Pages

Sunday, March 31, 2013

#K-Songs Current Obsession

G.Na - Ooops!
This song is actually far from my usual taste. It's a fact that I like kinda 'flirty' song but I usually throw away this type of Kpop songs from my playlist. However, I oddly stuck on this song for the past few days. I don't exactly know why I like this song. Maybe I like the guy's voice or maybe the music is simply easy listening. But still, the 'ooops ooops ooops...' at the ending of the song is kind of annoyed me. Well, just enjoy the song. 




C.N Blue - 사랑빛 (Love Light)
It's quite an old song and this song has been there in my playlist for long time. On one night I fell in love with this song and started to listen to it like ten times a day. How could resist Yong Hwa and Jong Hyun's voice?! 


Yuria - I'm In Love 
Another quite an old song from OST of Flower Boy Ramyun Shop. It's kind of easy listening pop song but I love piano sound all over the song. And again, I have a feeling that the lyrics has deep meaning. 


Happy weekend!:D 

Saturday, March 30, 2013

#K-Song _ Love Recipe by Clazziquai Project

I don't exactly remember when I first heard of Clazziquai Project. Maybe from drama soundtrack or maybe from the compilation album I ever downloaded. What I know is that this band is one of indie bands from South Korea.  

Clazziquai Project consists of DJ Clazzi, Horan and Alex. I only know Alex because he acted in drama Pasta as Kim San, Yoo Kyung's secret admirer. So far I just heard some of their song like Love Recipe, Be My Love, and Sweety. Their music may be classified as electronic one and sometimes sounds jazzy. 


From my search on internet, Clazziquai has released seven album and the latest one is Blessed, released in 2013. One of the songs in this album titled 'Love Recipe' and I'm currently so in love with this song. Check it out. 


What I like from this song is definitely its music and even though I can only understand some the words in the lyrics, I'm sure that the song has a deep meaning. The music video is also quite good and I like watching it over and over. 

If you want to know more about Clazziquai Project, visit here or if you want to listen their songs check their lastfm

Menonton (Drama) Kehidupan


"Just because you love watching drama, that doesn’t mean you’re a drama queen."
– my crumbled mind.

Banyak teman yang bertanya sekaligus agak berkomentar sinis, “Ndok, kenapa sih kau suka kali nonton drama Korea? Penting ya?”

Waduh, saya bingung harus jawab apa dan bagaimana. Tapi ada baiknya saya tuliskan saja tentang guilty pleasure saya yang satu ini. Bagaimana tak guilty pleasure, untuk menonton satu drama, diperlukan setidaknya total enam belas jam dari kehidupan. Kadang drama yang saya tonton tidak begitu bermanfaat untuk ditonton, itu berarti saya telah menyia-nyiakan berjam-jam waktu saya hidup di dunia ini.

Nah, bagaimana dengan drama-drama yang worth to watch? Ini lain ceritanya. Menonton drama awalnya adalah pelarian dari ke-stress-an saya karena menganggur dua tahun lalu. Sebenarnya saya sejak dulu memang suka nonton drama, sebut saja Kera Sakti, MVP Lover dan tentu saja Meteor Garden. Iyaaak...siapa yang tidak tahu kehebohan Meteor Garden di awal tahun 2000 tiga belas tahun yang lalu? Saya pun termasuk dalam masyarakat yang tersihir oleh empat orang abang-abang Taiwan itu. Really, it makes me laugh just to recall it. Tapi kebiasaan itu lama saya tinggalkan sampai masa pengangguran itu.

Singkat cerita, drama korea Coffee Prince adalah awal baru dari segala kelabilan, kekampungan, dan kehisterisan setiap melihat wajah abang-abang oriental. Awalnya saya bingung menghafal nama tiap tokohnya dan sempat berpikir bahwa bahasa Korea adalah bahasa yang mustahil untuk dipelajari. Namun seiring makin banyaknya drama dan film yang saya tonton, saya mulai hafal si anu main di drama mana aja, bahkan sekarang saya sudah bisa dengan lancang mengomentari akting si anu lebih bagus di drama ini atau di drama itu. Cih! Hahhahaha Walaupun dibanding dengan fan girl yang ada di luar sana, saya ini masih level rendahan. Seriously guys, there are a lot of crazy people out there, compared to me.

Kembali ke soal menonton drama, khusunya drama Korea. Kenapa saya suka nontonnya? Saya pernah menulis beberapa alasan yang bikin saya suka nonton drama negeri ginseng itu. Dalam posting tersebut, saya menuliskan beberapa hal yaitu: plot/ jalan cerita yang asik, tema yang unik dan sistem produksi drama yang baik.

Namun di luar itu semua, menonton drama buat saya bukan sekadar untuk ber-HAHA HIHI  melihat adegan lucu dan ber-KYAAAAA...KYAAAAA.... melihat abang ganteng. Menonton drama buat saya adalah satu proses. Sebuah proses menonton. Menonton kehidupan.

Saya sadar bahwa cerita dan tokoh  yang ada dalam drama yang saya tonton kebanyakannya fiktif. Adalah mustahil kalau ada seorang raja dan anak buahnya dari zaman kerajaan masa lalu tiba-tiba nyasar ke kamar kalian yang notabenenya adalah zamannya social media.

Selain itu, laki-laki tampan super sweet juga soft-hearted tentu sangat susah dijumpai zaman sekarang. Cinta pada pandagan pertama itu pun tak selalu berakhir dengan pernikahan. Percintaan antara manusia dengan siluman rubah mungkin saja terjadi tapi tentulah itu sangat menyeramkan jika terjadi di dunia nyata.

Tapi, bukankah rekayasa cerita yang mereka buat terinsiprasi dari kehidupan nyata? Mungkin saja, si pembuat drama juga mengalamai kegelisahan dan kesuntukan seperti yang saya alami saat menganggur. Si pembuat drama juga ingin melarikan diri dari keras dan kejamnya realita. Mungkin saja.

Yang perlu diingat adalah cerita dalam drama adalah cerita tentang manusia dan hubungannya dengan manusia lain dalam lingkungan kehidupannya. Tentu hal ini bukan rekayasa. Sebagai manusia yang katanya makhluk sosial, tentu kita (harus) menjalin dengan orang sekitar. Buat saya, menonton drama seperti bercermin pada kehidupan.

Perkembangan tiap karakter dalam drama yang saya tonton mengingatkan saya bahwa setiap manusia akan dan harus terus berproses. Itu juga meningatkan saya bahwa seseorang, siapa pun dia, bisa berubah karena keadaan sekitarnya.

Setiap konflik yang dihadirkan dalam drama seolah memberi saya peringatan bahwa kehidupan tidak akan seru kalau tak ada konflik, tak ada pergolakan. Coba bayangkan menonton drama yang konfliknya tidak seru, pasti akan langsung saya hentikan kegiatan menontonnya. Mungkin seperti juga kehidupan. Ketika kehidupan macam datar-datar saja, kita cenderung akan merasa bosan, kemudian menjadi malas, tidak bersemangat. 

Adegan lucu yang saya tonton mengingatkan saya bahwa tak ada salahnya sesekali menertawakan ketololan yang muncul dalam kehidupan. Adegan sampah alias lovey-dovey gak penting memberi saya peringatan bahwa nanti kalau punya pacar (lagi) tak payah lah heboh sangat, some people want to muntah watching that kind of things. #inikenapajadisewot?

Jadi, jika kalian bertanya kenapa saya suka menonton drama, maka saya akan menjawabnya dengan:  karena manonton drama adalah menonton kehidupan. Bedanya, jika saat menonton drama saya hampir bisa menebak bagaimana akhir ceritanya, pada kenyataannya, saya betul- betul tidak bisa memprediksi kehidupan saya selanjutnya.

Dan satu lagi, menonton drama juga membuat saya sangat bersyukur dengan kehidupan. Walau kadang hidup seolah mengejek dan memporak-porandakan perasaan ini, setidaknya kehidupan saya tidak serumit harus menyamar jadi laki-laki atau almarhum kakek saya tidak dengan iseng membuat janji dengan sahabatya yang seorang raja untuk menikahkan cucu-cucu mereka.

Salam hangat untuk para penonton drama. ~

ini saya bikin di website ini
seru juga, bisa bikin poster keep-calm sendiri.:D 

Friday, March 22, 2013

Tak Putus Sedan


Setitik sesal datang meradang
Sebutir galau enggan dihalau
Segumpal amarah makin terasah
Seonggok rasa bersalah membuat resah

Terkadang kuheran
mengapa hati tak putus sedan.

Wednesday, March 20, 2013

Annyeong!

My introduction to Korean pop culture is actually not something new. But two years ago was an important point. I was desperately jobless with nothing to do. So I took Coffee Prince DVD at home, which I don't whose that is, and I started to watch it.

Bum!


The wave hit me immediately. I was so amazed with the plot and I loved all songs in its soundtrack. Plus, I kind of fell in love with Gong Yo.. Well, who won't? After that, I started to watch other dramas and listened to more songs, especially k-indie. I even started learning read and write Hangul, which I can do it well now but don't ask me about grammar. It's difficult. :))


As my interest and consumption of k-pop material increase, I think I need a space functioning as a bin to just throw my thoughts out. Because sometimes I feel like commenting on Twitter or posting brief content in Tumblr are not enough.

I'll be writing many kinds of post here. It might be light and unimportant stuff but it might be the heavy one as well. And I'll be posting in English or Indonesian, depends on my mood. One thing for sure is that whatever I write in this blog is just my opinion. Let's just agree to disagree.;)

However, I'll gladly respond to your comments and suggestions. Just comment on my post or you can e-mail me to ndooks_lennon@yahoo.com or mention @ndooks .

So, welcome to my blog, where random thoughts meet madness!

Musuh

Mungkin benar
musuh terbesar seseorang adalah dirinya sendiri

aku tak suka bertengkar
aku bukan penggemar konflik

tapi apa mau kukata
diriku, musuhku

yang kadang tak sanggup kulawan

karena aku tak suka bertengkar
karena aku bukan penggemar konflik  

Saturday, March 16, 2013

Kontradiksi #1


Sulit sekali rasanya menulis tentang percintaan yang romantis lagi menyenangkan. Rasanya kegelapan, kekecewaan dan cinta yang tak kesampaian lebih menarik untuk diceritakan.

Kenapa?

Mungkin karena semua orang menginginkan sebuah cerita yang berujung kebagaiaan, walaupun pada awalnya adalah sebuah penderitaan. Tak ada yang menginginkan keindahan cinta di awal dan perpisahan pada akhirnya.

Padahal, manusia juga sadar bahwa setiap pertemuan akan berakhir perpisahan.
-         

Terjebak Hujan

Baru saja kupasang niatku untuk berjalan kaki menyusuri kota sore ini. Hari yang cerah plus pikiranku sedang kacau. Sepertinya secangkir teh hangat dan sebuah buku cukup menemaniku nanti.

Tiba-tiba hujan turun bersama teman-temanya, angin kencang dan geluduk. Sial. Padahal tadi matahari bersinar sangat cerah. Bahkan air minum yang kuletakkan di dekat jendela berubah hangat karenanya. Alam semakin tidak bisa ditebak tampaknya.

Dan aku harus tetap tinggal di sini, di meja kecilku yang sumpek. Dari tempatku ini, hanya bisa kulihat hutan belantara dan kabut asap. Ada bangunan tinggi yang tampak atap dan jendela lantai paling atasnya. Baiklah, mungkin ini sudah cukup.

Tampaknya aku harus tetap di sini.

Tuesday, March 12, 2013

Pembunuhan


“Jangan! Jangan bunuh dia.”

“Kenapa? Apa gunanya dia terus hidup kalau hanya menyusahkan hidupku?”

“Tapi kau tidak akan bertahan jika kau bunuh dia”

“Kukira dia bukan satu-satunya hal penting dalam hidupku. Sudahlah! Aku tidak membutuhkannya. Kerjanya hanya bikin masalah, membuat segalanya menjadi rumit.”

“Kau akan menyesal nanti.”

“Aku tidak perduli. Aku hanya ingin membunuhnya sekarang.”

“Ah, terserahmu saja. Aku sudah memperingatkanmu.”

“Aku akan baik-baik saja.”

Lalu ditancapkannya pisau itu di perut kanannya. 

Thursday, March 7, 2013

Pada suatu badai

Malam ini mencekam
petir bersautan 
angin kejar-kejaran 
mungkin hujan akan segera datang

Aku masih berada di depan sini,
di depan layar monitor sejak siang tadi
haaah...lagi-lagi hari yang tak produktif

Apa kubilang, hujan datang
petir semakin asik bersautan
angin semakin kencang saling mengejar
mungkin akan badai (lagi) seperti malam sebelumnya

Dan aku juga masih di sini
di depan layar monitor sejak siang tadi
menjelajah waktu yang pernah kita lalui

Mengingatmu

Mengingatmu seperti menemukan koin di tengah jalan,
ingin sekali memungutnya tapi enggan akan empunya.

Mengingatmu seperti melihat kerumunan di jalan raya
penasaran tapi aku malas untuk singgah.

Mengingatmu seperti menunggu lampu hijau di zebra cross,
tak sabar tapi aku harus berhenti.

Mengingatmu seperti berjalan kaki di malam hari,
sejuk tapi penglihatanku agak kabur.

Mengingatmu seperti menonton acara televisi
semu tapi aku selalu suka.