa ditebak ya bagaimana cerita selanjutnya.:))

Manga ini sudah beberapa kali diadaptasi diadaptasi ke dalam anime maupun live action drama. Yang pernah saya tonton tentu saja live actionnya yang diberi judul sama, Itazura na Kiss di tahun 1996. Kotoko diperankan oleh Sato Aiko dan Naoki diperankan oleh Takashi Kashiwabara.

Buat saya adaptasi dalam J-drama itu luar biasa konyol. Namanya juga drama Jepang, jago sekali bikin perasaan amburadul. Kotoko nya super tolol dan gak bisa berhenti ngakak nontonnya. Naokinya super cool sampai kadang kesal nontonnya. Tapi chemistry mereka keren, dapat gitu. 

Pernah satu kali saya dan kakak nonton lagi drama ini dan tetap aja nontonnya capek karena ketawa terus.:)) 

Itazura na Kiss versi 1996 . Rambutnya ya bang...-___-
Dalam versi ini, ceritanya hanya ada 9 episode dan ceritanya cuma sampai si Naoki dan Kotoko tamat SMA. Kalau di komik sampai mereka menikah dan hidup bahagia. Saya belum habis baca komiknya sih tapi  begitu yang saya lihat di review orang-orang.

Satu lagi adpatasi yang pernah saya tonton adalah dalam K-drama dengan judul Playful Kiss. Dalam drama versi koreanya, Kotoko diperankan oleh Jung So Min dan Naoki diperankan oleh Kim Hyun Joong

Versi Korea, tahun 2010
Saya tidak begitu suka yang versi Korea ini. Selain karena saya gak suka sama Kim Hyun Jong (entahlahya, gak suka aja lihatnya. hahahaha), Kakak Jung So Min ini macam kurang total memerankan Kotoko. Terkesan Kotokonya lemah, padahal Kotoko ini walaupun bodoh adalah cewek yang kuat serta bersemangat. 

Playfull Kiss dibuat dalam dua season, yang pertama ada 16 episode dan yang kedua ada7 episode spesial. Yang pertama ceitanya kebanyakan dari sisi si Kotoko, yang kedua dari sisi Naoki. Waktu itu sih saya nontonnya gak terlalu fokus karena ya itu tadi, enggak suka Kin Hyun Joong. 

Yang ketiga adalah yang ini, yang paling baru. Judulnya Itazurana Kiss: Love In Tokyo. Saya curiga ini drama disponsori oleh Tokyo Tower dan sebagai salah satu sarana promosi pariwisata Jepang. Soalnya Tokyo Tower terus yang disorot. Dan bikin rindu Tokyo juga...Hmmmm....

Poster drama yang versi terbaru 
Dalam adaptasi versi terbaru ini, Kotoko diperankan oleh Miki Honoka dan Naoki diperankan oleh, ehm, Yuki Furukawa. Kyaaaaa....#gakbisaselow . 

Awalnya saya underestimate sama drama ini. Ah, pasti gak seru, gak ada yang ngalahin Kak Sato Aiko untuk memerankan Kotoko. Tapi ternyata saya salah. Emang sih, di epiosde satu saya masih merasa biasa aja, kecuali Yuki Furukawa ya, dari awal saya emang naksir. Hahhaha...
Tapi setelah episode 2 sampai 5, baru terasa drama adpatasi ini asik juga. Ceritanya masih tetap sama tapi karena konteksnya lebih terkini, terasa lebih seru. Apalagi, si Miki dan Yuki semakin dapat chemistrynya. Keren.

Saya gak nyangka juga si Miki itu umurnya masih 16 tahun aslinya dan si Yuki udah 26. Dengan gap umur yang jauh hebat juga bisa dapat chemistry yang seperti itu. Dan makin lama makin ganteng aja si Yuki...haduuuhh hancur adek baaaang.....:)))

Katanya sih yang versi ini akan dijadikan 16 episode. Hmmm...banyak juga ya sebagai drama Jepang. Tapi semoga aja gak berlebihan. Yang penting liat Yuki selama 16 minggu. Wuuiiih!:)) 

Ini dia abang Naoki yang baru ^_^
Saya belum pernah nonton yang versi Taiwan yang berjudul It Started With A KissKatanyabagus juga tapi nanti-nanti lah ya, lagian itu udah lama juga. Animenya juga saya masih nonton satu episode. Duh, banyak kali pun. Pening. Kapan-kapan ajalah itu. Masih banyak yang perlu dikerjakan. :D

Baiklah, sudah dulu ya. 

Kalau mau nonton Itazura na Kiss versi dahulu kala bisa dicari DVDnya di toko kaset terdekat. Atau bisa juga ditonton di sini, website favorit saya. 

Selamat berakhir pekan.:) 

*credit gambar: google, tumblr, bisa diklik di gambarnya untuk melihat sumber.