What I Used to be...

Saya sering merasa kalau kehidupan saya ini seperti kurva yang menunjukkan penurunan.
Bagaimana tidak, akan saya senaraikan buktinya...

Pertama, dulu saya adalah anak yang rajin beribadah. Shalat 5 waktu tepat pada waktunya. Selesai adzan langsung beranjak dari tempat saya kemudian menghadap Yang Maha Kuasa sejenak.
Sekarang? Saya selalu terlambat bangun, hasilnya, saya tidak shalat Subuh. Shalat yang lain pun sering tertunda dengan segala macam alasan.

Kedua, dulu saya dengan mudah menyerap dan mengingat apa saja yang saya dengar, lihat, dan rasa. Saya ingat semuanya dan tentu saja, dapat menjelaskannya lagi dengan baik dan benar. Sekarang? ahhhh....bicara saja kadang struktur kalimat saya kacau balau! penyakit lupa juga menyerang saya dalam level yang tinggi

Ketiga, dulu saya anak yang rajin. Saya sadar rajin itu relatif, tergantung orang melihatnya. Tapi yang jelas, seluruh keluarga dan teman2 juga tahu kalau saya ini anak rajin. Maaf, sekarang tidak lagi.
Pekerjaan saya sering jadi last minute, meja belajar saya luar biasa berseraknya, bahkan meja belajar anak SD pun lebih rapi. Baju kotor saya menggunung setiap minggu tanpa ada tanda-tanda untuk dicuci. Akhirnya, semua berakhir di laundry.......

Kalau sudah sampai di rumah alias pulang kampung, kemalasan makin luar biasa. Tentu saja, bangun siang tidak bisa dihindarkan. Menghabiskan hari dengan tidur-tiduran di kamar. Bahkan untuk membuka jendela setiap pagi dan menutupnya di sore hari pun saya malas.

Hhhh....kadang saya rindu diri saya yang dulu. Semuanya tersusun dengan baik. Teratur. dan tentu saja hasilnya baik.

Tolong kembalikan saya kepada diri saya yang dulu....paling tidak untuk masalah shalat itu.



Comments

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang