Lupa

mungkin kepala ini harus sering diisi informasi baru supaya yang sudah usang bisa tergantikan. tapi yang membuat  susah adalah ketika informasi baru tadi ternyata malah memaksa kita mengorelasikan dengan pengalaman kita sebelumnya. yah, sejenis teori asosiasi lah istilahnya. ah, apa itu. nah, itu datang dari memori lamaku. duh, apa ya istilahnya? aku lupa. ah, andai melupakan masalah semudah melupakan istilah itu. melupakannya tanpa rasa bersalah. kalau lupa ya lupa saja.

aku sering merasa iri melihat mereka yang mudah sekali melupakan. entah benar lupa atau cuma pura-pura tidak ingat. entahlah, yang jelas aku iri. mungkin mereka yang cepat lupa punya banyak tempat baru untuk diisi memori baru. atau mungkin mereka yang susah melupakan punya tempat yang jauh lebih besar karena bisa mengisi informasi baru sambil terus menyimpan cerita lama dalam kamar-kamar otaknya. hebat. oh, kalau begitu sebaiknya aku tidak usah iri. 

Comments

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang