Sejenis Update....Tapi Bukan

Helllo! Apa kabar ini blog tercinta? (bilangnya aja tercinta tapi diterlantarkan. Hih!) Ya, namanya juga manusia dengan segala kesibukan (dan kemalasan) yang dihadapi, kadang lupa dengan hal-hal sebegini. 

Ohiya, saya memutuskan untuk tidak bermain media sosial bernama Path lagi. Alasan utama adalah karena memori handphone yang selalu penuh (sama dengan memori otak juga udah kepenuhan. Hahaha.) Tapi ternyata setelah uninstall saya merasa lebih nyaman. Kadang kebanyakan lihat Path juga kurang baik untuk kesehatan jiwa dan raga. You know what I mean... Jadi saya main IG story sama Twitter aja lah (sama aja kaleeeee....:)) ) 

Jadi ini mau ngapain ya sebenarnya? 
Oiya, benar. Saya mau nulis sesuatu. 

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu salah satu teman dekat saya akhirnya melepas masa lajangnya. Ini sekaligus menjadi momentum dimana saya secara resmi menjadi satu-satunya yang single di geng kami. Di satu sisi saya tentunya bahagia karena teman saya juga berbahagia. Tapi di sisi lain saya jadi memikirkan nasib kehidupan percintaan saya. 

Sebelum ini saya juga sering mikirin percintaan, tapi tidak serius. Saya lebih sibuk mikirin diri sendiri atau orang-orang terdekat. Ya, kalau soal pacaran semboyan saya sama dengan filosofi baju lebaran, "ada Alhamdulillah, gak ada juga gak apa-apa." 

Namun kini saya jadi berpikir, "Will I live alone?" I don't want it actually. Dan seram juga bayanginnya. Melihat dunia yang semakin kacau balau ini, sepertinya teman hidup memang diperlukan. Tapi gilanya, saya juga tidak berusaha semaksimal mungkin dalam mencari pasangan, paling tidak calonnya lah. 😁

Sudah hampir tujuh tahun ini saya tidak pacaran. Dekat dengan seseorang pernah tapi berakhir dengan tidak jelas (kasus biasa....). Banyak teman yang bertanya, 

"Kenapa sih gak pacaran?"

"Belum moved on ya?"

atau bilang seperti ini, 

"Udah....jangan pilih-pilih."

Kadang malas untuk menjawab atau mengomentarinya. Biasanya saya cuma bilang "Ya.....gitu lah." Tapi perlu disampaikan sih emang kalau saya sudah moved on dari bertahun-tahun yang lalu. Dan soal pilih-pilih....seriously? Masalahnya...YANG MAU DIPILIH GAK ADA SIS!😆

The point is, saya menyayangkan kebiasaan beberapa orang yang menghakimi dan menganggap saya dan para single fighter lainnya terlalu banyak pertimbangan dalam memilih pasangan. Mungkin dalam beberapa kasus iya, kami memilih (but, who doesn’t?! Masa kita tidak punya hak pilih? Negara aja ngasih! 😁

Tapi pada kasus lainnya, bukannya kebanyakan memilih...ya itu tadi, memang belum ada yang bisa dipilih! Ibarat mau Pemilu, belum ada calonnya....belum ada yang daftar ke Panwaslu. 

Satu lagi sikap orang yang bikin saya jengah, kalau kata anak sekarang itu bikin KZL, (ya kadang bercanda sih tapi kalau keseringan...that's not funny anymore!) adalah ---- menganggap kami para jomblo adalah makhluk laknat kesepian terutama saat malam Minggu dalan hari libur nasional. 

Seriously? We have looooooots of things to do. We do our work, hang out with friends and family, we do our daily things (working/studying, eating, praying, sleeping, etc). And as I'm a fangirl, I DO MY FANGIRLING ACTIVITIES WHENEVER I HAVE TIME. So, if you think that we're that sad, you're wrong. There will be blue and shallow-mellow period but we are humans. We control our feelings. And life goes on....

Jadi, jangan dikira semua jomblo itu adalah JONES, Jomblo Ngenes, karena terdapat di antaranya adalah JONES alias Jomblo with Happiness. 

Sekian dan terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?