Catatan (Gak) Kecil Indonesian Culture Night 2012

Sebelum mood saya hilang untuk menulis dan sebelum lupa juga (mengingat sekarang daya ingat agak menurun), saya mau bikin review kecil-kecilan tentang acara malam budaya Indonesia tadi malam. Sebenarnya saya agak gamang dalam menempatkan diri dalam mereview acara tadi malam, saya ini sebagai penonton atau sebagai pengamat yang notabenenya hafal betul seluk-beluk dewan budaya dan tetek bengek acara sejenis. Karena mau tidak mau, pasti akan terjadi 'bias'. Halah gayaaa kali kau, Ndok, minta ditampar. -_-"

Sebagai latar belakang, acara tadi malam bernama Indonesian Culture Night 2012 yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Universiti Sains Malaysia, Pulau Pinang. Acara seperti ini memang sudah beberapa kali diadakan oleh mahasiswa Indonesia si Penang, dengan nama Sparkling Indonesia. Kali ini, saya berkesempatan jadi penonton, tanpa disibukkan oleh rundown acara dan walkie-talkie. 

Maka, saya awali review acara tadi malam dalam konteks sebagai penonton. :)

Secara keseluruhan, acara tadi malam sangat menghibur, dan bisa dibilang acaranya sukses. Walaupun saya gak bisa masuk dari awal acara, saya bisa melihat acara tadi malam seperti semakin akhir semakin bagus. Saya mulai menonton acara dari kata sambutan Pak Konsul Jendral yang diiringi oleh tarian tortor. It's quite interesting tapi sebenarnya lebih asyik kalau penarinya memakai ulos sebenarnya, bukan kain selendang.:) Dan juga, sebenarnya yang nari tor-tor pun tak perlu sampai naik ke atas panggung. Jadi seperti kejar-kejaran mau ke panggung gitu sama Pak Konjen.:P

Well, yang saya salut adalah MC nya. Di awal acara mereka tampak masih agak canggung, tapi lama-kelamaan jadi seru, mungkin sudah dapat 'feel' nya. Terutama MC yang perempuan, dia bisa dengan tangkas menetralkan situasi kalau tiba-tiba jadi awkward. Yeah, I give my appreciation to them.

Para pengisi acara juga berusaha all out dalam menampilkan persembahannya. Tari Topeng, Tari Wirayuda, dan tentu saja, Tari Saman. Lalu, band performance, dan ada bintang tamu dari Bandung namanya Arumbakustik Gumiwang. Dan itu keren sekali menurut saya, apalagi yang main angklung. Itu namanya siapa ya?! (zzzz...tetep ya Ndok hunting..:O *eh tapi gak jadi lah, setelah gugling taunya anak SMA semua. -_-")

Trus ada juga  anak-anak exchange student memainkan musik dengan alat-alat dapur berserta galon dan ember bekas. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu daerah serta lagu wajib nasional. Epic.:) 

Fashion show baju-baju adat Indonesianya juga lucu karena yang meragakan busana bukan cuma anak-anak Indonesia, tapi juga international student dari negara-negara lain. Lumayan, buat cuci mata. (tuh kan Ndok...) 

Tapi sebagi penonton saya agak sedikit kecewa sama ending acaranya karena tau-tau udah selesai, sepertinya tanpa aba-aba. Memang di awal acara sudah disampaikan oleh MCnya kalau ceritanya kita akan terbang dari satu pulau ke pulau lain. Well, karena seingat saya semalam sehabis rame-rame nari Saijojo dan Poco-poco tiba-tiba acara sudah habis, dan saya tidak mendengar MC ngomong "Terimakasih sudah datang, sampai jumpa lagi di lain acara." Eh, atau saya yang terlalu asik nari-nari gak jelas? 

However, sekali saya tegaskan kalau acara tadi malam memang sangat menghibur. Yah mungkin karena saya rindu keramaian aja ya. Hehhee. Tapi good job buat pantia, yang sepertinya memegang prinsip 'the show must go on". *lirik-lirik nakal* 

Nah, abis ini saya mau mereview acara tadi malam sebagai "mantan panitia" acara sejenis. :)) Tidak ada maksud apa-apa sih, cuma ingin berbgai pengalaman dan siapa tau kalau ada acara begini lagi teknisnya lebih oke.:)

Buat saya, acara semalam agak 'gelap'. Maksudnya, gelap karena seperti lightingnya tidak disusun dengan maksimal. Selama acara, di kursi penonton lebih banyak gelapnya. Terutama waktu acara lucky draw, how in the world the audience could see their tickets kalau lampu di bagian penonton gak diidupin? Begitu juga dengan MC nya, seharusnya MC ngomong dikasi spotlight, dimana pun mereka berada. Mau lagi di panggung, di bawah panggung, atau di tengah-tengah penonton. They are the master of ceremony kan? :) Selain itu, kasian juga mereka gak bisa baca skripnya. Mungkin untuk ke depannya, harus ada yang benar-benar ahli dalam mengoperasikan lampu-lampu dalam dewan. Oh, I miss Faiz, Balu dan Rahmat suddenly.:)) They were the lamp guys back then. Hahaha

Lalu, yang agak mengganggu adalah, never ever keluar dari tengah-tengah panggung apalagi ngintip-ngintip di bawah projector. And I saw that many times last night. Emang sih, acara semalam itu banyak sekali alat musik di atas panggung tapi yah, besok-besok stage managing ya diperbaiki ya adik-adik yang manis.:)) 

Whatever it is, saya salut lah sama panitia acara semalam. Apapun katanya, bikin acara besar seperti semalam dan bukan di tanah air adalah hal yang patut dibanggakan dan diapresiasi dengan baik. Selamat atas kerja kerasnya dan semoga ke depannya ada acara-acara lain dan semakin bagus juga manajemennya. Yang bagus dijadikan kenangan, yang gak bagus dijadikan pelajaran. Eyaaaaaak....:))) 

Oke Ndok, mandi sana mandiii.... 

Comments

boby doank said…
maaf mau sedikit memperjelas saya salah satu official arumbacoustik gumiwang , mayoritas kita udah pada kuliah hehe kecuali pemain angklung dan bambu yg didepan hehehe :)
boby doank said…
This comment has been removed by the author.
boby doank said…
bisa follow twitter kita juga di @Gumiwang_Geulis , terimakasih :)
ananda anwar said…
waduh artisnya berkunjung dan komen. hehhee
oh, gitu ya? aku kirain masih sma semuanya.

good performance, anyway. Salam buat anak2 gumiwang yang lain. *sok kenal*
Semoga kapan2 saya bisa nonton kalian perform lagi kapan2.:)

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang