Ketika Kembali ke Rumah Orangtua

Kembali ke rumah setelah bertahun-tahun tinggal jauh dari keluarga, terutama orangtua, ternyata ada dilemma tersendiri. 

Kalau diingat-ingat kembali, sejak saya SD tinggal serumah dengan orangtua bisa dihitung sekitar enam tahun. Selebihnya, saya tinggal dengan saudara kandung saya, ditemani Mbak yang menemani di rumah. Bahkan, waktu saya SMA, saya hanya tinggal berdua dengan abang dan dua orang sepupu. Basically, I'm used to live away from my parents. 

Di satu sisi, terbiasa hidup mandiri sejak dini sangat membantu dalam proses penyesuaian diri dimana pun saya berada. Makan tidak pilih-pilih, tidak ribet kalau kemana-mana. Santai saja. Saya terbiasa mencuci baju sendiri, membeli keperluan sehari-hari sendiri, menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan sendiri, termasuk pergi kemana-mana sendirian. Walaupun tidak pernah lepas dari pengawasan dan dukungan (moral dan materi) orangtua, tetap saja dalam pelaksanaannya saya melakukannya sendiri. Saya punya kontrol penuh terhadap diri dan apa yang saya lakukan. 

Ketika kini saya kembali ke rumah orangtua dan bekerja, terkadang saya merasa gerah. Kenapa? dengan jam kerja saya yang berubah-ubah, saya harus siap untuk pergi ke sana ke mari seharian. Tentu saja itu sangat mudah jika dilakukan sendirian. Tidak merepotkan orang dan saya juga tidak merepotkan diri sendiri, kan?

Nah, karena kini saya tinggal bersama orangtua, yang notabenenya masih punya banyak urusan di luar, kadang saya harus mengikuti jadwal mereka untuk bisa bergantian memakai mobil misalnya. Atau ketika saya harus membantu mereka mengurus ini dan itu sedangkan saya juga punya banyak pekerjaan.

Kadang saya merasa tidak enak juga kalau harus diantar Ayah saya bekerja. Jalanan kota ini macet dan Ayah sudah tua. Sudahlah, ngapain lagi sih mengantar anaknya?! Tapi bukan Ayah saya namanya kalau tidak heboh. Mungkin ada pengaruh dulu waktu sekolah beliau jarang mengantar ke sekolah karena kerjanya jauh dan kami tidak tinggal bersama. 

Hmmm tidak terasa hampir dua tahun sejak saya kembali ke rumah dan perasaan seperti ini masih sering menghampiri. Agak egois memang tapi munking saja inilah salah satu akibat dari keseringan sendirian. Hahhaaa.

Bukannya saya tidak suka tinggal di rumah. Malah saya senang karena tidak perlu bayar uang asrama tiap bulan, makan diajamin enak, sehat dan bersih, dan gratis. Kalau sakit ada yang ngurusin dan kalau jalan-jalan kadang dibayarin Mama atau Ayah. Hehehe. Dan yang paling penting adalah pahalanya. Tinggal bersama Mama dan Ayah pastinya mengharuskan kita harus membantu mereka. Ya anggap saja membayar waktu bertahun-tahun tinggal terpisah karena pekerjaan mereka. Walaupun tinggal dengan orangtua yang sudah umur 60an itu beda lagi tantangannya. Hmmm..don't start with their mood swings, their sensitiveness and everything.  

Well after all, I just hope they'll always be healthy. Words can't explain how I love my parents. But I just can't deny the feeling that I'm not a child anymore. And I have my own rights to do my own things. 



Well, what a quote! :) 

Comments

.dedeph. said…
iyoo ndook hehehe senasib.. kelamaan hidup sendiri dan mandiri hahahahaa
masih suka dianterin mamak. "kak mau kemana sini mama anter" mak kakak udah gede! hahhaa yaaa begitu lah ya ~~~ tapii lama2 jadi kebiasaan lagi kalau udah tinggal sama orangtua.. hehee kalau jam 8 malem belom sampe rumah, ditlpn, di wa, di bbm, sampe di read hohohooo hhaaa
positifnya nanti kalau udah punya dan jadi istri si "abang", jadi abangnya gak repot anterin awak ke pasar atau ke mall ndook kalau dia lagi malas, bisa jalan sendiri :)))
Soraya Serumah said…
Selamat Siang Mbak Ananda,

Saya sedang blogwalk dan menemukan blog anda.
Saya Soraya dari http://serumah.com.
Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat marak di kota besar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa tempat tinggal (apartemen, rumah atau kost) dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

Saat ini saya meminta bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Saya dan Tim Serumah sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

Soraya F.
Cataga Ltd.
soraya.serumah@gmail.com
http://serumah.com/

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang