The Wedding Of My Dream!

Tadi sekitar jam 11 siang, saya, kakak, Ayah, Mama, Nenek, dan dua orang tante pergi ke pesta pernikahan saudara kami. Biasanya yang namanya ke pesta saya dan kakak malasnya minta ampun. Tapi entah kenapa tadi kami mau aja ikut Mama dan Ayah ke pesta.
Well, seperti biasa, pernikahan ala orang Indonesia: heboh. Saya gak tau apakah pernikahan dengan gaya heboh ada di berbagai daerah atau cuma di Medan aja.
Pernikahan heboh maksudnya ada musik dangdut atau musik yang suaranya memekakkan telinga, trus tamu undangan juga banyaknya minta ampun. Saya yakin, mungkin ada beberapa tamu yang gak tau nama si pengantin, termasuk saya tadi.
Tapi sepertinya gaya pernikahan heboh ini sering sekali terjadi. Malah mungkin kalau gak heboh, bukan pesta pernikahan namanya. Saya sering mempertanyakn hal ini kepada saudara2 saya yang udah tua. Kenapa harus heboh kayak gitu? dan mereka menjawab, "ya kan sekali seumur hidup".
What?! justru karena sekali seumur hidup itulah resepsi pernikahan harus dibuat sekeren mungkin, tapi gak berlebihan juga.

Nah, melihat kejadian tadi, saya jadi berpikir untuk untuk tidak melakukan pesta pernikahan heboh jika menikah nanti.
Kira-kira begini acara resepsi pernikahan saya nanti:

Setelah akad nikah di mesjid, langsung pulang ke rumah. Bikin pesta kecil2an aja di rumah. Di belakang rumah ada halaman yang cukup luas, biasanya kami juga buat pesta ulang tahun atau pengajian disitu. Yang diundang ya juga keluarga dekat saya dan suami, plus teman2 kami aja. Gak usah lah pakek ngundang bosnya Ayah saya atau anggota Ayah saya, seperti yang saya lihat kalau ada anak teman Ayah yang nikah.
Trus, yaudah makan dan ngorol nyantai aja sama tamu2. Saya mau bertemu dengan seluruh tamu yang ada, bukan cuma duduk bodoh di pelaminan. This is our wedding party, bukan acara makan2 mereka! haha..
Oiya, saya tidak mau ada pelaminan heboh kayak gitu, mending juga kami duduk di kursi yang sama dengan para undangan.
Dan yang paling penting, musik. Saya tidak mau medengar lagu berirama dangdut atau house music di acara pernikahan saya nanti. Tidak.............!!!!
Salah satu caranya mungkin saya yidak menggunakan jasa tukang sound system yang sering juga sekalian sewain biduan. No, no, no!
Mending juga ngundang Hairdresser On Fire! ahahhaa....(gak mungkin lah ya, pas saya nikah nanti orang itu aja ntah udah kemana!)
Yah, pokoknya band2 eksklusif lah. Trus kalo ada tamu yang mau nyanyi, dilarang nyanyi lagu kampong! Hohoho...

Intinya, saya ingin pesta pernikahan yang simple aja. Tanpa musik yang bisa kedengaran satu kota. Yang penting kan akad nikahnya, bukan pestanya. Resepsi itu menurut saya cuma buat memberitahukan ke orang2 (keluarga, teman, atau tetangga) kalau kita udah nikah. Lagian,cara ngasitaunya kan juga banyak. Beberapa tahun ke depan pasti dunia udah lebih maju.

Hmmm..ketinggian ya khayalannya?! gpp, nama blog ini kan AperfectionistDreamer, dengan tagline, when a little dreamer trying to catch her perfect dreams! hihih...
Dan pertanyaan pun muncul, lelaki mana yang akan menikah dengan saya nanti? dan apakah keluarganya mau menerima pernikahan impian saya tadi???

Semoga saja....=)

Comments

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang