Pages

Wednesday, December 31, 2008

Cerita Malam Tahun Baru

Ternyata malam tahun baru kali ini sama menyedihkanya dengan tahun lalu, malah lebih parah. Kalau tahun lalu saya dan teman2 cuma duduk di rumah makan Berkat memandang kembang api yang heboh juga orang2 yang sibuk di jalan, tahun ini kami cuma muter2 gak jelas di tempat hiburan bernama Tapak Pesta.

Walaupun tahun ini judulnya kami 'pergi ke luar', tetap saja kami tidak begitu excited. Bagaimana tidak?! Seorang teman kami yang tidak usah disebutkan namaya seolah mengingkari janji sekaligus memberi harapan palsu kepada kami.

Jadi ceritanya tadi sore kami berencana pergi ke Batu Feringgih atau Gurney. Karena kami rame, jadi harus ada dua mobil sebagai angkutan. Nah, teman kami tadilah yang semangat pergi sekaligus menggunakan mobilnya.

Tak disangka tak dinyana, sampai pukul 11 malam tadi si teman belum juga mucul di asrama. Ketika dihubungi, ternyata dia sedang bersama teman2nya yang lain baru pulang dari salah satu mall di Penang. Parahnya, mereka terjebak macet. Great!

Sekitar pukul 11.30, si teman dan teman2nya muncul juga. Kami sebagai orang yang sudah menunggu cukup lama dalam ketidakjelasan merasa gak enak. Melihat gerak-gerik mereka, kami yakin mereka punya rencana lain.

Yah, dengan berat hati, kami pun nekat pergi dengan satu mobil, Kancil pula. Kalian tau kami ada berapa orang? Delapan!
Kami sudah biasa sempit2an dalam mobil. Tapi ini malam tahun baru, tidak mungkin memaksakan untuk naik satu mobil rame2. Polisi dimana-mana. Bisa panajng urusannya.

Akhirnya, kami membuat dua trip untuk ke Tapak Pesta. Yah, rencana berubah.

Sesampainya disana, sayang seribu sayang, orang2 udah pada keluar dan tukang jual tiketnya udah gak ada. Kami pun melenggang masuk ke dalam tanpa membayar. Sebenarnya tempat itu sudah tutup tapi masih banyak orang yang jualan dan belanja.

Setelah muter2 gak tentu arah, kami memutuskan untuk pulang. Udah, gitu aja. Muter2 gak jelas. Masih untung si Jijah dan Nande berhasil membeli karpet buat di kamar mereka dengan harga yang murah.

Perjalanan pulang kembali dibuat menjadi dua trip. Rombongan pertama kembali ke asrama dan rombongan kedua menunggu di halte di depan Tapak Pesta.
Nah, waktu menunggu inilah yang agak 'horror'.

Selama kami (saya, Nindy, dan Nande) nunggu, entah udah berapa banyak abang2 gatal lewat dan menawarkan kami tumpangan. Tukang taksi juga udah sibuk menawarkan jasanya. Buat para abang gatal, apakah kami terlihat seperti wanita yang sedang menjajakan diri? apakah kami berwajah TKW?

Tiga puluh menit serasa dua jam. Akhirnya kami dijemput juga.

Saya cuma diam selama perjalan pulang. Malas. Kesal. Ngantuk. Lelah.

Sungguh malam tahun baru yang.....mengecewakan. Kecewa dengan teman kami yang satu itu. Kalau memang sudah ada rencana lain, gak perlu memberi harapan. Kalau dikasitau lebih awal kami kan bisa sewa mobil atau apalah.

Yah, mau gimana lagi?! udah terjadi kan?!

Walaupun saya gak begitu peduli dengan acara tahun baru, kaau kejadian seperti ini, yang jelas, ya kecewa.
Sampai di asrama, teman2 pada main UNO. Saya malas main. Capek. Malah tadi kelas sampek sore. Huhu, mendingan di kamar ajalah, tidur2an.

Mungkin emang belum rejeki malam tahun baru yang heboh!=p

Whatever it is, selamat tahun baru semuanya. Semoga malam tahun baru kalian tidak seperti kami. Semoga kami bisa bermalam tahun baruan yang lebih 'elit' tahun depan.
Hahaa...

Willkommen 2009!!!

So, this is the new year....as Death Cab For Cutie said.
But not like them, I feel any different in this alteration.
Hehe....

Biasanya tahun baru identik dengan resolusi baru.
Resulosi saya untuk tahun ini apa ya?!

Ada, tapi mendingan gak usah dipublikasikan. Biar simpan di dalam hati aja. Kalau gak kesamapain, malu!
Hahahaha....

Anyway, selamat tahun baru semuanya. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu. Amin...

Ein frohes neues Jahr!!!
=p

Getting Better, maybe!

Whuwow!
This is the end of 2008!

Pertanyaan2 ini terus berdatangan:

"Nanda, nak kmana new year's eve?"

atau

"Nanda, whre r u going on new year's eve?

atau

"whoy, kemana nih kita malam tahun baru? masak kayak tahun lalu???


Aduh, maap ya orang2 yang nanyain, sama sekali gak ada rencana sampai detik ini. Lagipun, saya tidak bergitu peduli dengan pesta atau apapun itu yang berhubungan dengan tahun baru.

Saya masih ingat tahun lalu, saya dan teman2 hanya menghabiskan malam tahun baru kami di rumah makan Thailand paling famous di sekitar USM, Berkat.
Betapa menyedihkan, tapi saya tetap tidak peduli.

Kalau dulu alasanya adalah kami memang malas kemana2 mengingat libur tahun baru hanya satu hari.
Sekarang? yang saya pikirkan adalah masalah keuangan. Harga ringgit makin mahal aja. Hura2 bukanlah hal bijak untuk menanggapi hal ini. Apalagi harus pergi ke negeri lain demi pesta tahun baru. That's not a wise plan, I think.

Yasudala, kita ihat saja nanti malam, kemana saya dan teman2 akan pergi. Semoga saja tidak membosankan seperti malam tahun baru yang lalu.

Oyeah, terimakasih untuk orang2 yang membuat komen di tiga postingan akhir saya. Yeah, I'm too pesimistic to see this world. Mungkin saya terpengaruh oleh pemikiran para pengikut Frankfurt School. Hal itu mungkin satu akibat dari obsesi saya akan Jerman.
Halah!

FYI, sekarang saya punya roommate baru, Nindy!
Yihiiiee..akhirnya punya teman sekamar setelah seminggu ini sendirian. And FYI again, roommate saya yang dulu udah selesai kuliahnya dan udah mau kerja. Whoho...hebat sekali dia, baru tamat langsung dapat kerja. Good luck ya Wany, hope you always good and get married as soon as possible!
Hahahahahhahaa....
(saya sering nguping pembicaraan dia dengan boyfriendnya kalo malam2, posisi aja udah tidur, mata juga tertutup, tapi telinga dan otak saya masih bekerja dengan baik lho...)
Whahahahahahahahhahaa....maapkan aku, my ex-roommate!!!
=p

Okay, keep dreaming people!
I've to go tothe class!
Sampek sore, coy!!!!

Peace!

Monday, December 29, 2008

Depression Part 3: I Wish....

Saya berharap saya:

_bisa lebih tinggi ! (3cm aja cukup!)
_lebih bisa konsentrasi
_tidak terlalu banyak menghayal
_bisa menulis dengan baik dan benar
_bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar
_bisa bangun pagi lalu shalat Subuh
_rajin belajar
_rajin mengaji

Ntah kapan tercapainya!

Depression Part 2

Yang membuat saya depresi:

  • banyak yang menganggap saya pintar padahal sebenarnya saya paok
  • ingin jadi wartawan tapi setelah ditelusuri, saya TIDAK berbakat
  • terlalu banyak berkhayal
  • tidak banyak orang yang mengerti saya luar dan dalam! (ouch, bukan tidak banyak, tapi TIDAK ADA)
Kasihan!

Depression Part 1

Jika Bung Ivan membuat entry tentang 10 hal terbaik yang terjadi di tahun 2008, saya malah sebaliknya.
Yah, walupun saya malas menuliskannya satu per satu (karena terlalu banyak, lebih dari 10), I know for sure, 2008 bukan tahun yang menyenangkan.

Tahun 2008 saya serasa hidup antara ada dan tiada. Alasannya? Yeah, karena ada banyak hal yang saya lakukan di tahun ini bukan kehendak saya sendiri. Parahnya lagi, saya sering mengatakan 'ya' padahal saya tidak begitu menyetujui suatu hal.

I feel like..I'm useless and also stupid!

I can't even mention just one good thing I' ve done in 2008. What? I can make my PNG back into 3 point? maybe yes! but, what else? NOTHING!

I often close my eyes and dream about go somewhere. A place where I can hide from all these fucking things.
Kadang saya bosan dengan semuanya. Memang serasa gak ada gunanya.

Let me describe what I look like in 2008 (until now):

  • still less than 150cm (dan mungkin akan selamanya, gak akan numbuh lagi)
  • belum selesai membaca banyak buku padahal sudah lama dibeli
  • lebih banyak berkhayal
  • kurang konsentrasi
  • merasa tidak berguna
  • menyesali hal2 yag lalu dan takut terhadap hal2 yang belum terjadi
  • tidak bisa menulis dengan baik
  • tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik
  • tidak bisa berbahasa Melayu dengan baik
  • tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik
  • sering bangun telat, alhasil jarang shalat Subuh
  • jarang ngaji
Betapa menyedihkan!



Thursday, December 25, 2008

Mimpi-mimpi Lintang: Maryamah Karpov

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Andrea Hirata
Agak malas untuk membaca pada awalnya karena rentang waktu antara buku ketiga dan buku keempat ini cukup lama. Hal ini membuat saya harus mengingat kembali siapa saja tokoh yang diceritakan pada buku-buku sebelumnya.
Belum lagi, berita di infotaiment tentang penulis beberapa waktu yang lalu, sempat membuat saya sedikit ilfil. Yah, apapun itu, saya tidak boleh subjektif.

Cerita dalam buku ini sebenarnya cukup menyenangkan. Namun, pada beberapa bagian agak berlebihan. Mengingat genre buku ini adalah cultural literary non fiction, saya jadi agak ragu apakah hal-hal yang diceritakan itu benar adanya. Seperti cerita waktu Ikal membuat perahu sendiri untuk berlayar ke Batuan demi mencari A Ling. Wow! is that true?

Dalam buku ini penulis banyak menceritakan budaya terutama budaya orang Melayu. Mulai dari budaya taruhan, memberi julukan, sampai bermain catur di warung kopi. Saya jadi semakin yakin bahwa orang Indonesia dama Malaysia itu beda2 tipis. Hahhahaa....

Hal lain yang cukup mengganggu dalam buku ini adalah judul dan covernya. Mimpi-mimpi Lintang? apa itu? Setelah membaca hampir setegah buku, barulah jelas maksudnya. Itu adalah nama perahu yang dibuat Ikal. Mimpi-mimpi Lintang juga bermaksud sebenarnya. Memang dalam buku penulis banyak bercerita tentang kecerdasan Lintang.

Bagaimana dengan Maryamah Karpov? Maryamah ternyata nama Mak Cik penjaga warung kopi di Belitong sana.

Covernya? yeah, wanita memakai pakaian seba hitam sedang bermain biola. Belakangan baru diketahui bahwa anak Mak Cik Maryamah bernama Nurmi jago bermain biola.

Banyak juga hal yang mengharukan daam buku ini. Di awal buku, cerita tentang ayah Ikal yang tidak jadi naik pangkat. Owh, itu sangat mengharukan, teman! Begitu juga dengan akhir cerita buku ini.

Yeah, walupun begitu saya masih suka dengan cara penulis membuat hal yang sederhana menjadi bermakna. Lagipula, kekuatan mimpi masih jadi energi terbesar dalam buku ini.

Jadi, teruslah bermimpi dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu, seperti kata Arai.

Kembali ke Pulau

Yes, here I am. Di negeri yang sukses membuat saya trilingual, berbahasa Indonesia, Melayu, dan Inggris. Parahnya, trilingual yang saya alami sangat kacau.
Bagaimana tidak kacau jika setiap hari yang saya dengar adalah bahasa campur2, seperti, "you nak kemane?", "bes tak holiday?", atau "nak pigi library kejap".

Begitu sampai di pulau saya disambut dengan cuaca panas dan kamar yang kotor. Ah!! Dengan penuh kesabaran saya pun membersihkan kamar selama dua hari. Menyapu, mengepel, mengelap segala yang bisa dibersihkan. Dan akhirnya, saya bisa tidur di kamar sendiri setelah selama dua malam numpang tidur di kamar orang. Hoho...

Kepulangan saya juga tidak lepas dari kebodohan. Kebodohan yang paling fatal adalah charger kamera saya ketinggalan di rumah. Whohooo....

Yupz, kita lihat saja kebodohan apalagi yang akan terjadi pada saya yang bodoh ini selama lima bulan ke depan.
Doa saya cuma satu, Ya Allah, berilah hambaMu ini kekuatan untuk bertahan di negeri asing ini!

Saturday, December 6, 2008

Holiday.....?

Saya selalu benci liburan semester ganjil, bulan Desember. Kenapa? Karena orang2 di tanah air gak ada yang libur. Semua bekerja dan kuliah. Ayah dan mama tetap kerja. Abang, kakak, teman2 juga kuliah. Alhasil, liburan bulan Desember hanyalah liburan yang useless. Diam di rumah, nonton TV, sewa VCD banyak2 dan nonton hingga pagi, internetan, ber-long distance call-an with my lovely Edho, dan pastinya, homealone.

Walaupun begitu, liburan bulan Desember kali ini cukup banyak juga aktivitas yang saya lakukan, padahal saya baru seminggu lebih berada di kota Medan tercinta.

Sekedar ingin sharing, inilah kegiatan2 yang lumayan menyenangkan selama seminggu lebih ini:

1. Hana Yori Dango The Final

Yiiipiiiee....finally, i watch this movie! Setelah beberapa bulan membayangkan bagaimana film ini karena sudah yakin pastilah Domiyoji Tsukasa dan Makino Tsukusi akan menikah.


Film ini berhasil membuat saya dan kakak saya ngakak sepanjang film, berteriak2 melihat ketampanan si Matsumoto Jun, dan pada akhirnya membuat kami 'resah' setelah menontonnya. Yah, kami memang selalu merasakan hal aneh setiap menonton Hana Yori Dango mulai dari Seasonn 1, 2 dan sekarang the final.
Terkesan berlebihan, namun hanya kami yang mengerti perasaan itu, ya kan kak?! haha...

2. Menanam Sejuta Pohon

Pernah mendengar program Pak SBY ini kan?! Whoohoohh....saya turut berpartisipasi.
Waktu saya ke Langkat hari Senin yang lalu, ternyata PTPN4, tempat Ayah saya bekerja, juga ikut berpartisipasi. Jadilah saya ikutan menanam pohon. Yah, walaupun cuma satu pokok dan itu juga secara simbolis aja. Saya cuma meletakkan bibit mahoni itu ke dalam tanah yang sudah digali, lalu menutupnya dengan cangkul yang lumayan berat. Hehehe....

Ih, loak kali rupanya fotonya! Gpp lah...yang penting eksis! Semoga saja pohon2 ini akan tumbuh dan bisa mengurangi plousi yang ada.

3. Karaoke

Yuuhuu....karaoke memang menyenangkan. Apalagi bersama teman2 sesama berotak error. Karaoke minggu lalu beranggotakan saya, Karin, Mutia, Ali, Ricky, Kiki, dan Goki. Jadilah kami bernyanyi gak jelas selama satu jam. Lagu pilihan pastinya lagu2 dari Kangen Band dan ST12. Tidak ketinnggalan Cinta Laura. Dan tentu saja lagu kesukaan kami kalo karaokean, Mirasantika oleh Om Haji Rhoma Irama.

Hihi...maap ya kami agak katrok. Lagu2 gini nih yang enak buat seru2an. Death Cab For Cutie, Delays, atau The Cure gak mungkin ada dalam database tempat karaoke.
Wah, gak ada fotonya nih, terlalu semangat bernyanyi...=)

4. Twilight


Pastinya! film ini emang lagi hot!
Kami (saya, Karin,Ermel, Mutia) udah membayangkan romantisnya kisah cinta antara vampire dan manusia. Namun, para lelaki itu (Goki, Ricky, dan Ridho) merusak semuanya. Haahahhaa.... Alhasil, sepanjang film kami ketwa..aja. Sepanjang film kami mengomentari film ini dan pastinya mengkhayal yang bodoh2. Kami bilang film ini kayak sinetron di Indosiar yang di-dubbing itu. Kami emosi bukan main soalnya banyak adegan yang dipotong. Padahal, saya menunggu adegan cipokan di atas pohon tapi ternyata gak ada. Huh!

Kami juga bilang setting film ini di Danau Toba,Parapat. Ah! pokoknya sepanjang film kami sibuk ketawa, hilang sudah sisi romantis dalam film ini.
Walaupun begitu kami tetap menikmati. Apalagi abang2 pirang nan gondrong dalam film cukup menambah meriah suasana menonton film. Hahahha...
Maap ya para lelaki yang sebenarnya pengen nonton Kawin Kontrak Lagi....=)

Hmmm...apa agi ya?!
Udahla itu aja dulu.
Maap kalo gak penting!
(emang kapan tulisanmu penting, Ndok?????)

Kembali Terhubung

Hello....

Waaah...udah seminggu saya tidak terhubung dengan dunia maya karena Speedy di rumah rusak entah kenapa. Kabar burung (entah burung siapa) mengatakan ada perbaikan di pusat (entah pusat mana). Ya sudahlah, yang penting sekarang sudah bisa lagi.

Akibat hilangnya koneksi, saya pun jadi lack of information. Saya cuma tau perkembangan terbaru kasus perceraian Pasha 'Ungu' dan istrinya, Oki.
Yah, gak ada internet ya gini, everyday is infotaiment. Bahkan saya hafal pernyataan2 mereka di media, saking banyaknya infotaiment di stasiun TV. Peribahasa lancar kaji karena diulang berlaku dalam hal ini. Semakin sering nonton infotaiment, semakin hafal apa yang dikatakan si selebriti.

Sedihnya, saya tau informasi dalam negeri, tapi saya udah gak tau agi kabar negeri jiran, Malaysia. Yah, as a communication student, apalagi journalism, mau gak mau saya harus selalu mengikuti perkembangan informasi negera itu. Sejak internet rusak, terakhir saya tau Yoga dilarang di Malaysia.
Ketiadaan koneksi membuat saya gak bisa baca Malaysiakini atau Utusan.

Okay, start writing again, Nda! walaupun gak penting...
Hihihihii.....