Help me to find my self again!

Hhhhhh…heran! Kenapa ya di saat deadline tugas semakin dekat, presentasi menunggu, dan kegiatan lain menumpuk, kadar kemalasan saya meningkat! Saya seperti merasa….gak mampu! Maksudnya, saya selalu jadi mikir, 'bisa gak ya?'. Yah, itulah saya, si Ananda, anak kecil 18 tahun yang harus memaksakan diri hidup dalam lingkungan orang2 dewasa. Halah!

Mama selalu bilang, 'Dek, santai aja. Itu masih sebagian kecil dari kehidupan. Masih banyak lagi yang jarus dijalani'. Mom, I know. Saya tau kehidupan Mama saya di masa mudanya dulu bukanlah seperti saya sekarang. Dulu Mama saya harus jualan cengkeh dulu baru bisa bayar uang sekolah. Saya? Tinggal nunggu awal bulan saja dan beratus2 ringgit pun ada dalam rekening! Tapi Ma, tekanan anak zaman sekarangg sama zaman dulu beda. Haduhaduh….

Saya juga gak tau kenapa saya terlahir sebagai anak yang lumayan malas. But, hei! Dulu saya tidak seperti ini. Dulu saya adalah anak yang sangat rajin. Bangun pagi, shalat 5 waktu plus shalat Duha dan Tahajjud, makan teratur, belajar teratur. And all my life is sooooo teratur. Sekarang? Bangun telat, kadang gak sempat shalat Subuh. Sarapan jarang, makan siang telat apalagi makan malam. Shalat Thajjud gak pernah. Gimana mau shalat tahajjud? Saya baru tidur pas waktu shalat Tahajjud.

Uggghhh….kenapa semakin tua saya bukannya semakin baik? Apakah gaya hidup disini yang membuat saya seperti ini? Tapi kenapa orang2 bisa menjadi lebih baik? Mungkin memang saya yang salah. There's something wrong in me yang buat saya seperti ini. Saya sudah lama menyadari ini, sejak saya menyadari kalau saya udah setahun tinggal di pulau ini. Bukan maksud menyalahkan pualu aneh ini, tapi memang sejak tinggal disinilah saya jadi seperti ini.

Lusa udah masuk bulan puasa. Saya ingin, ingin sekali menjadi orang yang lebih baik, at least, bisa seperti dulu lagi setelah bulan puasa berakhir dan untuk seterusnya. But, how can?

Saya udah bosan buat rencana. Ujung2nya gak ada hasilnya. Saya berpikir untuk menjalani saja apa yang ada di depan mata. Kebanyakan rencana juga nanti kalo gak kesampain sakitnya bukan main. Walaupun saya merasa tanpa rencana hidup ini kayak gak ada tujuannya.

Damn! Saya gak suka kalo saya sedang seperti ini. Saya jadi anak yang lemah padahal Ayah saya selalu menganggap kalau saya adalah anak yang kuat. Ayah….anak bungsumu ini tidak sekuat yang kau kira…maaf ya…=(

Yeah, I know postingan ini sangat gak penting. Saya hanya sedang bingung. Bingung kenapa saya jadi malas seperti ini.

Come on, Nda! Where r u? dimana dirimu yang penuh khayalah dan ambisi tak terkendali? Dimana dirimu yang suka memperhatikan setiap hal kecil di sekeliling? Dimana dirimu yang haus akan informasi dan selalu berusaha mencari sampai titik darah penghabisan?

Oh, God! Please help me to find my self again!


Comments

hohooo beberapa tahun lalu pun aku bikin postingan yang hampir sama..bah, udah tua ya ternyata aku?!
jangan berpikir ga bisa..pikirlah kalo kamu bisa. masalah hasil akhir mah gimana ntar aja.. houhou
ananda anwar said…
yeah, it's so theoritical...

hhihihihih....

thanks anyway for the advice....
ananda anwar said…
yeah, it's so theoritical...

hhihihihih....

thanks anyway for the advice....
wooo apakah gurunya sama kali ya?? btw kadang aku menggunakan "teori" itu, kadang berhasil juga. Cuman ya ujung2nya ketawa ajalah. Hidup kan komedi ;)
ananda anwar said…
whohohoo..........iya jg sih, yudahla, jalanin aja apa yg ada sekarang...
hehhehe...

halah, itu kayaknya lebih teori lagi! (jalanin aja apa yang ada sekarang!)
ahhahaha.....
dont believe theory. make yours (bener ga ni inggrisnya?) maksud aku, ga usah percaya kali teori, bikin aja punyamu sendiri eheh

Popular posts from this blog

Itazura na Kiss : Love In Tokyo

Study Week, Minggu Mengulangkaji, atau Minggu Tenang?

Hari Ke - 11 : (Anggap Saja) Tips Liburan ke Jepang